Diktat Aneka Ternak-Kelinci

2 08 2012

2.1. Sejarah singkat
Ternak kelinci adalah salah satu komoditas peternakan yang dapat menghasilkan daging berkualitas tinggi dengan kandungan protein hewani yang tinggi pula. Di samping sebagai penunjang pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, ternak kelinci merupakan ternak multi guna. Ternak kelinci dipakai sebagai bahan atau obyek penelitian untuk perkembangan dunia kedokteran dan farmasi. Kelinci juga dipelihara sebagai hewan hias atau kesenangan karena bentuk tubuhnya yang lucu dan juga warna bulu yang beraneka ragam macamnya. Pernahkah terbayang oleh anda bagaimana rasanya melihat kerapan kelici ? Kami yakin anda akan terhibur.
Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa.
Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu).
Ternak Kelinci semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya.
Di Indonesia dikenal adanya Kelinci Lokal yakni kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatra yang sampai saat ini belum diternak. Menurut V. Veever Carter (1990) bahwa kelinci masuk ke jawa dan sumatra kira-kira tahun 1835 M dari India.

2.2. Shio Kelinci
MenurutShio Tionghoa, dua belas macam shio terdiri dari: Tikus, Kerbau,  Harimau,  Kelinci,  Naga Ular, Kuda,  Kambing,  Kera,  Ayam,  Anjing, dan  Babi.
Shio kelinci adalah salah satu dari kedua belas shio yang ada dalam penanggalan Tionghoa. Menurut kepercayaan Tionghoa, orang yang mempunyai shio kelinci adalah orang yang pendiam, pemalu, retrospektif, dan bertenggang rasa.
Shio adalah simbol binatang cina yang mewakili 12 siklus tahunan. Mereka mewakili konsep siklus waktu, tidak seperti konsep waktu Barat yang diwakili dengan bintang-bintang. Kalendar Bulan Cina dibuat berdasarkan siklus dari bulan, dan dibangun dalam format berbeda dari kalendar Barat yang berbasiskan Matahari. Dalam kalendar Cina, awal tahun dimulai antara akhir Januari dan awal Februari. Cina mengadopsi kalender barat sejak tahun 1911, meskipun kalendar lunar (berbasiskan bulan) masih digunakan untuk acara-acara festival seperti Chinese New Year atau yang lebih dikenal dengan Imlek. Banyak kalendar Cina termasuk yang beredar di Indonesia mencetak dua versi baik itu kalendar yang berdasarkan matahari dan penanggalan Cina berdasarkan bulan.

2.3. Sentra peternakan
Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.
Kelinci di Indonesia, khususnya pulau Jawa, banyak diternakkan secara komersial oleh para peternak kelinci di Lembang Jawa Barat, Malang Jawa Timur serta sebagian wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, dimana kelinci hias menjadi primadona para peternak. Sisa kelinci yang tidak termasuk kategori hias, akan mereka jual sebagai kelinci pedaging, dimana Lembang juga merupakan konsumen daging kelinci yang cukup besar dengan mengedepankan sate kelinci sebagai komoditas utama. Selain di Lembang, sate kelinci dapat pula dijumpai di daerah-daerah Pulau Jawa. (http://www.sentralternal.com)

2.4. Alasan beternak kelinci
Di Indonesia kelinci mulai banyak digemari. Hal ini oleh karena adanya beberapa pertimbangan yaitu :

  1. Dapat memanfaatkan lahan sempit
  2. Biaya produksi relatif murah sehingga tidak membutuhkan modal besar
  3. Pemeliharaan dan perawatannya mudah
  4. Ternak penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah
  5. Hasil sampingannya pun masih bisa dimanfaatkan
  6. Bahan makanan tidak banyak bersaing dengan manusia.
  7. Ketersediaan pakan yang melimpah, karena mampu memanfaatkan pakan dari sisa dapur dan hasil sampingan produk pertanian
  8. Termasuk ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak per kelahiran

2.5. Tujuan Pemeliharaan Ternak Kelinci
Pada umumnya ternak kelinci yang banyak dipelihara dimasyarakat terdiri dari 2 breeds yaitu Breeds Fur (hias) dan Fancy (kesenangan), dimana setiap kelompok breeds masih terbagi atas varietas-varietas berdasarkan warna rambut.
Namun dalam perkembangannya akan menjadi berbagai macam breeds dengan tujuan yang berbeda. Produk atau hasil dari beternak kelinci adalah sebagai berikut : Daging/karkas, Anakan/bibit, Bulu/kulit, Hias/Kesenangan, Penelitian dan Kotoran.
Hampir semua produk dari ternak kelinci termasuk hasil ikutannya dapat dimanfaatkan baik secara langsung maupun melalui suatu proses. Hal ini berarti masih terbuka kesempatan kerja bagi perorangan sebagai home industri atau secara besar-besaran.
Tujuan dan Manfaat dari ternak kelinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

a.Produksi Daging/karkas
Karkas : Daging ternak kelinci merupakan sumber energi, protein hewani yang bermutu, daging halus, mudah dicerna dan tidak diharamkan oleh agama. Teksturnya yang lembut dan gurih makin digemari karena kandungan kolesterol daging kelinci jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau kambing sehingga lebih sehat bila dikonsumsi.
Penghasil daging, bisa sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi keluarga. Tak heran di tahun-tahun terakhir ini banyak bermunculan hotplate sate kelinci, bakso kelinci, dan lain sebagainya.
Dalil bahwa daging kelinci adalah halal : Mungkin bagi sebagian orang memakan daging kelinci adalah syubhat (samar) karena perbedaan pandangan/ pendapat. Sebuah hadits shahih (insyaallah) mengenai hukum makan daging kelinci. Anas bin Malik r.a berkata : Kami kejutkan binatang kelinci (arnab) di Marridh Dhahran lalu kawan-kawan kamipun memburunya dan merekapun lelah. Kemudian aku mendapatkannya lalu aku menangkapnya dan aku membawanya kepada abu Thalhah, maka beliaupun menyembelihnya dan beliau mengirim daging di atas paha atau dua pahanya kepada Rasulullahsaw menerimanya dan memakannya (HR Bukhari, Muslim).
Di antara jenis kelinci penghasi daging adalah : Vlaams, New Zealand, White England dll. Misalnya dalam peternakan terdapat 5 ekor induk kelinci yang bunting bersamaan dan dalam setahun melahirkan bersamaan pula, maka akan dihasilkan jumlah daging yang lebih besar daripada rata-rata produksi tahunan dari ternak potong.

b. Penghasil anakan atau bibit
Tujuan Penghasil Anakan/ Bibit adalah untuk mendapatkan ternak pengganti (replacement stock) dan juga ternak hias.
Ternak kelinci merupakan jenis ternak prolific sehingga cepat berkembang biak, dimana seekor induk kelinci mampu melahirkan anaknya 5-7 kali dalam setahun dan sekali beranak 6-8 ekor (rata-rata 6 ekor, maka akan diperoleh jumlah anak sebanyak 30-42 ekor anak. Sedangkan pada ternak potong dalam waktu setahun akan diperoleh anak satu ekor untuk ternak sapi dan 2-3 ekor untuk ternak kambing atau domba.

c. Sebagai Ternak Hias dan Kesayangan/kesenangan
Jenis kelinci yang banyak diminati untuk ternak hias antara lain : angora, lion, dan rex totol

d. Sebagai Hewan Percobaan/Penelitian.
Sebagai bahan percobaan medis atau hewan laboratorium, dimana dalam uji coba sebuah penemuan baru biasanya dilakukan pada hewan percobaan terlebih dahulu.

e. Sebagai Penghasil bahan baku Industri
Penghasil bulu dan bahan industri, sebagai contoh adalah kelinci jenis angora. Dalam setahun seekor kelinci angora mampu menghasilkan 100-200 gram wool dengan 4 kali pemotongan. Tetapi di Negara kita belum ada yang mengusahakan. Kulit dan kaki : kulit kelinci dapat dipakai sebagai bahan sebagai bahan kerajinan dalam pembuatan topi, jaket, hiasan dinding, tas, sepatu, alas, gantungan kunci dan pelapis perabot rumah tangga. Kepala : dapat dibuat sebagai bahan pakan hewan seperti anjing, kucing, dan yang sejenisnya. Sedangkan otaknya dapat dipakai sebagai bahan pembuat vaksin bagi perusahaan farmasi. Tulang kelinci juga dapat dibuat tepung tulang sebagai bahan pakan ternak

f.Hasil samping kotoran untuk Pupuk Organik.
Kotoran dan urin : sebagai bahan pembuatan gas methane, media untuk pertumbuhan jamur, sebagai bahan pembuat kompos, dan urin kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bunga anggrek.Produksi kotoran padat adalah jenis yang besar dapat mencapai 156 Kg/ thn, Tipe sedang 100 Kg/thn dan tipe kecil 35 Kg/thn untuk satu ekor kelinci.

2.6. Klasifikasi Ilmiah Ternak Kelinci

2.7. Terwelu
Terwelu adalah binatang menyusui berukuran kecil. Binatang menyusui ini termasuk ke dalam keluarga Leporidae. Terwelu bisa lari pada kecepatan 70 kilometer/jam. Panjangnya 50- 70 cm, dengan berat tubuh 4-5 kg. Kepalanya kecil, kumisnya panjang, dan jika daun telinganya ditarik ke depan, panjangnya bisa melampaui ujung hidungnya. Warna bulunya kelabu, coklat, dan di bagian bawah perutnya berwarna putih. Terwelu gemar makan rumput, daun, dan tunas tanaman. Ia kerap berjingkat, mengangkat telinganya, dan mencium-cium udara. Indranya sangat tajam.

Klasifikasi Ilmiah Terwelu

2.8. Pika
Pikas (dulu dieja pica) adalah sepupu dari kelinci. Hewan ini hidup di daerah beriklim dingin. Pika yang kadang-kadang disebut dengan kelinci batu adalah hewan kecil pengerat yang rupanya mirip dengan kelinci. Badannya pendek dengan panjang tubuh hanya 15 cm. Pika tidak berekor. Telinganya pendek, dan berat tubuhnya sekitar 140 gram. Hewan ini lebih banyak berjingkat, daripada melompat. Selain itu, pika juga pandai bersiul sehingga disebut sebagai “terwelu pesiul”

2.9. Persamaan dan Perbedaan Kelinci dan terwelu
a.Persamaan
Kelinci dan terwelu merupakan binatang yang cepat berkembang biak. Betinanya dapat mengandung kandungan kedua sewaktu masih mengandung kandungan yang pertama. Fenomena ini disebut dengan istilah “superfetasi“. Mereka dapat berkembang biak sejak muda dan betinanya dapat melahirkan beberapa kali dalam setahun, sehingga ada perkataan “beranak seperti kelinci”. Tidak mengherankan kelinci dan terwelu menjadi simbol kesuburan.
Dalam bahasa Inggris terdapat perkataan “gila seperti terwelu Maret” (Mad as a March hare) untuk menyebut orang yang tindakannya liar dan tidak dapat ditebak bak “terwelu Maret”. Peribahasa ini merujuk pada terwelu jantan yang berkelahi memperebutkan terwelu betina pada awal musim semi (sekitar bulan Maret). Karena sang betina awal-awalnya akan melawan sang jantan yang mencoba mengawininya, maka gerak-gerik mereka seperti layaknya tarian gila yang jauh dari kebiasaan mereka yang biasanya pendiam. “Kegilaan” tersebut termasuk: bertinju dengan terwelu lain (baik antar jantan maupun betina-jantan), melompat secara vertikal seakan-akan tanpa alasan apa-apa, dan secara umum menunjukkan tingkah laku yang abnormal.

b. Perbedaan terwelu dengan kelinci
Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).
Perbedaan kelinci dan terwelu adalah :

  • Kelinci biasanya memiliki lubang sebagai sarangnya, dimana mereka membesarkan anak-anaknya. Anak-anak kelinci biasanya terlahir tak berdaya, belum mampu melihat dan tak berbulu.
  • Terwelu tidak bersarang di dalam lubang, melainkan hanya di atas hamparan rumput. Anak-anak terwelu lebih cepat mandiri, sejak lahir mereka telah memiliki bulu dan matanya pun terbuka. Ukuran terwelu biasanya lebih besar daripada kelinci, telinganya juga lebih panjang, serta memiliki bercak-bercak hitam pada bulunya. Kelinci telah lama dipelihara oleh manusia, sedangkan terwelu secara relatif masih hidup di alam bebas.

2.10.  Jenis-Jenis Kelinci
Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).
Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.
Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain. Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar antara Angora dengan ras lainnya. Namun di kalangan peternak kelinci hias, hasil persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora jadi-jadian.

Kelinci Amami (Pentalagus atau Amami no Kuro Usagi juga disebut Kelinci Ryukyu, adalah kelinci primitif berbulu hitam yang hanya dapat ditemukan di Amami Ōshima dan Toku-no-Shima, dua kepulauan kecil antara Kyūshū selatan dan Okinawa di prefektur Kagoshima (tetapi lebih dekat dengan Okinawa) di Jepang. Kelinci ini sering disibut fosil hidup.
Kelinci Amami adalah kelinci kuno yang pernah hidup di Asia daratan, tempat mereka meninggal, sisanya hanya tinggal berada di kepulauan kecil tempat mereka dapat selamat kini. Kelinci Amami kini merupakan spesies terancam karena perburuan yang akhirnya berakhir ketika Jepang memberikan perlindungan legal kelinci tahun 1921, tetapi kelinci ini juga meninggal karena ditebangny hutan dan dibunuh oleh anjing, kucing dan binatang lain yang dibawa manusia. Mongoose yang dilepas oleh penduduk untuk membunuh ular beracun juga membunuh jumlah besar kelinci Amami. Penebangan pohon sangat melukai kelinci Amami, terutama ketika mereka tidur selama siang hari, dan dapat dibunuh tanpa sempat melarikan diri.
Jenis yang umum diternakkan di dunia adalah :

2.11. Kelinci di Indonesia
Dari catatan sejarah, kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah jadi ternak hias.
Di Indonesia banyak terdapat kelinci lokal, yakni jenis Kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelici sumatera (Nesolagus netseherischlgel). Kelinci jawa, diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Barat. Warna bulunya cokelat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam. Berat Kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatera. Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat kekuningan.
Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu peternakan daging dan hias.

  1. Masa hidup: 5 – 10 tahun
  2. Masa produksi: 1 – 3 tahun
  3. Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 – 31 hari)
  4. Masa penyapihan : 6-8 minggu
  5. Umur dewasa: 4-10 bulan
  6. Umur dikawinkan: 6-12 bulan
  7. Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah Anak disapih.
  8. Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
  9. Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
  10. Periode estrus : 11 – 15 hari
  11. Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 – 13 jam kemudian)
  12. Fertilitas: 1 – 2 jam sesudah kawin
  13. Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 – 8)
  14. Volume darah: 40 ml/kg berat badan
  15. Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.

Bangsa Kelinci yang ada dan dikembangkan di Indonesia saat ini, antara lain.
1. Anggora
Asal usul kelinci ras Angora kurang jelas. Konon, berasal dari kelinci liar yang berkembang secara mutasi dengan spesifik berbulu panjang. Angora pertama kali di temukan dan di bawa oleh pelaut Inggris, kemudian di bawa ke Perancis tahun 1723. Tahun 1777 Angora menyebar ke Jerman . Tahun 1920 meluas ke negara-negara Eropa Timur, Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.

Sampai kini Prancis menjadi pusat peternakan kelinci Angora terbesar yang menhasilkan wool. Angora dewasa berbobot 2.7 kg, baik jantan maupun betina. Pertumbuhan bulunya yang sangat cepat yakni 2.5 cm per bulan, membuat kita hatus rajin mencukurnya 6-8 cm tiap tiga bulannya. Karena kalau di biarkan tumbuh, bulunya akan cenderung kusut dan menggumpal.
2.Lyon
Sesungguhnya lyon adalah angora inggris yang tidak jadi kupingnya pendek, wajahnya di penuhi bulu-bulu panjang, mirip seperti lion (singa) tapi yang ini sih gak serem, malah cenderung lucu. Karena masih saudara dekat dengan angora, maka tiap 3 bulan sekali kita harus rajin mencukur bulunya yang cepat tumbuh.
3. American Chinchilla
Kelinci ras ini dibedakan jadi tiga tipe, yaitu standar (bobot dewasa 2.5-3 kg), besar (bobot dewasa 4.5-5 kg), giant (bobot dewasa 6-7 kg). Semua di manfaatkan untuk ternak dwiguna yaitu produksi fur dan daging. Kelinci raksasa alias Giant Chinchilla merupakan hasil persilangan antara Standard Chinchilla dan Flemish Giant.

4. Dutch
Ras dutch (Belanda) sangat terkenal di seluruh dunia sebagai hewan hias piaraan. bobot dewasa jantan dan betina antara 1.5-2,5 kg. Betina bersifat keibuan fertilitasnya tinggi. Setiap kali melahirkan, kelinci menghasilkan anak 7-8 ekor.
Warna bulunya khas, melingkar seperti pelana berwarna putih dari punggung terus ke leher sampai kaki depan bagian belakang dan kepala hitam,cokelat atau abu-abu.Moncong dan dahi putih. Kaki depan seluruhnya putih.Kaki belakang hitam atau warna lain dengan ujung kaki putih.Ada pula yang sekaligus memiliki 3 macam warna, sering di sebut Tricolored Dutch.
5. English Spot
Ras ini berwarna putih dengan tutul-tutul hitam. Sepanjang punggung ada garis hitam, dari pangkal telinga memanjang sampai ke ujung ekor. Perut bertutul-tutul hitam seperti puting susu. Telinga hitam, mata dilingkari bulu hitam, sehingga tampak seperti memakai kaca mata. Hidung diliputi bulu hitam berbentuk kupu-kupu.

6. Himalayan
Ras ini sekarang lagi banyak banget di cari, naik daun, harganya masih selangit sekarang. Banyak yang meyakini asalnya dari Cina sebab di sana banyak di jumpai kelinci ini. Mula-mula di bawa dari cina ke Eropa sebagai pengisi kebun binatang dan dikenal dengan nama ‘Kelinci hidung hitam dari Cina’. Warna hitam pada kaki mulai timbul pada umur 3-4 minggu, mula-mula pucat lalu menjadi hitam. Himalayan yang disilangkan dengan New Zealand White, anak-anaknya menyerupai Himalayan.
Kalau disilangkan dengan kelinci berwarna lain, keturunannya tak ada yang menyerupai Himalayan.

7. California
Kelinci ini biasanya berwarna putih, hitam dan coklat. Berasal dari Amerika dipelihara untuk produksi daging. BB dewasa mencapai 4,5 Kg.
8.Rex

9.  Kelinci Jawa
Terdapat dihutan-hutan yang berdekatan dengan perkebunan teh di Jawa Barat dengan ketinggian 800 – 1000 m. Warna coklat perunggu agak hitam dipunggung, tengkuk, bahu dan telinga hitam, ekor jingga dan kemudian menuju ujung menjadi hitam.
BB dewasa 2-4 Kg dan beranak 2-3 ekor per kelahiran.

10.  Kelinci Sumatra
Merupakan kelinci asli Indonesia yang hidup di ketinggian 600 – 1500 m. Warna bulu kelabu, coklat kekuningan dengan garis coklat tua pada sisinya, kaki depan dan belakang.

2.12. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Berikut beberapa hal yang harus mendapat perhatian sebelum memulai beternak kelinci :
a.Persyaratan Lokasi
Pemilihan lokasi
Pemilihan lokasi ternak kelinci banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya :

  • Lokasi sebaiknya dekat dengan sumber pakan (areal tanaman sayur, pasar sayur, atau pasar–pasar secara umum)
  • Lokasi dekat dengan daerah pemasaran. Namun hal ini tidak berlaku bagi peternak yang sudah punya komunitas atau paguyuban
  • Temperatur atau suhu ideal antara 15-25 0C
  • Sebisa mungkin diusahakan lokasi kandang dekat dengan sumber air, dekat dengan aliran sungai dan jauh dari permukiman penduduk
  • Lokasi bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising dan terlindung dari predator atau aman dari binatang buas dan  pencuri

Lokasi :

  • sinar matahari yang masuk cukup
  • bersuhu sejuk, berkisar antara 15-20°C
  • mempunyai ventilasi yang baik untuk pergerakan udara
  • tempatnya kering
  • lingkungannya tenang dan tak jauh dari rumah, karena berhubungan dengan keamanan ternak
  • diusahakan disekitar kandang terdapat naungan

b.Penyiapan sarana dan peralatan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21 0C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan kandang anak lepas sapih.
Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm
Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

c. Pemeliharaan
Pelaksanaan pemeliharaan ternak umumnya menerapkan Panca Usaha Peternakan, yaitu :

  • Penggunaan bibit unggul
  • Perkandangan yang memenuhi syarat
  • Pemberian ransum yang tepat (kwantitas dan kualitas)
  • Pencegahan penyakit
  • Pemasaran hasil atau produk

Pembahasan secara mendalam tentang pokok bahasan Bibit, Kandang, Pakan, Hama dan Penyakit, Pemasaran produk serta Analisa Hasil Usaha Budidaya Ternak kelinci akan disajikan tersendiri.
Pengelolaan atau pemeliharaan ternak kelinci dimulai dari Anak yang baru lahir, Pemeliharaan anak bila Induk Mati, Pemeriharaan Anak umur sapih, Pemeliharaan Kelinci dara atau Bakalan serta Pemeliharaan Kelinci Dewasa (induk dan Pejantan).

(1) Pemeliharaan Anak yang baru lahir
Induk kelinci sebelum melahirkan secara normal akan melepaskan bulu tubuhnya sebagai pelindung anak yang akan dilahirkan. Jumlah anak per kelahiran rata-rata 6 ekor atau berkisar 5 – 8 ekor.
Anak kelinci yang baru lahir tidak memiliki bulu untuk melindungi tubuhnya dari pengaruh lingkungan, oleh karena itu secara alamiah di dalam sarang harus selalu berada dalam sarang bulu atau dalam dekapan induk. Selain itu matanya selama kurang lebih 10 hari setelah kelahiran masih dalam keadaan tertutup sehingga kurang bisa bergerak mencari aktivitas kehidupan yang jauh.
Kondisi yang lemah pada anak kelinci membuat induk kelinci selalu berada didekat anak dan selalu menyediakan air susunya. Pada kehidupan di alam bebas, maka kelinci jantan selalu berusaha untuk mencari makanan. Sedangkan apabila dipelihara oleh manusia, maka kebutuhan makanan untuk induk harus tersedia cukup kwantitas dan kwalitasnya. Apabila kebutuhan pakan kurang, maka induk akan kurus dan kematian anak akan semakin tinggi. Menurut Yuwono (1997), bahwa induk kelinci yang melahirkan anak 1-3 ekor, 4-6 ekor dan 7-8 ekor masing-masing memiliki persentase kematian sebesar 12,9 %, 27,3% dan 40,5%.

(2) Pemeliharaan Anak bila Induk Mati
Terjadinya suatu kasus induk mati pada masa menyusui anak-anaknya, maka perlu dilakukan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Perhatikan jumlah dan besarnya anak-anak kelinci.
  2. Apabila jumlahnya memungkinkan diasuh oleh induk lain (induk pengganti), maka semua anak + induk pengganti pada bagian pantatnya diberi parfum yang sama, baru kemudian dicampurkan.
  3. Apabila tidak ditemukan induk pengganti, maka anak kelinci harus diberi susu pengganti dengan cara di dot atau ditempatkan dalam wadah yang mudah dijangkau oleh anak kelinci. Bagi anak kelinci yang belum mengenal wadah air susu harus dituntun untuk bisa mengenalnya dengan cara mulutnya diolesi air susu dan wadah didekatkan dengan mulutnya.
  4. Perhatikan suhu dan kelembaban anak-anak kelinci, jangan sampai kedinginan. Bila perlu harus ditambahkan lampu sebagai pemanas.

(3) Pemeliharaan Umur Sapih
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan kelinci umur sapih, yaitu :
a) Umur dan Bobot Badan
Penyapihan anak kelinci umumnya dilakukan pada umur 7 – 8 minggu. Bila pertumbuhannya cepat, maka umur sapih bisa dilakukan kurang dari umur 7-8 minggu. Dengan kata lain bahwa umur dan Bobot badan harus dijadikan standart kelayakan proses penyapihan.
2) Kandang terpisah
Anak yang disapih ditempatkan pada kandang yang terpisah dari induknya. Penempatan dalam kandang terpisah sebaiknya dilakukan berdasarkan keseragaman umur, BB dan jenis kelamin. Setiap sangkar kandang diisi 2-3 ekor anak kelinci, karena apabila isi kandang terlalu banyak akan berpengaruh pada pertumbuhan yang tidak merata.
3) Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan sebagai ternak bakalan dengan cara membuang testisnya.

(4) Pemeliharaan Kelinci Dara dan Bakalan
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan kelinci dara/bakalan,yaitu :

  1. Kwantitas dan kwalitas pemberian pakan harus bisa memacu pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang bagi ternak kelinci. Jumlah pemberian yang kurang akan menghambat laju pertumbuhan, dan sebaliknya pemberian yang berlebih akan membuat kelinci menjadi gemuk sehingga perkembangan organ reproduksi akan terhambat. Oleh karena itu kwantitas dan kwalitas pakan harus didasarkan pada kebutuhan ideal ternak kelinci dara/bakalan.
  2. Khususnya jenis kelamin jantan lebih baik ditempatkan pada kandang individu, sehingga pertumbuhannya bisa dipantau serta tidak bisa berkelahi.
  3. Perhatikan masa pubertas dan dewasa tubuh.

(5) Pemeliharaan Kelinci Dewasa (induk dan Pejantan)
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan kelinci dewasa, yaitu :

  1. Kelinci pejantan harus ditempatkan pada kandang individu serta diberikan pakan yang seimbang antara kwantitas dan kwalitasnya.
  2. Perhatikan kelinci induk terhadap aspek pertumbuhan dan perkembangannya meliputi : BB, Dewasa tubuh, Dewasa kelamin, Birahi, perkawinan, kebuntingan dan kelahiran.
  3. Perhatikan suhu dan kelembaban
  4. Sanitasi dan Tindakan Preventif. Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.
  5. Pengontrolan Penyakit
  6. Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit
  7. Perawatan Ternak
  8. Pemeliharaan Kandang. Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar, matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

(6) Memelihara Kelinci untuk PemulaBeberapa hal yang harus diperhatikan oleh Peternak Pemula, yaitu :

  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Hal itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.
  2. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.
  3. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.

d. Bibit dan Pembibitan
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak
Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.

(1) Memilih bibit
Kriteria berikut bisa dijadikan pedoman untuk memilih bibit kelinci :

  1. Induk diketahui tetuanya atau dengan kata lain calon induk mempunyai catatan produksi (jumlah anak perkelahiran, daya tumbuh, dll) dan catatan reproduksi (servis per conception, fertilitas, keadaan alat reproduksi dll)
  2. Induk mempunyai putting susu lebih dari 8 buah
  3. Tingkah laku tidak nervous dan mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang
  4. Kondisi fisik yang normal seperti badan sehat, mata bersinar, bulu yang bersih dan tidak kusut, telinga tegak tidak pepleh, dan lain sebagainya.

(2) Kiat-kiat memilih kelinci yang baik :

  1. Pergerakan lincah dan aktif
  2. Mempunyai nafsu makan yang tinggi
  3. Performance tubuh seimbang (besar kepala dengan panjang tubuh dll)
  4. Bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang tajam dan cerah
  5. Telinganya lebar dan panjang minimal 10 cm
  6. Bagian-bagian yang berlubang (hidung, mulut, telinga, dubur) terlihat bersih
  7. Berkaki normal (terlihat kuat, kokoh dan berkuku pendek) berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset
  8. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata
  9. Ekornya terlihat kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring
  10. tanda lain untuk induk betina adalah mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang beranak, mempunyai pinggang yang lebar dan jumlah putting susu paling sedikit 8.

(3) Pemilihan Bibit Calon Induk
1.Perawatan Bibit dan Calon Induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
2.Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

  1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
  2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/ menambah sifat-sifat unggul.
  3.   Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit

e. Reproduksi
1) Data biologis Ternak Kelinci

  • Masa hidup              : 5 – 10 tahun
  • Masa produksi         : 1 – 3 tahun
  • Masa bunting           : 28-35 hari (rata-rata 29 – 31 hari)
  • Masa penyapihan    : 6-8 minggu
  • Umur dewasa          : 4-10 bulan
  • Perkawinan awal     : Kelinci tipe kecil dewasa pada umur 4-5 bulan, sedangkan tipe besar pada umur 6-7 bln.
  • Umur dikawinkan     : Rata-rata 6-12 bulan
  • Masa perkawinan setelah beranak(calving interval): 1 minggu setelah disapih.
  • Siklus kelamin          : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
  • Siklus berahi            : Sekitar 2 minggu
  • Periode estrus          : 11 – 15 hari  (rata-rata 12 hari), tidak subur 2-4 hari.
  • Ovulasi                     : Terjadi pada hari kawin (9 – 13 jam kemudian)
  • Fertilitas                    : 1 – 2 jam sesudah kawin
  • Jumlah kelahiran     : 4- 10 ekor (rata-rata 6 – 8)
  • Volume darah          : 40 ml/kg berat badan
  • Bobot dewasa          : Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor  pemeliharaan.

2) Reproduksi dan Perkawinan
Aspek reproduksi memegang peranan penting dalam rangka pertambahan jumlah populasi. Ternak kelinci termasuk dalah satu jenis ternak prolific artinya mampu beranak banyak per kelahiran. Ada beberapa kiat agar ternak kelinci mempunyai catatan reproduksi yang baik :

  •  Umur pertama kali dikawinkan berkisar antara 5-6 bulan tipe kecil dan 6-7 bulan untuk tipe besar.
  •  Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak.
  •  Memilih waktu kawin pagi hari atau sore hari
  •  Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan
  •  Imbangan sex ratio adalah 1:10, artinya seekor pejantan melayani 10 ekor induk
  •  Perkawinan kembali setelah beranak. Apabila yang diharapkan dari ternak kelinci adalah bakalan maka induk bisa dikawinkan 7-10 hari setelah beranak. Tapi apabila yang diinginkan nantinya adalah sebagai ternak pengganti (stock replacement) maka sebaiknya induk dikawinkan kembali 40-45 hari setelah beranak atau setelah anak-anak lepas sapih

3) Kelahiran dan Pasca Lahir

  1. Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 29-31 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan.
  2. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya.
  3. Kelahiran normal kelinci terjadi pada pagi hari selama kira-kira 30 menit dengan jarak ± 1-5 menit dari anak yang satu dengan yang lain. Kondisi awal anak yang baru dilahirkan lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
  4. Jumlah anak yang dilahirkan, bobot lahir dan Bobot Total anak tergantung pada umur induk, status gizi dan lingkungan.
  5. Setelah melahirkan, maka induk kelinci memakan placenta dan mudah kaget sehingga anak-anaknya mudah terinjak oleh induk.
  6. Anak-anak kelinci akan keluar dari sarang/kotak beranak pada umur 19-20 hari dan sudah bisa makan hijauan muda.

f. Kandang dan Perkandangan
1) Jenis Kandang
Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:

  1. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda
  2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran
  3. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

Menurut kegunaannya kandang kelinci dibedakan menjadi :
(1) Kandang Jantan.
Kandang jantan ukuran lebih besar daripada kandang induk dengan dinding samping tertutup.
(2) Kandang Induk
Kandang induk dapat dibedakan berdasarkan fase hidupnya, misalnya kandang kawin, kandang bunting, kandang menjelang kelahiran dan kandang mengasuh anak. Ukuran yang sering digunakan yaitu dengan ukuran PxLxT = 90×60×60 cm. apabila dalam kandang tersebut akan diletakkan sarang maka ukuran sarang berkisar PxLxT = 40×30x30cm atau 50x30x45 cm.
(3) Kandang anak lepas sapih sampai dikawinkan.
Kandang berkelompok, akan tetapi antara jantan dan betina tetap dipisah untuk menghindari perkawinan awal yang tidak terkontrol. Ukuran kandang PxLxT = 200 x 70 x 70 cm untuk 12 ekor betina atau 10 ekor jantan.
(4) Kandang anak (kotak beranak)
Kandang anak (sarang/kotak beranak) dipasang ± 27 hari umur kebuntingan induk. Penempatan sarang dapat diluar atau di dalam kandang.
(5) Kandang Karantina.
Kandang bagi ternak yang perlu disendirikan karena sakit, perlakuan khusus serta ternak yang istimewa.

2) Fungsi Kandang
Sebuah kandang adalah unit kecil dari konstruksi yang kuat dan dipakai sebagai rumah bagi sejumlah ternak. Adapun fungsi sebuah kandang bagi ternak kelinci antara lain :

  1. Untuk melindungi kelinci dari pengaruh luar seperti cuaca buruk, binatang buas dan pencuri.
  2. Memudahkan dalam pemeliharaan dan pengawasan.

Ternak kelinci bisa dipelihara secara koloni dan individual. Namun menurut pengalaman dan pengamatan bahwa kelinci-kelinci yang dikandangkan akan lebih mudah pengawasan, dan penanganannya. Memang tidak ada standar baku dalam membuat kandang kelinci. Intinya adalah kelinci tersebut merasa nyaman tinggal didalamnya sehingga akan menampilkan produksi terbaiknya. Tapi perlu diingat pula tentang biaya pembuatannya, jangan sampai modal nanti habis hanya untuk membuat kandang
Membantu dalam penyeleksian, vaksinasi dan pengobatan serta pencegahan penyakit.
Lebih hemat pemakaian tempat dan ruangan.
Ukuran yang sering digunakan yaitu dengan ukuran PxLxT = 90×60×60 cm. apabila dalam kandang tersebut akan diletakkan sarang maka ukuran sarang berkisar PxLxT = 40×30x30cm.

3) Syarat bahan Kandang

  1. Bahan murah, awet, dan mudah di dapat
  2. Mampu melindungi ternak dari cuaca buruk
  3. Mempunyai tempat pembuangan kotoran
  4. Lantai kandang dapat dibuat dari kawat, bambu dan kayu

4) Membuat Kandang Kelinci yang sehat
Jika kita hendak mengenal makhluk hidup yang paling pembersih di dunia, maka kelinci adalah wujudnya. Sistem pemeliharaan domestik mesti memperhatikan kebersihan. dan kebersihan mestinya bukan sekedar soal rajin membersihkan, melainkan lebih baik jika kandang itu sendiri sangat efektif membuang kotoran.
Hewan herbivora ini jika buang kotoran di alam bebas akan akan cepat-cepat meninggalkan kotorannya. Kelinci memilih menjauh dari kotoran karena hidungnya sangat peka dengan aroma busuk. Kalau pun sesudah buang kotoran akhirnya datang kembali untuk menjilati atau memakan kotorannya sendiri itu bukan sedang berak, melainkan sedang mengeluarkan caesotrophs, tinja hitam lembek penghasil protein tinggi.
Mengingat kelinci dalam sistem domestik (rumahan) tidak mengondisikan kelinci bisa meninggalkan kotoran, maka kandang harus dibuat nyaman.
Berikut ini kaidah dasar kandang yang baik untuk kelinci di Indonesia.

  1. Lebih baik jangan membuat kandang bersusun, karena tingkat kebersihannya rendah. Walaupun kandang susun sangat efektif dan efisien pemakaian tempat.
  2. Kandang lebar lebih baik untuk menghindari kelembaban dan kenyamanan kelinci. Minimal 4x ukuran besar kelinci.
  3. Buat alas yang kuat dan tidak bergoyang karena injakan. Itu akan membuat tidak nyaman kelinci. Lebih fatal lagi jika sampai kejepit, bisa mengakibatkan patah kaki.
  4. Alas kandang sebaiknya bisa dicopot sehingga setiap pagi kita bisa mengganti dengan alas kandang lain. Dengan begitu kita bisa mencuci di luar kandang; lebih efektif mencuci dengan sabun dan bisa langsung dijemur. Ini adalah pola sehat yang harus dilakukan.
  5. Buat celah lubang pada dua alas di sudut belakang untuk tempat pipis dan buang kotoran padat.
  6. Kandang tidak boleh berlubang besar sebab bisa dimasuki tikus.
  7. Ukuran Tinggi kandang tidak boleh terlalu rendah sebab salah satu kesehatan kelinci juga ditentukan oleh seringnya berdiri. Buatlah ruang yang tinggi untuk kelinci. Jika ukuran panjang kelinci mencapai 50 Cm, maka kita harus membuat tinggi kandang 60 cm.
  8. Jarak tinggi antara alas kandang dengan tanah usahakan minimal 40 Cm. Dengan begitu kelinci jauh dari kotoran.
  9. Buatlah ruangan kandang kelinci senyaman mungkin dengan sikulasi udara yang lancar. Kandang boleh berjajar, tetapi tidak boleh terlalu dekat dalam hal model hadap-hadapan. Pokoknya harus dibuat longgar selonggar-longgarnya. Ingat, penularan penyakit bisa disebabkan oleh sentuhan, udara dan debu. Sinar matahari pagi antara jam 6-8 sangat penting bagi kesehatan kelinci.
  10. Saat membuat kandang jangan hanya berpikir kokoh dan bagus, tetapi juga harus melihat aspek tepat. Kita lihat banyak kandang bagus bahkan mewah, tetapi pada akhirnya tidak sehat.
  11. Lengkapi kandang dengan perlengkapannya seperti : Tempat pakan penguat, tempat pakan hijauan, Tempat minum dan khususnya untuk kandang induk maka buatlah sarang dari jerami kering atau bahan lain yang kering dan lunak

g. Pakan
Kelinci walaupun memiliki gigi kerucut, namun termasuk famili Leporidae, sehingga pakan utamanya adalah hijuan. Jadi pada prinsipnya kelinci memakan hijuan hampir sama dengan ternak pemakan rumput yang lainnya.
Banyak jenis tanaman dan sayuran yang bisa diberikan kepada kelinci. Yang penting adalah makanan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi kelinci yang harapannya adalah ternak tersebut mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dan menampilkan catatan produksi yang baik.
Makanan kelinci yang baik adalah yang terdiri dari sayuran hijauan, biji-bijian, dan makanan penguat (konsentrat). Makanan hijauan yang diberikan antara lain semacam rumput lapangan, limbah sayuran seperti kangkung, selada air, daun bunga kol, daun wortel, wortel, dan lain-lain. Sayuran hijau yang akan diberikan pada kelinci ini kalau bisa telah dilayukan dan jangan dalam keadaan segar. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga untuk menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret. Biji-bijian bisa berupa jagung yang digiling halus (hanya untuk campuran konsentrat), konsentrat : polard (kulit gandum), dedak halus, ampas tahu (terbatas).
Secara umum kebutuhan pakan kelinci harus didasarkan pada fase pertumbuhan, fase bunting-menyusui dan untuk hidup pokok seperti tertera pada Tabel berikut:

(1) Jumlah Pemberian Pakan
Di antara komposisi ransum ternak kelinci yang bisa dipakai acuan adalah pakan terdiri dari konsentrat 50 gram untuk kelinci pertumbuhan dan penggemukan, 70-100 gram untuk induk bunting, 150-200 gram untuk induk menyusui, sedang rumput diberikan secara ad libitum (tak terbatas). Konversi pakan yang bagus adalah 3:1
(2) Jadwal pemberian pakan :
Cara pertama : Hijauan dengan jumlah sedikit diberikan sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi setelah kandang dibersihkan terlebih dulu, kemudian pada pukul 10.00 pagi diberikan konsentrat, dan pada pukul 15.00 diberikan hijauan lagi tapi dalam jumlah yang banyak
Cara Kedua : Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

h. Hama dan Penyakit
Beberapa jenis Hama dan penyakit yang pernah menyerang pada ternak Kelinci antara lain :
1) Bisul
Penyebab : terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Pengendalian : pembedahan dan pengeluaran darah kotor dan diberi Jodium.
2) Kudis
Penyebab : Darcoptes scabiei. Gejala : ditandai dengan koreng di tubuh. Pengendalian : dengan antibiotik salep (vormectin)
3) Eksim
Penyebab : kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian : menggunakan salep/bedak Salicyl.
4) Penyakit telinga
Penyebab : kutu. Pengendalian : meneteskan minyak nabati
5) Penyakit kulit kepala
Penyebab :jamur. Gejala : timbul semacam sisik pada kepala. Pengendalian : dengan bubuk belerang.
6) Penyakit mata
Penyebab : bakteri dan debu. Gejala : mata basah dan berair terus. Pengendalian : dengan salep mata.
7) Mastitis
Penyebab : susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala : puting mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian : dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.
8) Pilek
Penyebab : virus.
Gejala : hidung berair terus. Pengendalian : penyemprotan antiseptik pada hidung.
9) Radang paru-paru
Penyebab : bakteri Pasteurella multocida.  Gejala : napas sesak, mata dan telinga kebiruan. Pengendalian : diberi minum Sul-Q-nox.
10) Berak darah
Penyebab : protozoa Eimeira. Gejala : nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah. Pengendalian : diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.
11) Mencret.
Mencret disebabkan pola makan yang salah atau makanan yang diberikan sudah basi hijauan banyak mengandung air sedikit serat.
12) Perut Kembung
Untuk penyakit perut kembung bisa dicegah dengan tidak memberikan pakan yang masih basah atau kandungan airnya cukup tinggi. Cara mengobatinya adalah dengan pemberian obat sulfa seperti norit atau minyak adas.
13) Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing.
Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.

i. Pemasaran Hasil
1) P a n e n
∞ Hasil Utama
Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu
∞Hasil Tambahan
Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk
2) Penangkapan
Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.

3) Pasca panen
(a) Stoving
Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap.
(b) Pemotongan
Pemotongan dapat dengan 3 cara:

  1. Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma disembelih.
  2. Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.
  3. Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.

(c) Pengulitan
Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.
(d) Pengeluaran Jeroan
Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.
(e) Pemotongan Karkas
Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.

4) Pemasaran hasil atau produk
Pemasaran hasil produk utama atau sampingan bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

j. Analisa Usaha
Komponen analisis budidaya kelinci
(1) Biaya Produksi
a. Kandang dan Peralatan
b. Bibit Induk
c. Pejantan
d. Pakan
– Sayur + Rumput
– Konsentrat (Pakan Tambahan0
e. Obat
f. Tenaga Kerja
Jumlah Biaya Produksi

(2) Pendapatan
a. Kelahiran Hidup/induk/tahun
b. Penjualan
– Bibit
– Kelinci Potong
– Feces/Kotoran
– Bulu
Jumlah Pendapatan

(3) Keuntungan
(4) Parameter Kelayakan Usaha
– B/C Ratio

2.13. Gambaran peluang agribisnis
Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.

2.14. DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna, Jakarta
Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.
Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta
Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya, Malang
www.sentralternak.com

2.15. Umpan Balik

  1. Sebutkan beberapa pertimbangan yang menjadi faktor pendorong budidaya kelinci mulai banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia!.
  2. Berdasarkan teori ternyata ada Kelinci, Terwelu dan Pica. Jelaskan persamaan dan perbedaannya.
  3. Apa yang saudara ketahui tentang : Prolific, Superfetasi, B/C Ratio, Persentase Karkas, Sex Ratio, Calving Interval.
  4. Jelaskan mengapa jumlah anak yang dilahirkan, bobot lahir dan Bobot Total anak tergantung pada umur induk, status gizi dan lingkungan.
  5. Secara umum kebutuhan pakan kelinci harus didasarkan pada fase pertumbuhan, fase bunting-menyusui dan untuk hidup pokok. Namun kandungan Nutrisi yang berbeda hanya pada TDN dan Protein kasar. Jelaskan !.
  6. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Jelaskan kelemahan dan kelebihan dari ketiga jenis kontruksi battery tersebut serta menurut saudara mana yang paling banyak digunakan oleh peternak.
  7. Perkawinan kelinci pada umumnya  memilih waktu kawin pagi hari atau sore hari. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan Imbangan sex ratio adalah 1:10, artinya seekor pejantan melayani 10 ekor induk. Mengapa pada perkawinan kelinci justru betina yang harus dibawa ke kandang pejantan bukan sebaliknya.
  8. Bagaimanakah Kiat-kiat memilih kelinci yang baik.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: