Diktat Dasman-1

16 07 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME atas terselesaikannya Diktat Kuliah Dasar-Dasar Manajemen. Diktat kuliah ini disusun berdasarkan konsep dan pustaka yang penulis pandang relevan untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar Manajemen yang nantinya merupakan suatu keahlian dari sarjana peternakan untuk diaplikasikan pada Manajemen Usaha Peternakan baik ternak Unggas, Perah, Potong/Kerja serta Aneka Ternak Skala Usaha Modern.
Tentu saja isi diktat ini sangat singkat, oleh karena itu membaca pustaka asli sangat dianjurkan bagi mahasiswa sehingga cakrawala berpikir tentang prinsip manajemen menjadi lebih luas dan mendalam. Secara tekhnis, materi kuliah tercakup dalam 7 pokok bahasan yang direncanakan selesai dalam 15 kali kuliah tatap muka di kelas, 6 kali tugas terstruktur, 1 kali ujian tengah semester, dan 1 kali ujian akhir semester. Evaluasi akhir merupakan nilai kumulatif dari nilai tugas tersruktur (20%), nilai ujian tengah semester (40%), dan nilai ujian akhir semester (40%).
Penulis mengharapkan diktat ini dapat dipandang sebagai upaya agar mahasiswa lebih mudah untuk menjadi tahu, mau, dan akhirnya mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dalam lingkup manajemen bidang peternakan.

DAFTAR ISI
KATA  PENGANTAR
DAFTAR  IS
DAFTAR  GAMBAR
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.    Prinsip Dasar Manajemen
1.2.    Sejarah Manajemen
1.3.    Perspektif Sistem dalam Manajemen
1.4.    Berbagai Isu kontemporer perkembangan ilmu manajemen
1.5.    Modern Manajemen Guru (Leader)
1.6.  Evolosi Teori Manajemen
BAB II. PENGERTIAN  MANAJEMEN
2.1.   Pengertian Manajemen
2.2.   Prinsip Dasar Manajemen
2.3.   Unsur-Unsur Manajemen
2.4.   Manajemen sebagai sebuah Profesi
2.5.   Tanggungjawab Manajemen
BAB III. FUNGSI  MANAJEMEN
3.1.   Fungsi Dasar Manajemen
3.2.   Fungsi Manajer dalam Cakupan Fungsi Manajemen
3.3.   Alur Kegiatan,SD Organisasi,Tujuan Perbedaan Pandangan
3.4.   Fungsi Operasional dalam Manajemen
BAB IV. PENDEKATAN DALAM SISTEM MANAJEMEN
4.1.   Proses Manajemen
4.2.   Proses Analisis dan Sintesis
4.3.   Manajemen dan Kepemimpinan
4.4.   Ciri-ciri Manajer Profesional
4.5.   Pendekatan Sistem Manajemen
4.6.   Pendekatan-pendekatan Manajemen
4.7.   Kriteria Keunggulan Manajemen Pendidikan jaman sekarang
4.8.   Kerangka implementasi strategi manajemen yang utuh
BAB V. PERENCANAAN
5.1.   Unsur-Unsur Perencanaan
5.2.   Langkah-Langkah Perencanaan
5.3.   Pendekatan Perencanaan
5.4.   Proses Perencanaan
5.5.   Bentuk Perencanaan
5.6.   Jenis Rencana
5.7.   Proyeksi Masa depan
5.8.   Perencanaan Produksi
5.9.   Perencanaan dan  Pengendalian Produksi
BAB VI. ORGANISASI
6.1.    Pendahuluan
6.2.    Pengertian Organisasi
6.3.    Sumber Daya Organisasi
6.4.    Jenis-Jenis dan Fungsi Organisasi
6.5.    Organisasi sebagai Sistem
6.6.    Jenis-Jenis sistem
6.7.    Pengertian Manajemen Organisasi
6.8.    Bidang-bidang Manajemen Operasional
6.9.    Macam-macam Organisasi
6.10. Struktur Organisasi
6.11. Macam Struktur Organisasi
6.12. Macam-macam Hubungan Struktur Organisasi
6.13. Jenis-jenis manajer
6.14. Peran Manajerial
6.15. Manajer – Leader di Sekolah
BAB VII. MANAJEMEN  SDM
7.1.   Pengertian Manajemen SDM
7.2.   Pendekatan Masalah Personalia/SDM
7.3.   Tantangan yang dihadapi Manajemen SDM
7.4.   Perencanaan SDM
7.5.   Penarikan/Rekruitment SDM
7.6.   Pengertian Balas Jasa dan Penghargaan
7.7.   Perencanaan dan Pengembangan Karier
7.8.   Pemutusan Hubungan Karyawan
BAB VIII. MANAJEMEN KONFLIK
8.1.   Batasan-batasan
8.2.   Jenis-jenis Konflik
8.3.   Pendorong Konflik
BAB IX. MANAJEMEN  PEMASARAN
9.1.   Pengertian Marketing/ Pemasaran
9.2.   Manajemen Pemasaran
9.3.   Penelitian Pasar
BAB X. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN
10.1.  Pengertian Pengawasan
10.2.  Konsep Pengendalian Manajemen
10.3.  Pengendalian Manajemen
10.4.  Proses Pengendalian Manajemen
10.5.  Tujuan dari Fungsi Pengawasan
BAB XI. PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

BAB I. PENDAHULUAN
1.1.Prinsip Dasar Manajemen
Manajemen sering didefinisikan sebagai “pencapaian tujuan melalui orang lain”. Kedengarannya memang terlalu sederhana, akan tetapi memberi kita gambaran tentang beberapa hal mendasar.

  1. Yang pertama berkaitan dengan “pencapaian tujuan”. Manajemen selalu berkaitan dengan sebuah usaha untuk mencapai tujuan tertentu dan bukan semata-mata sebuah posisi atau jabatan di dalam perusahaan. Banyak orang memiliki jabatan “manajer”, akan tetapi dalam kenyataannya mereka hanya menjalankan kedudukan dan bukan mengarahkan sesuatu ke arah pencapaian tujuan yang tertentu
  2. Pokok yang kedua adalah berkaitan dengan aspek “melalui orang lain”. Sebagai sebuah aktivitas, manajemen selalu menyangkut orang-orang lain, yakni bawahan -bawahan; dan pada usaha untuk mengarahkan atau mengkoordinasi kerja dari orang-orang tersebut. Meskipun setiap manajer memang memiliki tugas-tugas khusus yang hanya bisa dilakukan olehnya, peran seorang manajer lebih didasarkan pada kenyataan bagaimana dia mengkoordinasi dan mengarahkan aktivitas-aktivitas bawahannya. Dalam arti ini, seorang manajer seharusnya lebih mementingkan pencapaian hasil dari para bawahannya daripada prestasinya sendiri. Sebab pencapaian hasil bersama itulah yang menentukan keberhasilan dari organisasi secara keseluruhan

1.2. Sejarah Manajemen
Berbagai macam peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya. Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen.

Pada mula Awal Teori Manajemen, banyak dikemukakan oleh para tokoh seperti :
a. Adam Smith (1776)
Merupakan Bapak Ilmu Ekonomi
Teorinya dikemukakan dalam sebuah buku yg berjudul “ The Wealth of Nation” (Kemakmuran Suatu Bangsa)
Prinsip utama dalam teorinya adalah agar masyarakat suatu negara dapat menjadi makmur yaitu dengan melakukan : Spesialisasi  dan Perdagangan internasional
b. Robert Owen (1771 – 1858)
Membuat konsep tentang arti pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) pada pengelolaan produksi yang bertujuan meningkatkan/memberikan kesejahteraan pada karyawan serta dapat meningkatkan produktivitas kerja dan laba perusahaan.
c. Charles Babbage (1792–1871) membuat konsep arti pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi serta Spesialisasi tugas (Job discription) bagi karyawan

d. Max Weber & Teory Birokrasi  dengan konsep Ciri Pokok Birokrasi :

  1. Pembagian tugas dan spesialisasi
  2. Hubungan yg bersifat kedinasan (impersonal), bukan bersifat perorangan (hub. Pribadi/ personal)
  3. Adanya hierarki kewenangan, dimana setiap bagian yg lebih rendah selalu berada di bawah kewenangan dan supervisi dari bagian di atasnya
  4. Manajemen selalu didasarkan atas pelaksanaan dg dokumen yg tertulis
  5. Orientasi pembinaan pegawai adalah pengembangan karier
  6. Agar dapat mencapai efisiensi yg maksimal, maka setiap tindakan yg diambil dalam organisasi harus selalu dikaitkan dg besar kecilnya sumbangan thd pencapaian tujuan organisasi

Dalam hal ini Weber membagi organisasi menjadi 3 macam, ditinjau dari segi Birokrasi dan kepemimpinannya:

  1. Organisasi Birokratik
  2. Organisasi Kharismatik
  3. Organisasi Tradisional

Dalam perkembangannya, maka muncul Tiga Kelompok Pemikiran Terdahulu dalam Ilmu Manajemen, yaitu dengan pengelompokkan sebagai berikut :

1. Perspektif Manajemen Klasik, terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
a) Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik : Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll. Adapun para tokoh dan hasil pemikirannya antara lain :

Frederich W Taylor (1856-1915)

  • Time and Motion Studies, Piecework pay system, Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah
  • Merupakan Bapak.Manajemen Ilmiah (Scientific Management)
  • Melakukan analisa kerja untuk peningkatan kecepatan kerja, efisiensi dan produktivitas pabrik, dengan menggunakan “Time and Motion Study” dengan stop watch
  • Hasil analisanya didapat Standar kerja, standar gerak, dan waktu
  • Prinsip2 Dasar yg dikemukakan Taylor ada 3,yaitu: Time and Emotion Study, Prinsip Upah Satuan (Piece Wage Rate Principle) dan Prinsip pemisahan antara perencanaan dan penampilan (Separation of Planning and Performance Prinsiple)

Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972) Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM
Henry  L  Gant  ( 1861-1919 )  menyampaikan  Empat  Gagasan  Peningkatan Manajemen.
Empat (4) Gagasan Gantt dalam Manajemen, yaitu :

  1. Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan
  2. Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan
  3. Sistem insentif  untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi
  4. Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

Harrington Emerson (1853-1931) menyampaikan 12 Prinsip Efisiensi
Dua Belas (12) Prinsip Efisiensi Emerson, yaitu :

  1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
  2. Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis
  3. Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat
  4. Adanya kedisiplinan
  5. Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil
  6. Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi.
  7. Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja.
  8. Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan.
  9. Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi.
  10. Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan.
  11. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar.
  12. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.

b). Kelompok Manajemen Administrasi
Henry Fayol (1841-1925) menyampaikan 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen

  • Merupakan Bapak. Manajemen Operasional
  • Mengemukakan bahwa kegiatan yg dilaksankan dalam perusahaan industri dpt dibagi dalam beberapa kelompok tugas,sebagai berikut :  1. Technical , 2. Commercial, 3. Financial, 4. Manajerial , 5. Security , 6. Accounting
  • Fayol  memandang  bahwa manajemen merupakan suatu proses yang memiliki beberapa elemen, yaitu:

a.  Perencanaan (Planning)
b.  Pengorganisasian (Organizing)
c.  Pengarahan (Actuating/ Commanding)
d. Pengkoordinasian (Coordinating)
e. Pengawasan (Controling)

Keterangan:
+ : Bungkus, saluran distribusi, pesaing, harga, loyalitas pemakai, dsb.
–  : Pembukuan, neraca, laporan rugi-laba, pajak, presensi, dsb.
*  : Permodalan, investasi, inventarisasi, pelatihan karyawan, penggajian,dsb.
# : Bahan baku, bahan penolong, bahan jadi, pemasok bahan, pergudangan, dsb.

Empat Belas (14) Prinsip Fayol dalam Manajemen, yaitu :

  1. Pembagian kerja (Division of labour) yaitu adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja
  2. Wewenang / otoritas (Authority) yaitu adanya hak untuk memberi perintah dan dipatuhi.
  3. Displin (Discipline), harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi.
  4. Kesatuan perintah (Unity of Common), bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan
  5. Kesatuan arah (Unity of Direction), kegiatan operasional dalam organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana.
  6. Mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, dimana  kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa dibawah kepentingan organisasi. Dengan demikian prioritas harus didahulukan untuk kepentingan  bersama daripada kepentingan pribadi
  7. Pemberian upah (Remuneration), kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik
  8. Pemusatan (Sentralisation), adanya keseimbangan antara pendekatan sentraliasi dengan desentralisasi
  9. Semangat  korps (Esprit de corps), Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps/kebersamaan
  10. Inisiatif (Initiative), setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadi kesalahan.
  11. Kestabilan staf (Stability of staff), perlu adanya kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat.
  12. Kesamaan (Equality), Perlakuan dalam organisasi harus sama dan tanpa ada diskriminasi
  13. Tata tertib (Order), sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya, harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan.
  14. Jenjang jabatan (The Hierarchy) disertai dengan Garis wewenang (scalar system) – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas.
  • Manajemen dg Orientasi Tugas
  • Manajemen dg Orientasi Hub. Kemanusiaan (Human Relation)
  • Manajemen dg Orientasi Tingkah Laku (Behavioral)

Lyndall Urwick (1891-1983) : Panduan Manajemen (Managerial Guidelines)
Max Weber (1864-1920) : Birokrasi dalam Organisasi

Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik

a. Kontribusi Manajemen Klasik

  1. Spesialisasi pekerjaan
  2. Studi mengenai masa dan beban kerja
  3. Metode ilmiah dalam manajemen
  4. Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen.
  5. Prosedur dan Birokrasi

b. Keterbatasan Manajemen Klasik

  1. Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya

2. Perspektif Manajemen Perilaku
Hugo Munstberg (1863-1916) Pentingnya pemahaman psikologis khususnya motivasi para pekerja.
a. Studi Howthorne
Studi Howthorne (Elton Mayo)
– Teori Perhatian (Attention Theory) Pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan
– Teori Penerimaan Sosial (Social Acceptance Theory) Pekerja akan menunjuk kan produktifitas berdasarkan faktor penerimaan sosial
b. Teori Relasi Manusia

  • Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow
  • Teori X dan Y dari Douglas Mc Gregor

c. Teori Perilaku Kontemporer

  • Perhatian pada perilaku pekerja yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lain sebagainya
  • Melahirkan konsentrasi ilmu Perilaku Organisasi

Teori Manajemen Kontemporer

  1. Perspektif Sistem dalam Manajemen  : Open System, Sub-Sistem, Sinergi dan Entropi
  2. Perspektif Kontingensi dalam Manajemen  : There is no such things as one best and general way on management

3. Perspektif Manajemen Kuantitatif

  1. Kelompok Manajemen Sains : Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas volume penjualan, dan lain sebagainya
  2. Kelompok Manajemen Operasi merupakan :
  • Lanjutan dari kelompok Manajemen Sains
  • Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi
  • Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory, dll

1.3. Perspektif Sistem dalam Manajemen

Perspektif Sistem dalam Manajemen

  1. Sistem terbuka adalah sistem yang melakukan interaksi dengan lingkungan dimana kebalikannya, sistem tertutup tidak melakukan interaksi dengan lingkungan.
  2. Sub-sistem merupakan elemen-elemen dalam sistem organisasi atau manajemen yang satu sama lainnya saling berkaitan
  3. Sinergi adalah konsep yang menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika hanya dikerjakan oleh seorang saja.
  4. Entropi adalah kondisi dimana organisasi mengalami penurunan produktifitas dan kualitasnya disebabkan ketidakmampuan dalam membaca dan beradaptasi dengan lingkungan.

1.4. Berbagai Isu kontemporer dalam  Perkembangan Ilmu Manajemen

  1. Downsizing
  2. Diversity management
  3. Information Technology
  4. Globalization
  5. Ethics and Social Responsibility
  6. Managing for Quality
  7. Service Economy

1.5. Modern Management Guru (Leader)

  1. John Aldair  : efektif leadership dan centered leadership
  2. Igor Ansoff  : strategic management, Ansoff Matrix
  3. Chris Argyris : learning organization, single loop & double loop learning
  4. Chester Barnard : organizational behavior and executive behavior
  5. Percy Barnevik : Multinational corporate management system
  6. Christopher Bartlett : Entrepreneurial organization
  7. Warren Bennis : Adhocracy on Leadership and management
  8. Robert Blake : Managerial grid
  9. Edward de Bono : lateral thinking, valued monopolies

1.6. Evolusi Teori Manajemen

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni. Ada 4 fungsi utama dalam manajemen: Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Actuating/ Directing), dan Pengawasan (Controlling)
Pengertian lain Manajenen adalah Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)
Demikian Juga Manajemen dapat diartikan sebagai Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005).

a. Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan
Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002) Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

b.Sumber Daya Organisasi

  • Sumber Daya Manusia
  • Sumber Daya Informasi
  • Sumber Daya Fisik
  • Sumber Daya Keuangan
  • Sumber Daya Alam
  • dll

c. Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
Efektif :  mengerjakan pekerjaan yang benar  atau tepat
Efisien : mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

BAB II. PENGERTIAN MANAJEMEN
2.1. Pengertian Manajemen
Berbagai perpustakaan online maupun off line dikunjungi, berbagai literature dalam dan luar negeri dibaca, akhirnya terkumpul sudah 315 pengertian manajemen. Tiga ratus lima belas pengertian manajemen tersebut, dianalisis titik temu kesamaan sekaligus perbedannya berbasis latar belakang pendidikan penulis sendiri adalah bidang manajemen. Sehingga ketemu sudah terdapat Delapan  kelompok arti manajemen, yaitu :

1). Manajemen juga sebagai proses. Proses pencapaian hasil yang diinginkan via penggunaan sumber daya secara efisien.
Menurut pengertian manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

  • Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
  • Selanjutnya,Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
  • Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbinganatau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.

2).Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science) Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenaiinipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

3). Manajemen sebagai alat atau cara. Ini mempunyai arti penggunaan manusia, uang, bahan-bahan, perlengkapan dan metode secara efektif demi mencapaitujuan.
4). Manajemen sebagai kekuatan. Artinya, sebuah kekuatan yang memimpin, memberi panduan, dan mengarahkan suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5). Manajemen sebagai sistem. Sistem perilaku kerjasama manusia yang diarahkan dalam mencapai tujuan lewat aktifitas-aktifitas rasional berkesinambungan.
6). Manajemen sebagai fungsi. Ini berarti, fungsi dari dewan manajer atau sering disebut manajemen untuk menetapkan kebijakan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta bertanggung jawab dalam membentuk struktur organisasi untuk melaksanakan kebijakan yang ditetapkannya.
7). Manajemen sebagai tugas. Tugas daripada perencanaan, pengorganisasian, pemotivasian dan pengawasan mencapai satu atau lebih tujuan.
8). Manajemen sebagai aktifitas. Sebagai aktifitas kata manajemen merujuk pada arti pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui usaha-usaha yang dilakukan orang lain. Sebagai alat, sebagai kekuatan, sebagai sistem, sebagai proses, sebagai fungsi, sebagai tugas, dan sebagai aktifitas adalah tujuh kelompok arti manajemen. Manajemen memunculkan dirinya sebagai aktifitas yang dilakukan sekelompok orang dalam suatu sistem relationship dengan pertolongan sumber daya bersama seluruh fasilitas mencapai tujuan yang hendak diperoleh secara efektif dan efisien. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

Dari gambar 4 di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
Dalam Pengertian lain bahwa “Manajemen merupakan ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif & efisien”

2.2. Prinsip Dasar Manajemen
Manajemen sering didefinisikan sebagai “pencapaian tujuan melalui orang lain”. Kedengarannya memang terlalu sederhana, akan tetapi memberi kita gambaran tentang beberapa hal mendasar.

  1. Yang pertama berkaitan dengan “pencapaian tujuan”. Manajemen selalu berkaitan dengan sebuah usaha untuk mencapai tujuan tertentu dan bukan semata-mata sebuah posisi atau jabatan di dalam perusahaan. Banyak orang memiliki jabatan “manajer”, akan tetapi dalam kenyataannya mereka hanya menjalankan kedudukan dan bukan mengarahkan sesuatu ke arah pencapaian tujuan yang tertentu.
  2. Pokok yang kedua adalah berkaitan dengan aspek “melalui orang lain”. Sebagai sebuah aktivitas, manajemen selalu menyangkut orang-orang lain, yakni bawahan-bawahan; dan pada usaha untuk mengarahkan atau mengkoordinasi kerja dari orang-orang tersebut. Meskipun setiap manajer memang memiliki tugas-tugas khusus yang hanya bisa dilakukan olehnya, peran seorang manajer lebih didasarkan pada kenyataan bagaimana dia mengkoordinasi dan mengarahkan aktivitas-aktivitas bawahannya. Dalam arti ini, seorang manajer seharusnya lebih mementingkan pencapaian hasil dari para bawahannya daripada prestasinya sendiri. Sebab pencapaian hasil bersama itulah yang menentukan keberhasilan dari organisasi secara keseluruhan.

2.3. Unsur-unsur Manajemen
Unsur – unsur Manajemen Terdiri dari 6 M:

  1. Man (Manusia), misal: Tenaga kerja (karyawan, buruh)
  2. Material (Barang), misal: Bahan baku, bahan pelengkap, spare part
  3. Machine (Mesin)
  4. Money (uang/ modal)
  5. Method (Metode)
  6. Market (pasar)

2.4. Manajemen sebagai sebuah profesi
Sebagai sebuah profesi, manajemen memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

  1. Merupakan sebuah spesialisasi yang memiliki prinsip-prinsip, ketrampilan dan teknik-teknik analisis tertentu,
  2. Memiliki aturan main dan kode etik tertentu.
  3. Bersifat universal. Manajer-manajer yang sudah terlatih baik bisa dengan mudah dipindahkan dari industri yang satu ke industri yang lain. Meskipun untuk ini ada catatan, yakni: Untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan teknis tertentu yang semula tidak dimiliki oleh seorang manajer, sebuah proses transfer belum bisa dijamin berhasil sebelum ketrampilan teknis tersebut bisa dipelajari lebih dahulu. Misalnya, seorang bekas jendral angkatan darat sudah pensiun dan diserahi posisi sebagai presiden direktur sebuah pabrik. Sebelum dia mengambil posisi tersebut dia berkeliling selama setahun ke fasilitas-fasilitas pabrik itu dan belajar tentang proses-proses teknis bisnis pabrik tersebut. Setelah itu barulah pengalaman dan ketrampilan manajerial yang dimilikinya di angkatan darat bisa lebih efektiv.

2.5. Tanggung jawab manajemen:

  1. Manajemen di dunia usaha, baik for profit maupun sosial, setidak-tidaknya bertanggung jawab pada empat kelompok: para pemegang saham atau Yayasan pendiri, karyawan / pekerja, pelanggan, dan masyarakat umum.
    Kepada para pemegang saham, manajemen bertanggung jawab untuk melindungi modal yang ditanamkan dan mengusahakan hasil yang lebih dari penanaman modal tersebut. Manajemen tidak hanya bertanggung jawab untuk hasil jangka pendek tetapi juga hasil jangka panjang.
    Kepada karyawan atau pekerja manajemen memiliki berbagai jenis tanggung jawab. Manajemen harus berusaha untuk menyediakan pekerjaan yang tetap dengan upah yang memadai; menjaga kondisi dan keselamatan kerja yang baik; dan rasa aman secara ekonomis setelah masa pensiun.
  2. Kepada pelanggan manajemen harus menyediakan produk berkualitas dengan harga yang bersaing dan menyediakan pelayanan perbaikan atau perawatan yang memadai.
  3. Kepada masyarakat umum, manajemen bertanggung jawab untuk selalu menjadi anggota masyarakat yang baik. Ini berarti ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, menjaga lingkungan dari pencemaran, dsb.

BAB III. FUNGSI MANAJEMEN
3.1. Fungsi Dasar Manajemen
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenaiapa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen. Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan dikemukakannya pendapat beberapa penulis sebagai berikut:

  1. Louis A. Allen : Leading, Planning, Organizing, Controlling.
  2. Prajudi Atmosudirdjo : Planning, Organizing, Directing, atau Actuating and Controlling.
  3. John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Command -ing, and Controlling.
  4. Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
  5. Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting.

Luther Gullick mengemukakan bahwa tugas manager dalam pelaksanaan manajemen meliputi fungsi-fungsi yang dapat dirumuskan dengan memory deviceI POSDCORB, yaitu planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting dan budgeting

  1. Koontz dan O’Donnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning, Controlling.
  2. William H. Newman : Planning,Organizing,Assembling,Resources,Directing,Controlling.
  3. Dr. S.P. Siagian., M.P.A : Planning, Organizing, motivating and Controlling.
  4. William Spriegel : Planning, organizing, Controlling
  5. Lyndak F.Urwick :Forecasting, Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
  6. Winardi: Planning, Organizing, Coordinating, Actuating, Leading, Communication, Controlling
  7. The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.
  8. James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading, and Controlling.
  9. George R. Terry : dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” Planning, Organizing, , Actuating and Controlling.

Menurut Terry keempat fungsi dasar manajemen tersebut sangat fundamental dalam setiap proses manajemen, hingga dia mengemukakan pula semacam alat untuk mengingat-ingat ( Memory Device ), yaitu apa yang disebut oleh Terry dengan istilah POAC.
Dari uraian di atas ternyata bahwa dalam berbagai teori yang nampak beraneka ragam itu terdapat banyak kesamaan yang fundamental, hingga dapat ditarik kesimpulan bahwa berbagai fungsi dasar manajemen yang dikemukakan oleh para pakar tersebut memang merupakan fungsi-fungsi yang terdapat dalam proses manajemen, namun sudut pandang dan pengelompokkannya yang berbeda.
Namun demikian di dalam prakteknya pendapat George R. Terry lebih banyak dijadikan sebagai acuan. Hal ini disebabkan karena disamping lebih sederhana, disebabkan pula karena fungsi-fungsi dasar manajemen yang dikemukakan oleh para pakar yang lain sudah tercakup di dalam keempat fungsi dasar manajemen yang dikemukakan oleh George R. Terry.
Fungsi Coordinating misalnya, menurut Terry fungsi ini juga terdapat dalam proses manajemen, namun sudah tercakup di dalam keempat fungsi dasar yang dikemukakannya. Demikian pula halnya dengan Leading, menurut Terry fungsi tersebut di dalam proses manajemen memang ada, namun sudah tercakup di dalam fungsi Actuating.
Kemudian Forecasting, sebagai tahap pertama dalam proses manajemen. Para ahli lainpun sepakat bahwa kegiatan Forecasting tersebut terdapat dalam proses manajemen, namun sudah tercakup atau merupakan bagian dari fungsi dasar Planning.
Sedangkan Directing menurut Terry fungsi tersebut bagian anak unsur daripada fungsi dasar Actuating. Atau dengan kata lain bahwa di dalam fungsi dasar Actuating sudah tercakup pula fungsi Directing.

Secara umum fungsi-fungsi Utama yang dijalankan manajemen adalah merencanakan, (planning) mengorganisasi (organizing), Aktualisasi (Actuating) dan mengontrol (controlling).

1). Perencanaan (Planning):
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :

  1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
  2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
  3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
  4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
  5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
  6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner : Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
Perencanaan adalah menentukan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Ini berarti menyangkut pengambilan keputusan berhadapan dengan pilihan-pilihan. Seorang manajer harus memahami dan bisa menangkap peluang-peluang yang datang, dan memiliki pula kemampuan untuk menciptakan peluang-peluang. Dia harus mampu membuat analisa atas peluang-peluang tersebut dan mengambil keputusan untuk memilih yang terbaik sesuai dengan kondisi dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Keputusan-keputusan misalnya harus diambil untuk menentukan rantai produk mana yang akan ditawarkan dengan diskon, harga-harga mana harus dirubah, metode produksi yang digunakan, gaji atau upah yang harus dibayar atau riset dan penelitian yang harus diadakan, dsb.
Ada dua jenis perencanaan: jangka panjang dan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang tentu saja harus bertitik tolak dari tujuan jangka panjang dari perusahaan yang bersangkutan dan langkah-langkah yang harus diambil. Misalnya, untuk mendapatkan posisi di pasar tertentu barangkali perlu memperkenalkan satu produk tertentu tahun ini, dan produk yang lain tahun depan, dan membangun pabrik baru di tahun ketiga, dst. Dalam perencanaan jangka pendek, manajer itu harus menterjemahkan secara tepat langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengembangkan dan memperkenalkan produk baru tersebut. Untuk perencaaan jangka lebih pendek lagi, dia harus mulai memesan material tertentu dan mempersiapkan pekerja. Semakin pendek jangka perencanaan, semakin harus spesifik perencanaan tersebut.
Adapun salah satu fungsi manajemen yang tercakup dalam fungsi Planning, yaitu :

  • Forecasting Forecasting adalah meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai  kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan. Misalnya suatu akademi meramalkan jumlah mahasiswa yang akan melamar belajar ke akademi tersebut. Ramalan tersebut dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya jumal lulusan SLTA. Suatu perusahaan industri harus mengadakan forescasting tentang penjualan hasil produksi dengan memperhatikan jumlah penduduk pada daerah penjualan, income perkapita anggota masyarakat, kebiasaan membeli dsb.
  • Budgeting  Fungsi planning termasuk budgeting yang dimaksudkan fungsi manajemen dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi menetapkan peraturan dan pedoman pelaksanaan yang harus dituruti dan menetapkan ikhtiar biaya yang diperlukan dan pemasukan uang yang diharapkan akan diperoleh dari rangkaian tindakan yang akan dilakukan. Oleh karenanya lebih tepat bila perencanaan atau planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan, police,prosedure, budget dan pogram dari suatu organisasi.

Kesimpulan Fungsi Perencanaan

  • proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat  untuk mewujud kan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan

  • Menetapkan tujuan dan target bisnis
  • Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
  • Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
  • Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

2). Mengorganisasi (Organizing)
Fungsi ini berkaitan dengan usaha untuk menetapkan jenis-jenis kegiatan yang dituntut untuk mencapai suatu tujuan tertentu, mengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan jenisnya supaya lebih mudah ditangani oleh bawahan. Fungsi ini mengandai kan bahwa seorang manajer bisa mendelegasikan otoritasnya kepada bawahannya dan bawahannya bisa memahami tanggung jawabnya masing-masing.
Struktur organisasi bisa bermacam-macam dan tidak boleh dilihat sebagai tujuan pada dirinya sendiri. Struktur organisasi barulah efektiv kalau bisa mempermudah perusahaan mencapai tujuan utamanya, bukan hanya karena terlihat “teratur” dan “manis”.
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur  untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

Adapun cakupan Fungsi Organizing antara lain :

Penempatan Orang (Staffing)
Istilah staffing diberikan oleh Luther Gulick,Harold Koonz dan Cyril O’Donnel sedangkan assembling resources dekemukan oleh William Herbar Newman : istilah itu cenderungmengandung pengertian yang sama.
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia
pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberikan daya guna maksimal kepada organisasi
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi
Fungsi ini menyangkut usaha untuk mengembangkan dan menempatkan orang-orang yang tepat di dalam berbagai jenis pekerjaan yang sudah didisain lebih awal dalam organisasi. Lebih jauh lagi fungsi ini meliputi hal-hal seperti pengembangan sumber daya manusia, proses penilaian dan promosi, pelatihan. Salah satu aspek penting dari fungsi ini adalah mengidentifikasi orang-orang di dalam organisasi yang berpotensial untuk dikembangkan sebagai manajer. Good managers develop managers.

Kesimpulan Fungsi Pengorganisasian

  • proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian

  • Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
  • Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
  • Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
  • Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat

4). Aktualisasi (actuating)
Actuating atau aktualisasi / pelaksanaan adalah salah satu fungsi manajemen untuk melaksanakan kegiatan manajemen berdasarkan Planning, Organizing yang telah digariskan serta menggunakan pengendalian atau controlling tertentu. Adapun cakupan Actuating antara lain :

a.Memimpin (Leading)
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :

  • Mengambil keputusan
  • Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
  • Memeberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
  • Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

b. Directing (mengarahkan)/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
Dengan kata lain Directing biasa juga disebut supervisi. Ini menyangkut pembinaan motivasi dan pemberian bimbingan kepada bawahan untuk mencapai tujuan utama. Secara umum bisa dikatakan bahwa pekerja-pekerja akan berprestasi lebih baik pada pekerjaan di mana mereka persis tahu apa yang diharapkan dari mereka. Lebih jauh lagi, para pekerja tersebut akan lebih menghargai pekerjaannya kalau mereka bisa melihat bagaimana kaitan perkerjaan mereka dengan gambar keseluruhan dari organisasi. Mengerjakan sesuatu hanya karena atasan menyuruh demikian biasanya tidak bisa menghasilkan secara maksimal.

c. Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

d. Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukanberbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Salah satu aspek penting dari fungsi ini adalah fungsi koordinasi, yang berarti penciptaan suatu harmoni dari individu-individu yang berkerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Kemampuan komunikasi menjadi kunci keberhasilan fungsi ini.

Kesimpulan Fungsi Pengarahan dan Implementasi

  • proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi

  • Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
  • Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
  • Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

e. Mengontrol (Controlling)
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula
Fungsi ini dijalankan untuk menjamin bahwa perencaan bisa diwujudkan secara pasti. Ada banyak alat-alat analisa untuk suatu proses kontrol yang efektiv. Proses kontrol pada dasarnya selalu memuat unsur: perencanaan yang diterapkan, analisa atas deviasi atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, dan menentukan langkah-langkah yang perlu untuk mengoreksi.
Fungsi lain dalam cakupan fungsi controlling, antara lain :.
Reporting Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

Kesimpulan Fungsi Pengawasan dan Pengendalian

  • proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian

  • Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
  • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
  • Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

3.2. Fungsi Manajer dalam Cakupan Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi lain dari seorang  manajer dalam Actuating
Apa yg telah dibicarakan di atas adalah fungsi-fungsi manajer ke dalam perusahaan, sering disebut internal function of manager. Jadi fungsi-fungsi manajer ke dalam perusahaan dapat di lihat dari dua sudut yaitu:

  1. Dari sudut proses yakni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan.
  2. Dari sudut subjek atau bidang yaitu keuangan, personalia, pemasaran, pembelian, produk

Dalam bidang pemasaran, para manajer harus mengusahakan agar hasil-hasil  produksinya dapat disalurkan dari saluran-saluran distribusi yang tepat sehingga harga penjualannya dapat dijangkau oleh tenaga pembeli kaum konsumen
Selain fungsi manajer ke dalam perusahaan, ada pula  fungsi-fungsi manajer keluar perusahaan, yang kita sebut external function of a manager. Fungsi manajer ke luar perusahaan ini ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

  1. mewakili perusahaan di bidang pengadilan
  2. mengambil kegiatan sebagai warga Negara biasa
  3. mengadakan hubungan dengan unsur masyarakat (stakeholder)

Setiap perusahaan tidak berdiri sendiri, ia memerlukan hubungan dengan unsure masyarakat. Baik tidaknya hubungan perusahaan dengan unsure masyarakat memegang peranan penting dalam berhasil tidaknya seorang manajer untuk merealisasikan tujuannya. Untuk menghadapi masyarakat luar, manajer perusahaan harus melaksanakan kegiatan, antara lain sebagai berikut:

  1. mengadakan pengumuman, komunike-komunike, dan artikel-artikel
  2. menyelenggarakan konferensi pers dan pertemuan
  3. menyelenggarakan pameran
  4. mengatur siaran melalui radio/media
  5. mengadakan kontak dengan unsur pemerintah dan masyarakat
  6. membuat analisa dari pendapat umum
  7. menerima kunjungan pihak luar ke dalam perusahaan

3.3. Alur Kegiatan, Sumber daya organisasi, Tujuan dan Perbedaan Pandangan Fungsi Manajemen.
Alur Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen

Perbedaan pandangan dalam  Fungsi-fungsi Manajemen

3.4. Fungsi Operasional dalam Manajemen
Adapun Fungsi Operasional dalam manajemen, yaitu :

a. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah
b. Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan
c. Manajemen Operasi/Produksi
Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi
d. Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan
e. Manajemen Informasi
Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat

BAB IV. PENDEKATAN DALAM PROSES MANAJEMEN
4.1.Proses Manajemen

4.2. Proses Analisis Dan Sintesis
Proses Analisis yaitu proses yang berusaha untuk mengurai/ memisah-misahkan sesuatu yang sedang kita amati

4.3. Manajemen dan Kepemimpinan
Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan 
Tahap-tahap yg diperlukan dalam mengubah sikap/ tingkah laku organisasi:

  1. Tahap permulaan (pengetahuan)
  2. Tahap pencerminan sikap & motivasi
  3. Tahap tingkah laku kelompok
  4. Tahap Perilaku  organisasi

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Pergaulan Manusia dengan masyarakat & alam disekitarnya akan membentuk kebiasaan – kebiasaan tertentu. Kebiasaan yg selalu berulang-ulang akan menjadi “BUDAYA”

Tiga Tingkatan manajemen (Manajemen Level) dalam Organisasi
1) Manajemen Puncak (Top Management)
Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
2) Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)
Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional
3) Manajemen Tingkat Bawah (Low Management)
Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.

Ketrampilan manejemen yang dibutuhkan :

  1. Ketrampilan Konsepsional (conseptual skill)
  2. Ketrampilan Kemanusiaan atau komunikasi (human skill)
  3. Ketrampilan Teknis (Teknik skill)

4.4. Ciri-ciri Manajer Profesional

  1. Manajer profesional adalah manajer yang mampu menciptakan atau membuat kedua belah pihak menjadi senang, bahagia, serta bangga (SBB)
  2. Manajer tidak profesional adalah manajer yang akan menciptakan suasana dikedua belah pihak, baik pihak yang dilayani maupun pihak yang melayani merasakan suasana yg mengecewakan, menyedihkan/ menderita, dan memalukan.

Profesionalisme yang dirasakan oleh konsumen
Profesionalisme yang dirasakan oleh manajer dan karyawan

Profesionalisme yang dirasakan konsumen

  1. Konsumen merasa senang karena memperoleh barang/jasa yang berkualitas dengan harga yang terjangkau
  2. Konsumen merasa bahagia karena dapat menikmati kehidupan yang lebih nyaman, karena menikmati produk yang dibutuhkan dan diharapkan.
  3. Konsumen dibuat bangga dengan produk yang dimilikinya
  4. Kebanggaan konsumen pada umumnya memiliki 2 keunggulan : a) Hi Tech (High Technology) dan b) Hi Touch (High Touch)

4.5. Pendekatan Sistem Manajemen
Definisi Sistem : Suatu agregasi (kumpulan) elemen  yang dinamis, yg berhubungan satu sama lain dan saling tergantung, serta berjalan sesuai dengan hukum2 yg berlaku. Sistem ada 2 yaitu:

  1. Sistem Tertutup (Closed System)
  2. Sistem Terbuka (Opened System), cirinya: adanya prinsip “Cybernetic”, yaitu prinsip umpan-balik (feedback)

Pendekatan Dalam Mempelajari Manajemen
Ada 3 yaitu:

  1. Pendekatan Tradisional
  2. Pendekatan Kuantitatif
  3. Pendekatan Tingkah Laku

Pendekatan terhadap Analisis Manajemen:

  1. Pendekatan Empiris atau kasus
  2. Pendekatan perilaku antarpribadi
  3. Pendekatan perilaku kelompok
  4. Pendekatan sistem sosial kooperatif
  5. Pendekatan sistem sosioteknis
  6. Pendekatan teori keputusan
  7. Pendekatan sistem
  8. Pendekatan matematis atau ilmu manajemen
  9. Pendekatan kontingensi atau situasional
  10. Pendekatan peran manajemen
  11. Pendekatan operasional

4.6. Pendekatan-Pendekatan Manajemen
Pemikiran tentang manajemen telah dipengaruhi oleh banyak disiplin ilmu pengetahuan yang telah mapan, seperti Ilmu Ekonomi, Teknik, Hukum, Administrasi Negara, Psikologi, Sosiologi dan lain-lain.
Pengaruh dari disiplin-disiplin ilmu tersebut menyebabkan berbagai pikiran tentang manajemen berbeda, dan antara yang satu dengan yang lain pun berbeda pula. Peristiwa ini menimbulkan berbagai macam aliran manajemen, teori manajemen, ajaran manajemen maupun berbagai pendekatan dalam Ilmu Manajemen.
Berbagai buku teks telah membahas adanya bermacam-macam pendekatan manajemen dan jika buku-buku teks tersebut kita gabung, maka akan kita jumpai sedikitnya terdapat 12 pendekatan manajemen yang masing-masing mempunyai identitas yang jelas.

(1) Pendekatan yang pertama adalah pendekatan empirikal atau kasus.Di dalam pendekatan ini dipelajari pengalaman-pengalaman, peristiwa-peristiwa atau kasus-kasus daripada manajemen. Atas dasar pengalaman, peristiwa dan kasus dapat dipelajari bagaimana sukses diraih atau bagaimana kegagalan seseorang terjadi.
Kelemahan utama di dalam pendekatan empirikal ini adalah bahwa pengalaman saja belumlah cukup untuk merumuskan pedoman tindakan di masa depan, sebab kondisi yang ada di masa yang akan datang hampir tidak pernah sama dengan kondisi di masa lalu.
Untuk itu agar pendekatan empirikal ini dapat dilakukan secara lebih efektif diperlukan cara berfikir kreatif untuk meramalkan kondisi-kondisi masa depan melalui gejala-gejala yang ada pada masa kini.

(2) Pendekatan yang kedua adalah pendekatan inter-personal. Cara mempelajari manajemen melalui pendekatan inter-personal ini adalah dengan mempelajari hubungan antar-pribadi yang terjadi dalam organisasi.
Dasar pemikiran pendekatan inter-personal ini adalah bahwa usaha untuk mencapai tujuan tidaklah mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri atau melalui pribadi-pribadi, melainkan para pribadi ini harus bekerjasama dengan pribadi-pribadi lain. Dalam bentuk kerjasama tersebut terjadilah kontak hubungan pribadi dan dalam hubungan pribadi ini terjadi peristiwa manajemen yang menjadi obyek penelitian.

(3) Pendekatan yang ketiga adalah pendekatan perilaku kelompok. Dengan menggunakan pendekatan ini dapat diperoleh rumusan tentang berbagai faktor yang mempengaruhi tindakan manusia dalam mencapai tujuannya atau yang lebih dikenal sebagai faktor lingkungan manajemen dan organisasi.
Dengan bantuan Ilmu Sosiologi, di dalam pendekatan perilaku kelompok ini dapat dipelajari hubungan antar kelompok. Dalam hubungan antar kelompok dapat ditemukan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan seseorang dalam kegiatan manajemen dan organisasi.
Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah sikap, kebiasaan, tekanan, konflik, perbedaan budaya, organisasi informal, kondisi sosial, insentif dan lain sebagainya.

(4) Pendekatan yang keempat adalah pendekatan sistem sosial kerjasama.Pendekatan ini mempelajari manajemen dengan mempelajari hubungan manusia di dalam sistem sosial kerjasama.
Dalam sistem sosial kerjasama ternyata faktor distribusi akan hasil kerjasama sangat mempengaruhi kerjasama itu sendiri. Dengan demikian pendekatan ini memperkenalkan kaidah keadilan bagi suksesnya suatu kerjasama antar manusia dalam kelompok kerjasama antar mereka.

(5) Pendekatan yang ke lima adalah pendekatan sistem sosial teknikal. Akibat kemajuan di bidang teknologi yang dirintis sejak zaman revolusi industri, penggunaan alat-alat kerja dan mesin-mesin yang semakin canggih telah memberikan pengaruh yang besar dalam keseimbangan kerjasama antar manusia.
Oleh sebab itu kaidah keadilan saja tidaklah cukup untuk menjamin kelangsungan kerjasama antar manusia, tetapi sistem keteknikan juga harus dipertimbangkan dan dibuat keseimbangan antara sistem social dengan sistem keteknikan tersebut, guna menjamin kelancaran kerjasama.

(6) Pendekatan yang keenam adalah pendekatan teori keputusan. Pendekatan ini mempunyai pandangan bahwa sukses dan tidaknya usaha mencapai tujuan tergantung pada pemilihan alternatif kegiatan mencapai tujuan itu sendiri.
Hal tersebut dapat dimaklumi karena untuk kegiatan mencapai tujuan memang memiliki banyak alternatif, banyak jalan dan cara. Dengan alat bantu analisis berupa model-model dan matematika ( operation research ), maka pilihan alternatif keputusan akan bertambah baik.

(7) Pendekatan yang ketujuh adalah pendekatan sistem. Pendekatan ini di dalam mempelajari manajemen menggunakan teknik sistem manajemen secara total, kemudian dipelajari sub-sub sistemnya, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan sebagainya.
Sumbangan pendekatan sistem ini pada Ilmu Manajemen adalah dapat diketahuinya hubungan yang teratur antara sub-sub sustem manajemen, sehingga berdasarkan pengetahuan ini orang dapat menciptakan mesin-mesin untuk kepentingan manajemen.

(8) Pendekatan yang kedelapan adalah pendekatan operasional. Pendekatan ini mempelajari manajemen dengan mempelajari praktek- praktek para manager. Hasilnya para manager di dalam menjalankan tugasnya ternyata menggabungkan berbagai ilimu pengetahuan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Dengan demikian di dalam pendekatan operasional ini tugas manager adalah memilih berbagai ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mengetahui masalah dalam praktek manajemen.

(9) Pendekatan yang kesembilan adalah pendekatan peran tim manajemen. Pendekatan ini mempelajari manajemen dari sisi “bagaimana” para manager bekerja.
Dari hasil pengamatan para pendukung pendekatan peran tim manajemen ini disimpulkan bahwa para manager tidak pernah bekerja sendirian, melainkan mereka bekerja secara tim.
Kesimpulan pendekatan ini adalah pembedaan peran manager yang dapat dibedakan ke dalam 4 (empat) peran, yaitu :

  1. Sebagai Produser;
  2. Sebagai Administrator;
  3. Sebagai Enterpreneur;
  4. Sebagai integrator

(10) Pendekatan yang kesepuluh adalah pendekatan kontingensi atau situasional. Pendekatan ini didasarkan kepada kelemahan-kelemahan pada pendekatan empirikal atau kasual, yaitu bahwa kasus yang sama tidak pernah terulang lagi karena situasi dan kondisi yang terus berubah
Berdasarkan kenyataan tersebut, maka para penganut pendekatan kontingensi atau situasional ini menganjurkan agar setiap keputusan manajemen menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat keputusan itu diambil.
Pendapat utama para penganut pendekatan kontingensi atau situasional ini adalah bahwa tidak ada resep terbaik untuk mengatasi masalah tertentu selain menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang berbeda.
Pendekatan kontingensi atau situasional ini memaksa para manager untuk terus memantau perubahan situasi dan kondisi yang terjadi. Dengan demikian peran riset dan pengembangan menjadi bagian penting dalam aktivitas manajemen.

(11) Pendekatan yang kesebelas adalah pendekatan matematikal. Para pakar menemukan bahwa setiap hubungan dapat dibuatkan model matematikalnya. Misalnya hubungan pemakaian bahan baku dengan jumlah yang dapat diproduksi dengan bahan baku yang tersedia.
Sebagai contoh, bahan baku yang tersedia ada 2.000 unit. Produk A setiap unit memerlukan bahan baku sebanyak 4 unit dan produk B unitnya memerlukan bahan baku sebanyak 5 unit. Model matematika dari hubungan ini adalah : 4A + 5B = 2.000.
Didasari oleh penemuan tersebut, maka manajemen pun dapat dipelajari dengan model matematika tersebut

(12) Pendekatan yang terakhir atau pendekatan yang keduabelas adalah pendekatan peran manajerial.
Pendekatan ini mempelajari manajemen dari“apa ” yang dilakukan para manajer sehari-hari.

Para penganut pendekatan peran manajerial ini menemukan bahwa apa yang dikerjakan oleh para manager tidak sama seperti digambarkan sebelumnya, yakni melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan, tetapi melakukan pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

  1. Kepala dalam organisasi;
  2. Pemimpin dalam organisasi;
  3. Wakil organisasi dalam bertindak keluar;
  4. Penerima informasi;
  5. Penterjemah informasi;
  6. Juru bicara/humas organisasi;
  7. Wirausaha;
  8. Penangkal gangguan organisasi;
  9. Pembagi sumber daya dalam organisasi;
  10. Negosiator bagi organisasi.

4.7. Kriteria Keunggulan Manajemen Pendidikan Jaman Sekarang:

  • Kepemimpinan yang visioner
  • Learning-centered Organisation
  • Semangat Belajar Tinggi baik organisasi maupun anggotanya
  • Menghargai dosen/pengajar, staf, dan rekanan
  • Gesit
  • Fokus ke Masa Depan
  • Mengarahkan organisasi pada innovasi
  • Manajemen berbasis data / fakta
  • Punya Tanggung Jawab Sosial
  • Fokus pada hasil yang menciptakan nilai
  • Punya Kerangka strategi yang utuh

4.8. KERANGKA IMPLEMENTASI STRATEGI MANAJEMEN YANG UTUH:

Leadership:
Kemampuan pemimpin untuk merumuskan visi, membangun merumuskan ekspektasi jangka pendek dan jangka panjang, dan menciptakan suasana kondusif untuk inovasi dan keberanian berubah
 
Perencanaan Strategis:
Menyangkut kemampuan organisasi untuk membuat perencanaan formal maupun informal untuk mengantisipasi masa depan. Pengembangan perencanaan strategis bisa menggunakan alat-alat bantu seperti proyeksi, skenario perubahan, prakiraan keuangan, dsb. yang bisa membantu proses pengambilan keputusan untuk bertindak di masa depan dan penggunaan sumber daya yang ada.

Strategi ini bisa dipahami secara luas untuk menyangkut hal-hal seperti: penutupan atau penghapusan jasa atau program tertentu, pengalihan sumber daya, modifikasi kurikulum, penggunaan teknologi, perubahan standard, prioritas penelitian, kerjasama dengan rekanan baru dsb.
(1)  Fokus pada siswa dan pemangku kepentingan:
Kepuasan siswa dan para pemangku kepentingan harus menjadi ukuran dari seluruh jasa dan program yang ditawarkan.
(2) Pengukuran, Analisa dan Penataan Informasi:
Kategori ini menunjukkan kemampuan organisasi untuk memilih, mengumpulkan, menganalisa, mengatur dan memperbaiki aset data dan informasi yang dimiliki.
(3) Fokus pada Tenaga Pengajar, Staf dan Karyawan:
Kategori ini menunjukkan kemampuan organisasi untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif bagi sumber daya manusianya untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tujuan dan sasaran strategis organisasi.
(4)  Manajemen Proses:
Kategori ini melihat proses-proses kunci dalam organisasi yang akan menentukan mutu akhir dari kegiatan organisasi. Dalam hal organisasi pendidikan ini berarti pelaksanaan proses belajar-mengajar. Apakah proses itu sungguh-sungguh mampu menciptakan lingkungan ”learning-centered” yang memberi motivasi siswa untuk belajar.
(5) Hasil Akhir Kinerja:
Kategori ini secara menyeluruh melihat kemampuan organisasi mencapai hasil akhir yang diharapkan. Di dalamnya termasuk: kepuasan para pemangku kepentingan, keuangan, pertumbuhan sumber daya, daya saing di pasar, dsb

BAB V. PERENCANAAN
5.1. Unsur-unsur Perencanaan
Unsur-Unsur Perencanaan:  What, Why,Where, When, Who, & How.  Setiap perencanaan harus didasarkan pada jawaban atas 5 W 1 H.
5.2. Langkah-langkah Perencanaan:

  • Penentuan tujuan yg akan dicapai
  • Pendefinisian unsur-unsur gabungan situasi (SDM, SDA, dan Sumber Daya Modal) secara baik
  • Pendefinisian faktor-faktor yg membantu dan menghambat tujuan. Faktor2 tsb berasal dari faktor internal dan eksternal lingkungan
  • Merumuskan kegiatan yg harus dilaksanakan

5.3. Pendekatan Perencanaan:
Dalam menyusun rencana tahunan manajemen dapat menggunakan salah satu dari tiga (3) pendekatan, sebagai berikut:

  1. Top Down Planning
  2. Bottom Up Planning
  3. Goals Down-Plans Up Planning

5.4. Proses Perencanaan:
Dapat dilakukan dengan 3 macam cara/pendekatan:

  1. Pendekatan Perkembangan yg menguntungkan (Profitable Growth Approach)
  2. Pendekatan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunites, Treaths)
  3. Pendekatan Portofolio dan Kesenjangan Perencanaan

Pendekatan Perkembangan yg menguntungkan (Profitable Growth Approach)

5.5. Bentuk Perencanaan :

1. Ramalan (Forecasting)
2. Sasaran (Target)
3. Kebijakan (Policy)
4. Program
5. Daftar Waktu (Time Schedule)
6. Prosedure Kerja (Prosedure)
7. Anggaran Keuangan (Budget)

5.6. Jenis Rencana :
a.    Rencana Strategis
Ciri perencanaan strategis antara lain :

  • Meliputi masalah dasar
  • Memberikan pedoman untuk perencanaan yang lebih terperinci dan penentuan keputusan manjerial sehari-hari
  • Meliputi masa yang lebih panjang dibanding dengan perencanaan yang lain
  • Merupakan kegiatan tingkat puncak

Mengapa diperlukan perencanaan strategis

  1. Berubahnya tingkat teknologi
  2. Makin sulitnya tugas manajerial
  3. Makin sulitnya lingkungan luar
  4. Makin panjangnya waktu putusan diambil dengan dampaknya dimasa depan

Langkah Pokok dalam Perencanaan strategis:

  1. Menentukan tujuan
  2. Menentukan situasi saat ini
  3. Identifikasi pendukung dan penghambat
  4. Pengembangan rencana dan perangkat tindakan untuk mencapai tujuan

b. Rencana Operasional (Operational Plan)
Terdapat 2 jenis utama dari rencana operasional :
1. Rencana sekali-pakai
2. Rencana Tetap
Pedoman/ Prinsip penyusunan anggaran operasional:
1. Terpusat
2. Terpadu (Integrated)
3. Berkesinambungan (Continue)
4. Menggunakan Pendekatan Multi Instansional

5.7. Proyeksi Masa Depan (forecasting)
Masa depan dapat diramalkan dengan tiga (3) cara, yaitu:

  1. Dengan dasar pertumbuhan tetap , yaitu dengan menggunakan proyeksi sederhana (Lineair Regression ) dari masa lampau dan masa datang.
  2. Dengan memperhatikan adanya perubahan yang dilaksanakan oleh generasi sekarang dan masa yang akan datang sebagai usaha mereka untuk menjawab tantangan.
  3. Dengan memperhatikan kejadian2 yang mungkin terjadi, seperti : Bencana alam, epidemis, keadaan politik dsb.

Dalam hal ini terdapat 3 macam keadaan, yaitu:

  • Ketidakpastian (Uncertainty)
  • Resiko (Risk)
  • Kepastian (Certainty)

Selain itu juga ada beberapa hal yg harus diperhatikan :

  • Arah pertumbuhan atau Arah perkembangan
  • Pengaruh Musiman (Seasonal effect)
  • Pengaruh konjungtur atau siklis (Cyclical effect)

Perbandingan Perencanaan Strategis dan Operasional (Menurut B.Taylor)

Bidang

Perencanaan Strategis

Perencanaan Operasional

Fokus Kelangsungan hidup, jangka panjang, pengembangan Masalah Operasional
Tujuan Laba sekarang dan Masa depan Laba Sekarang
Kendala Lingkungan sumber daya masa depan Lingkungan sumber daya Sekarang
Manfaat Pengembangan potensi Efisien, Stabilitas
Informasi Kesempatan Masa depan Usaha sekarang
Organisasi Kewirausahaan, Luwes Birokratis, Stabil
Kepemimpinan Perubahan Radikal Konservartif
Pemecahan Berantisipasi, mencari cara baru, resiko lebih besar Bereaksi, berdasar pengalaman masa lalu, Resiko kecil

5.8. Perencanaan Produksi
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat luas meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan tertentu. Perencanaan merupakan salah satu sarana manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena itu setiap tingkat manajemen dalam organisasi sangat membutuhkan aktivitas perencanaan
Tujuan perencanaan harus tegas, jelas dan mudah dimengerti. Seringkali perencanaan harus mengalami perubahan, oleh karena itu perencanaan harus besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan.  Sifat luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan dikendalikan terus menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang ditetapkan.
Perencanaan juga merupakan fungsi memilih sasaran perusahaan secara kebijaksanaan, program dan pemilihan langkah-langkah apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan.
Dalam perencanaan produksi kita selalu menginginkan agar diperoleh perencanaan produksi yang baik namun merencanakan proses produksi bukanlah hal yang mudah karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor internal relative mudah dapat dikuasai oleh PPC manager, namun faktor external tidak demikian. Karena itu perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku, artinya dapat dirubah bila diperlukan dan kemungkinan perubahan ini juga harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan  yang baik hanya akan diperoleh dengan didasarkan kepada informasi yang baik dan pengukuran keberhasilan didasarkan kepada standard  yang ditetapkan.

a. Unsur-unsur Perencanaan Produksi
Perencanaan adalah suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di dalamnya terdapat dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Syarat mutlak suatu perencanaan harus mempunyai  tujuan yang jelas dan mudah dimengerti. Perencanaan harus terukur  dan mempunyai standard tertentu.  Perencanaan digolongkan sebagai fakta yang Objective  kebenarannya bahwa pemikiran yang rasional itu tidak atas hayalan belaka tetapi  suatu perhitungan berdasarkan data yang objective.  Walau perecanaan mengandung unsur dugaan/pemikiran namun harus didasarkan pada suatu  standard  yang terukur. Perencanaan adalah sebagai tahap persiapan / tindakan pendahuluan untuk melaksanakan kegiatan dengan memperhatikan penyimpangan yang mungkin terjadi

b. Fungsi  Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha me capai tujuan yang diinginkan perusahaan.
Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu kesatuan.
Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan. Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan yang sejenis. Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan.
Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya  dirumuskan oleh sales department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan.
Untuk mencapai tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan peruhaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi  dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Bagian perencanaan dengan  mudah dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai  dengan sistem, maka setiap  personal  disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan procedure yang diterapkan.
Dengan demikian efektifitas kerja dapat ditingkatkan. Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan, kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya.  Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung pada organisasi  bagian perencanaan itu sendiri, melainkan sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem  yang diterapkan. Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan  oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil keputusan-keputusan yang keliru. Kelancaran proses produksi ditentukan oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi
Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan.  Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis perusahaan, sumberdaya  dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan datang,  tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit  dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pengukuran keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya  apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis.
Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah standar produksi meliputi waktu, mutu, jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jangka waktu tertentu di perusahaan ini.  Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan yang diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar yang objectif.

c. Fungsi pengendalian persediaan
Persediaan adalah barang milik perusahaan  dengan maksud untuk dijual (barang jadi) atau barang dalam process produksi atau barang yang menunggu penggunaannya dalam process produksi (bahan baku).  Fungsi dasar pengendalian persediaan baik bahan baku, barang dalam proses  maupun barang jadi banyak sekali. Fungsi tersebut meliputi proses berurutan  mulai dari timbulnya kebutuhan, pembelian, pengolahan, delivery.
Permasalahan utama  persediaan  yang timbul yaitu bagaimana fungsi tersebut  dapat mengatur persediaan sehingga setiap permintaan dapat dilayani akan tetapi  biaya persediaan harus minimum. Bila persediaan cukup banyak, permintaan dapat segera dilayani akan tetapi menyebabkan biaya penyimpanan barang tersebut akan menjadi sangat mahal. Dengan memperhatikan hal tersebut diambil keputusan untuk menentukan nilai persediaan.
Menentukan nilai persediaan sangat tergantung kepada jenis perusahaan, modal kerja dan omzet perusahaan serta lead time untuk mendapatkan barang tersebut. Karena PT. Samudra Montaz sebagai perusahaan converting yang bersifat memenuhi permintaan pelanggan pada periode yang akan datang maka, besarnya kebutuhan akan barang tersebut tidak dapat ditentukan sebelum disepakati sales contract. Sebagian besar bahan baku sudah dialokasikan untuk produk tertentu karena pembelian dilakukan setelah bagian perencanaan menerima GR Order Confirmation yang sudah disetujui oleh pimpinan perusahaan.  Fungsi pengendalian persediaan adalah bagian dari fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya material produksi dan material pembantu agar  proses produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan
Fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya material produksi dan material pembantu agar  proses produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Keperluan meminimumkan persediaan berhubungan dengan besarnya biaya yang diperlukan  oleh persediaan yaitu :

d.Biaya pembelian.
Yang dimaksud biaya pembelian dalam hal ini adalah biaya pembelian bahan baku untuk produksi. Pembelian skala besar dapat mengurangi biaya pembelian dengan adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan Supplier dengan konsekwensi biaya transportasi yang ditanggung Supplier relative lebih murah karena pengangkutan barang dilakukan tidak terlalu sering, namun perlu diperhitungkan apakah potongan harga tersebut lebih kecil dari biaya  penyimpanan. Disamping itu jumlah persediaan yang cukup dapat mempercepat delivery sehingga tidak menimbulkan kekecewaan pelanggan. Karena jenis perusahaan memproduksi suatu barang sesuai permintaan pelanggan dimana permintaan tersebut akan dipenuhi pada waktu yang akan datang, cara pembelian tersebut tidak menguntungkan karena penyimpanan barang tersebut membutuhkan  ruang yang luas dan waktu penyimpanan yang relative lama

e. Biaya penyimpanan
Biaya  penyimpanan meliputi biaya penyediaan ruang  yang diperlukan untuk menampung barang tersebut, biaya perawatan atas resiko kerusakan,  serta biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk merawat dan mengamankan barang tersebut dari segala macam bentuk gangguan. Selain itu biaya penyimpanan juga berkaitan dengan biaya bunga  dimana semakin besar dana yang dialokasikan pada persediaan akan mengakibatkan  alokasi  akan investasi yang lain akan terhambat  atau  dilakukan dengan suntikan dana dari kreditur dalam hal ini adalah Bank.
Sesuai dengan sifat perusahaan yang memenuhi permintaan  pelanggan pada waktu yang akan datang  maka  persediaan bahan baku dasar, tinta spesial yang tidak diperuntukan untuk order produksi tertentu (bebas) adalah nol.

PERENCANAAN PRODUKSI

  • Setelah permintaan akan datang diketahui, kemudian dibuat rencana produksi untuk jangka waktu tertentu.
  • Jangka waktu tersebut meliputi suatu periode beberapa minggu sampai setahun.
  • RENCANA PRODUKSI mencakup jumlah produk yang diinginkan pada waktu yang tepat dengan biaya minimum & berkualitas.
  • RENCANA PRODUKSI menjadi dasar pembuatan anggaran operasi, keperluan SDM dan jam kerja biasa atau lembur. Kemudian untuk menetapkan peralatan dan tingkat persediaan.

3 (tiga) sumber yg dapat digunakan jika ada permintaan:

  1. Produksi yang ada atau yang sedang dilakukan.
  2. Persediaan yang ada atau yang masih ada di gudang.
  3. Produksi dan persediaan yang masih ada.

Satu faktor yang sering menjadi pertimbangan dalam perencanaan produksi adalah KESTABILAN KEMAMPUAN KERJA.
Jika permintaan adalah secara siklus, seorang pekerja harus memilih salah satu dari variasi ukuran kekuatan kerja atau mengunakan persediaan untuk memenuhi permintaan tsb.

  • Jika menggunakan persediaan & tingkat kekuatan kerja untuk memenuhi permintaan secara siklus, mempunyai keuntungan keuangan yang langsung terdapat penanaman modal yang lebih rendah dalam pabrik dan peralatan.
  • Jika permintaan meningkat, perlu perluasan ukuran dari kekuatan kerja, menambah efisiensi atau mengurangi jumlah jumlah jam per unit atau menambah jam kerja yang ada.
  • Jika permintaan menurun, perlu pengurangan ukuran kekuatan kerja jika efisiensi tetap dipertahankan
  • Jadi Perencanaan Produksi harus disesuaikan dengan permintaan, kebijaksanaan perusahaan & produksi yang ekonomis

Pada saat Rencana Produksi selesai dibuat, ada 2 alasan penyesuaiannya:

  1. Permintaan nyata (sebenarnya) dapat berbeda dari ramalan permintaan yang telah digunakan untuk membuat rencana produksi tersebut.
  2. Produksi nyata yang mungkin tidak sama dengan produksi yang direncanakan.

Metode untuk menyesuaikan rencana produksi:

  1. Metode rata-rata ditimbang.
  2. Metode penyamarataan (leveling)

5.9. Perencanaan dan Pengendalian  Produksi
Perencanaan dan Pengendalian produksi yaitu merencanakan kegiatan-kegiatan produksi, agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
Perencanaan Produksi adalah aktivitas untuk menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-sumber yang dibutuhkan.
Pengendalian Produksi adalah aktivitas yang menetapkan kemampuan sumber-sumber yang digunakan dalam memenuhi rencana, kemampuan produksi berjalan sesuai rencana, melakukan perbaikan rencana.

a. Tujuan Utama

  1. Memaksimumkan pelayanan bagi konsumen
  2. Meminimumkan investasi pada persediaan
  3. Perencanaan kapasitas
  4. Pengesahan produksi dan pengendalian produksi
  5. Persediaan dan kapasitas
  6. Penyimpanan dan pergerakan material
  7. Peralatan, routing dan proses planning, dll.

b. Tujuan dan Fungsi Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Tujuan Perencanaan dan Pengendalian Produksi

  1. Mengusahakan agar perusahaan dapat berproduksi secara efisien dan efektif
  2. Mengusahakan agar perusahaan dapat menggunakan modal seoptimal mungkin
  3. Mengusahakan agar perusahaan dapat menguasai pasar yang luas
  4. Untuk dapat memperoleh keuntungan yang cukup bagi perusahaan.

Fungsi Perencanaan dan Pengendalian Produksi

  1. Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dalam jumlah produk sebagai fungsi dari waktu
  2. Memonitor permintaan yang actual, membandingkannya dengan ramalan permintaan sebelumnya dan melakukan revisi atas ramalan tersebut jika terjadi penyimpangan.
  3. Menetapkan ukuran pemesanan barang yang ekonomis atas bahan baku yang akan dibeli.
  4. Menetapkan system persediaan yang ekonomis.
  5. Menetapkan kebutuhan produksi dan tingkat persediaan pada saat tertentu.
  6. Memonitor tingkat persediaan dan melakukan revisi rencana produksi pada saat yang ditentukan.
  7. Membuat jadwal produksi, penugasan serta pembebanan mesin dan tenaga kerja yang terperinci.

c.  Tingkatan Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Perencanaan Jangka Panjang
Kegiatan peramalan usaha, perencanaan jumlah produk dan penjualan, perencanaan  produksi, perencanaan kebutuhan bahan dan perencanaan financial.
Perencanaan Jangka Menengah
Perencanaan kebutuhan kapasitas, perencanaan kebutuhan material, jadwal induk produksi dan perencanaan kebutuhan distribusi.
Perencanaan Jangka Pendek
Kegiatan penjadwalan perakitan produk akhir, perencanaan dan pengendalian input-output, pengendalian kegiatan produksi, perencanaan dan pengendalian purchase dan manajemen proyek.

d. Kegiatan Perencanaan dan Pengendalian Produksi

  1. Peramalan kuantitas permintaan
  2. Perencanaan pembelian / pengadaan : jenis, jumlah dan waktu
  3. Perencanaan persediaan : jenis, jumlah dan waktu
  4. Perencanaan kapasitas : tenaga kerja, mesin dan fasilitas.
  5. Penjadwalan produksi dan tenaga kerja
  6. Penjaminan kualitas
  7. Monitoring aktivitas produksi
  8. Pengendalian produksi
  9. Pelaporan dan pendataan.

e. Pengertian system Manufaktur
Manufaktur adalah kumpulan operasi dan aktivitas yang saling berhubungan untuk membuat suatu produk meliputi : perancangan produk, pemilihan material, perencanaan proses, perencanaan produksi, produksi, inspeksi, manajemen dan pemasaran. Produksi adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk membuat produk. Proses Produksi manufaktur adalah aktivitas system manufaktur terkecil yang dilakukan untuk membuat produk, yaitu : proses permesinan maupun proses pembentukan lainnya.
Rekayasa Manufaktur adalah kegiatan perancangan, operasi dan pengendalian proses manufaktur. Sistem manufaktur adalah suatu organisasi yang melaksanakan berbagai kegiatan manufaktur yang saling berhubungan, dengan tujuan menjembatani fungsi produksi, agar dicapai performansi produktivitas total system yang optimal, seperti waktu produksi, ongkos dan utilitas mesin.

f. Klasifikasi system Manufaktur
a. Tipe produksi

  1. Make to stock (MTS)
  2. Asseble to order (ATO)
  3. Make to Order (MTO)
  4. Engineering to Order (ETO)

b. Volume Produksi
Produksi massa
Produksi Massa memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Laju serta tingkat produksi pada produksi massa umumnya tinggi, Permintaan terhadap produk yang dihasilkan tinggi, Peralatan umumnya mempunyai fungsi khusus, Keahlian tenaga kerja tidak terlalu tinggi sebagai akibat dari fungsi peralatan yang khsusus
Produksi batch
Produksi Batch memiliki cirri-ciri sebagai berikut :Ukuran lot produksi adalah mediumTujuan : untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk-produk yang diperlukan secara kontinu, Peralatan umumnya mempunyai fungsi umum tetapi dirancang untuk tingkat produksi yang tinggi.
Produksi job shop
Produksi Job Shop dengan cirri-ciri : Tingkat produksi rendah, Peralatan mempunyai fungsi umum, Keahlian yang diperlukan tenaga kerja cukup tinggi., Biasanya membuat berdasar kan pesanan.

c. Aliran Produksi

  1. Fixed site (Project)
  2. Job shop (Jumbled Flow)
  3. Flow Shop

Small Batch Line Flow, mempunyai semua karakter flow shop tetapi tidak semua memproses produk yang sama secara terus menerus. Memproses beberapa produk dengan ukuran batch kecil, dengan kebutuhan set up per batch. Digunakan ketika biaya proses bisa dipertimbangkan, permintaan part rendah dan non-diskrit. Contohnya adalah farmasi
Large batch (Repetitive) Line Flow adalah memproduksi produk diskrit dalam volume besar tetapi tidak kontinu.
Continues Line Flow adalah Merefer pada proses kontinu dari fluida bedak, logam dll. Biasa digunakan pada industry gula, minyak dan logam lainnya.

d.Tata Letak

  1. Fixed position Lay out
  2. Process lay out
  3. Product flow lay out

Kesimpulan

  1. Setiap jenis system produksi memerlukan proses perencanaan dan pengendalian yang berbeda.
  2. Setiap jenis system manufaktur memiliki kelebihan dan kekurangan
  3. Perencanaan dan pengendalian produksi bertujuan agar aktivitas produksi berjalan seefektif dan seefisien mungkin.
  4. Sistem manufaktur memiliki pengertian yang lebih luas daripada system produksi.
About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: