Diktat Genetika Ternak-5

25 07 2012

BAB V. DIHYBRID DAN TRIHYBRID HEREDITY

5.1. Dihybrid Heredity
Dihybrid Heredity adalah hasil persilangan antara dua individu yang mempunyai dua sifat beda, sehingga dihybrid yang dihasilkan adalah heterozigot. Persilangan yang menghasilkan individu dihybrid tersebut dinamakan persilangan dihybrid.

Persilangan dua individu dengan dua sifat beda atau lebih menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotipe dan genotipe tertentu. Mendel dalam percobaannya menggunakan kacang ercis galur murni yang mempunyai biji bulat warna kuning dengan galur murni yang mempunyai biji keriput warna hijau. Karena bulat dan kuning dominan terhadap keriput dan hijau, maka F1 seluruhnya berupa kacang ercis berbiji bulat dan warna biji kuning. Biji-biji F1 ini kemudian ditanam kembali dan dilakukan penyerbukan sesamanya untuk memperoleh F2. Keturunan kedua F2 yang diperoleh adalah sebagai berikut. Persilangan tersebut adalah persilangan dua individu dengan dua sifat beda yaitu bentuk biji dan warna biji.B = bulat,dominan terhadap keriput b = keriput K  = kuning, dominan terhadap hijau  k   = hijau

Individu yang mengandung B memiliki biji bulat dan individu yang mengandung K memiliki biji warna kuning.Fenotipe pada F2 adalah

  1. bulat – kuning    = nomor : 1 , 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13
  2. bulat – hijau       = nomor : 6, 18, 14
  3. keripit – kuing   = nomor : 11, 12, 15
  4. keriput – hijau    = nomor : 16

5.2. Contoh Persilangan Dihybrid
a. Persilangan antara kucing buntut pendek warna putih dengan buntut panjang warna coklat, dimana buntut pendek dominan terhadap buntut panjang serta warna coklat dominan terhadap warna putih

Perbandingan antara B (warna coklat), b (warna putih), S (buntut pendek), dan s (buntut panjang) pada generasi F2

Hukum pemisahan disini dapat diterangkan dengan melihat genotype SsBb, yang mana mempunyai 4 Gamet yaitu SB, Sb, sB dan sb. Sedangkan penggabungan bebas dapat diterangkan melalui intersemating pada Individu-individu F1 sehingga didapat individu- individu pada F2. Tabel diatas menunjukkan bahwa tiap gamet akan secara bebas saling bergabung untuk membentuk genotype baru.  Jadi terlihat bahwa jumlah gamet = 4 dan jumlah macam genotype yang dihasilkan pada saat rekombinasi adalah 16 buah.

b. Pada sapi, sifat tak bertanduk berlaku dominan terhadap sifat bertanduk dan sifat warna kulit hitam dominan terhadap kulit merah. Sapi warna kulit merah tidak bertanduk dikawinkan dengan sapi jantan warna kulit hitam bertanduk. Anak yang dihasilkan pada generasi pertama adalah semuanya berwarna hitam dan tidak bertanduk. Bagaimana genotype kedua sapi tersebut dan bagaimana pula hasil keturunannya bila individu pada F1 tersebut dikawinkan dengan individu homozigot resesif (Test cross/Silang Uji)

Jawab :
Diketahui :

  • Sifat tidak bertanduk dominan terhadap sifat bertanduk
  • Sifat Warna Kulit Hitam dominan terhadap warna kulit merah
  • Apabila Sifat Warna Kulit Hitam diberi Simbol P dan Tidak bertanduk = B
  • Genotipe Sapi warna kulit merah tidak bertanduk = ppBB dan ppBb
  • Genotipe Sapi warna kulit Hitam bertanduk = PPbb dan Ppbb
  • Model persilangan = ppBB x PPbb; ppBb x PPbb, ppBB x Ppbb, ppBb x Ppbb

Kesimpulan :
Dari keempat kemungkinan tersebut, maka kemungkinan pertama (1) memenuhi syarat sebagai orang tua dimana menghasilkan sapi yang semuanya berwarna Hitam dan Tidak Bertanduk pada F1.

5.3. Trihybrid Heredity
Persilangan Trihybrid adalah Persilangan antara dua individu dengan tiga (3) sifat beda (tiga pasang gen). Pada invidu trihybrid ini akan menghasilkan 8 macam gamet dan 64 buah kombinasi baru yang terjadi antara gamet-gamet tersebut.

Keterangan :
T-K-B-   : Batang Tinggi, Biji Bulat Warna Kuning           = 27
T-K-bb   : Batang Tinggi, Biji Bulat Warna Hijau              =  9
T-kkB-   : Batang Tinggi, Biji Keriput, Warna Kuning       =  9
ttK-B-     : Batang pendek, Biji Bulat, Warna Kuning        =  9
T-kkbb   : Batang Tinggi, Biji Keriput, Warna Hijau          =  3
ttK-bb     : Batang Pendek, Biji Bulat, Warna Hijau           =  3
ttkkB-     : Batang Pendek, Biji Keriput, Warna Kuning    =  3
ttkkbb    : Batang pendek, biji keriput, warna hijau          =  1

b. Perkawinan antara Guinea-piq yang mempunyai warna HITAM, Rambut KASAR, Rambut PENDEK dengan warna PUTIH, Rambut HALUS, Rambut PANJANG. Warna Hitam dominan terhadap warna Putih, Rambut Kasar dominan terhadap Rambut Halus dan Rambut Pendek dominan terhadap Rambut Panjang.
Maka: Genotipe Warna Hitam, Rambut Kasar dan Rambut Pendek  = CCRRSS
Genotipe Warna Putih, Rambut Halus dan Rambut Panjang  = ccrrss

Kesimpulan :
Apabila dilihat dari Fenotipe F2 hasil persilangan Monohybrid = 3 : 1; Dihybrid = 9:3:3:1 dan Trihybrid = 27:9:9:9:3:3:3:1, maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan pada Fenotipe F2 adalah mengikuti rumus (a + b)n, dimana a = 3, b = 1 dan n = berapa pasang gen yang dipakai.

Jadi

Untuk Monohybrid Ratio Fenotipe F2 = (3+1)1 = 3 : 1
Untuk Dihybrid Ratio Fenotipe F2  = (3+1)2 = (3)2 + 2(3)1(1) + (1)2 = 9:3:3:1
Untuk Trihybrid Ratio Fenotipe F2  = (3+1)3 = (3)3 + 3(3)2(1) + 3((3)1(1)+(1)
= 27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1

5.4. Cara Penentuan Macam Gamet
Untuk menentukan Gamet dalam suatu persilangan individu dengan sifat beda maka dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain

a) Cara Manual
Misal : P = AaBb

Genotip ini memiliki 2 tanda beda yang heterozigot. Jumlah Gamet adalah = 22 = 4
Macamnya :
Mula-mula kita pecah menjadi masing-masing sifat menjadi A/a dengan B/b; lalu kita gabungkan sifat-sifat itu dengan pecahannya yang berbeda. Maka hasilnya adalah sebagai berikut :

  • A gabung dengan B  menjadi AB
  • A gabung dengan b  menjadi Ab
  • a gabung dengan B  menjadi aB
  • a gabung dengan b  menjadi ab
  • Sehingga diperoleh Gamet : AB, Ab, aB dan ab = 4

Misal : P = MmPpKk
Genotip ini memiliki 3 tanda beda yang heterozigot/ Jumlah Gamet adalah = 23 = 8
Macamnya :
Mula-mula kita pecah menjadi masing-masing sifat menjadi M/m dengan P/p dengan K/k; lalu kita gabungkan sifat-sifat itu dengan pecahannya yang berbeda.
Maka hasilnya adalah sebagai berikut :

  • M dengan P dengan K  menjadi MPK      m dengan P dengan K  menjadi mPK
  • M dengan P dengan k   menjadi MPk      m dengan P dengan k  menjadi mPk
  • M dengan p dengan K  menjadi MpK      m dengan p dengan K menjadi mpK
  • M dengan p dengan k  menjadi Mpk       m dengan p dengan k menjadi mpk
  • Maka diperoleh Gamet : MPK, MPk, MpK, Mpk, mPK, mPk, mpK, mpk = 8

Catatan : Untuk menentukan jumlah macam gamet yang diperhatikan cukup yang heterozigot  

Contoh : AABbCCDd  = macam gamet ada 22 = 4
XxYyZZ        = macam gamet ada 22 = 4
PPQQRRSs = macam gamet ada 21 = 2

b) Cara Kurawal /anak garpu (Bracket system)

Makna dari penentuan gamet diatas dalam menentukan ratio fenotipe (RF) adalah sebagai berikut :
1)  Huruf besar (sifat dominan) bernilai 3
2)  Huruf kecil (sifat resesif ) bernilai 1

Berdasarkan contoh diatas, maka untuk persilangan 2 sifat beda dipeoleh hasil RF :
AB = 3 x 3 = 9                                           aB = 1 x 3 = 3
Ab = 3 x 1 = 3                                           ab = 1 x 1 = 1
RF = 9 : 3 : 3 : 1, dimana RF = ratio fenotip atau perbandingan fenotip

Berdasarkan contoh diatas, maka untuk persilangan 3 sifat beda dipeoleh hasil RF :
MPK    = 3 x 3 x 3    = 27                          mPK    = 1 x 3 x 3       = 9
MPk    = 3 x 3 x 1    = 9                            mPk    = 1 x 3 x 1       = 3
MpK    = 3 x 1 x 3    = 9                            mpK    = 1 x 1 x 3       = 3
Mpk     = 3 x 1 x 1    = 3                            mpk     = 1 x 1 x 1       = 1
RF = 27 : 9 : 9 : 3 : 9 : 3 : 3 : 1 atau = 27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1

c) Cara Segitiga Pascal

5.5. Formulasi Matematika
Individu F1 pada suatu persilangan monohibrid, misalnya Aa, akan menghasilkan dua macam gamet, yaitu A dan a. Gamet-gamet ini, baik dari individu jantan maupun betina, akan bergabung menghasilkan empat individu F2 yang dapat dikelompokkan menjadi dua macam fenotipe (A- dan aa) atau tiga macam genotipe  (AA, Aa, dan aa).Sementara itu, individu F1 pada persilangan dihibrid, misalnya AaBb, akan membentuk empat macam gamet, masing-masing AB,Ab, aB, dan ab. Selanjutnya pada generasi F2 akan diperoleh 16 individu yang terdiri atas empat macam fenotipe (A-B-, A-bb, aaB-, dan aabb) atau sembilan macam genotipe (AABB, AABb, Aabb, AaBB, AaBb, Aabb, aaBB, aaBb, dan aabb).

Dari angka-angka tersebut akan terlihat adanya hubungan matematika antara jenis persilangan (banyaknya pasangan gen), macam gamet F1, jumlah individu F2, serta macam fenotipe dan genotipe F2. Hubungan matematika akan diperoleh pula pada persilangan-persilangan yang melibatkan pasangan gen yang lebih banyak (trihibrid, tetrahibrid, dan seterusnya), sehingga secara ringkas dapat ditentukan formulasi matematika seperti pada tabel berikut ini.

Pada kolom terakhir dapat dilihat adanya formulasi untuk nisbah fenotipe F2. Kalau angka-angka pada nisbah 3 : 1 dijumlahkan lalu dikuadratkan, maka didapatkan ( 3 + 1)2 =  32 + 2.3.1 + 12 = 9 + 3 + 3 + 1, yang tidak lain merupakan angka-angka pada nisbah hasil persilangan dihibrid. Demikian pula jika dilakukan pemangkattigaan, maka akan diperoleh ( 3 + 1 )3 =  33 + 3.32.11 + 3.31.12+ 13 = 27 + 9 + 9 + 9 + 3 + 3 + 3 + 1, yang merupakan angka-angka pada nisbah hasil persilangan trihibrid.

Dengan demikian Fenotipe F2 adalah mengikuti rumus (a + b)n, dimana a = 3, b = 1 dan n = berapa pasang gen yang dipakai.
Untuk Monohybrid Ratio Fenotipe F2  = (3+1)1 = 3 : 1
Untuk Dihybrid Ratio Fenotipe F2   = (3+1)2 = (3)2 + 2(3)1(1) + (1)2 = 9:3:3:1
Untuk Trihybrid Ratio Fenotipe F2  = (3+1)3 = (3)3 + 3(3)2(1) + 3((3)1(1)+(1)3
                                                                                                            = 27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1

Bagaimana Kalau Empat (4)Sifat Beda (n = 4) dan Lima (5) Sifat Beda (n = 5) ?

5.6. Umpan Balik

1. Jelaskan pengertian Dihybrid dan Trihybrid Heredity dan apakah dasar dari penentuan jumlah gamet-gametnya.
2. Berapakah banyaknya gamet dari Individu yang genotipenya AaBBCCDdEEFFGg. Jelaskan dengan salah satu cara model penentuan Gamet di atas.
3. Apabila diketahui gen A bulu keriting dominan terhadap gen a berbulu lurus serta gen B bulu hitam dominan terhadap gen b berbulu putih, maka bagaimana genotype dan fenotipe dari contoh di bawah ini;

  • Genotipe AABb, maka Fenotipenya adalah ………………………………………………
  • Genotipe AaBB, maka Fenotipenya adalah ………………………………………………
  • Genotipe aaBB, maka Fenotipenya adalah ………………………………………………
  • Genotipe aaBb, maka Fenotipenya adalah ………………………………………………
  • Genotipe AaBb, maka Fenotipenya adalah ………………………………………………
  • Fenotipe Bulu Keriting Bulu Putih, maka Genotipenya adalah …………………………
  • Fenotipe Bulu Keriting Bulu Hitam, maka Genotipenya adalah ………………………..
  • Fenotipe Bulu Lurus, Bulu Putih, maka Genotipenya adalah …………………………..

4. Marmut Jantan yang berbulu hitam kasar disilangkan dengan betina berbulu putih halus. Keturunan yang dihasilkan menunjukkan perbandingan ¼ hitam halus, ¼ putih halus, ¼ hitam kasar serta ¼ putih kasar. Manakah yang menunjukkan kemungkinan fenotipe kedua induknya (Bulu kasar R dominan terhadap bulu halus r, serta bulu hitam B dominan terhadap bulu putih b). (Pilih salah satu dan beri penjelasan).
a. BBrr dan BbRr             b. BbRR dan BbRr      c. BBRR dan bbrr       d. BbRr dan bbrr

5. Mencit kelabu jika dikawinkan dengan albino menghasilkan F1 kelabu semua. Dari banyak keluarga dia temukan F2 terdiri dari 198 kelabu dan 72 putih. Buatlah diagram Genotipe P, F1 dan F2.

6. Seorang wanita memiliki kelopak mata ptosis, sehingga matanya tak bias dibuka sempurna. Ayahnya ptosis tapi ibunya normal. Ibu ayahnya (Nenek dari ayah) juga normal.

  • Carilah genotype wanita itu, jika symbol gennya Pp.
  • Jika wanita itu kawin dengan pria normal, berapa bagian anak mereka yang ptosis?.

7. Pada Mencit C menumbuhkan  bulu berwarna, c tak berwarna (putih), maka buatlah genotype perkawinan antara :

  • Berwarna murni x putih
  • Berwarna hasil hybrid dengan putih
  • Berwarna hasil hybrid kawin sesaudara.

8. Satu P (Parental) bergenotype ffmm dan anak-anaknya terdiri dari 4 kelas, masing-masing berjumlah 26, 21, 28 dan 25. Genotipe P (Parental) satu lagi adalah …………

9. Terangkan mengapa pada orang, jauh lebih mudah menemukan karakter dominan daripada karakter resesif dalam suatu silsilah keluarga.

10. Pada unggas apabila factor untuk Rose comb (R) bergabung bersama dengan factor untuk pea comb (P) menimbulkan walnut comb. Apabila r bersama-sama dengan P menimbulkan sifat single comb. Maka carilah hasil persilangan dibawah ini :

a. RrPp   x RrPp                         d. RrPp    x   Rrpp
b. RRPp x rrPp                          e. rrPp     x   Rrpp
c. rrPP   x RrPp                         f. Rrpp     x   Rrpp

11. Pada persilangan ayam rose comb dengan ayam walnut comb menghasilkan anak 3/8 bagian walnut, 3/8 bagian rose, 1/8 bagian pea dan 1/8 bagian single. Bagaimanakah genotype kedua ayam tersebut.

12. Seorang anak laki-laki hemofili menikah dengan seorang wanita normal. Anaknya yang perempuan kemudian dikawinkan dengan laki-laki hemofili dan menghasilkan 2 orang anak yaitu laki-laki dan perempuan yang masing-masing menderita hemofili. Carilah genotype di dalam individu-individu pada perkawinan ini ?.

13. Pada perkawinan Drossophila antara lalat betina bermata putih dengan lalat jantan yang bermata merah, kemudian anaknya dikawinkan satu sama lain. Bagaimanakah hasil persilangan tsb.

14. Seekor ayam jantan menghasilkan macam gamet CWF, cWF, CWf dalam jumlah yang sama. Bila saat pembuatan gamet terjadi proses berpasangan secara bebas, maka genotype ayam tersebut adalah ……… (Pilih salah satu)
a. CcWwFf         b. ccWWFf      c. CcWwFF     d. CcWWFf     e. CCWwFF

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: