(1) PENGARUH PERUBAHAN IKLIM PADA AYAM BURAS

  • PENGARUH PERUBAHAN IKLIM PADA AYAM BURAS
  • (Makalah disampaikan pada Pelatihan di Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri 
  • Hari Sabtu, 29 Oktober 2011)
  • 4. FoTo Batik-1
  • A. Pengertian Iklim
    • Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Studi tentang iklim dipelajari dalam Meteorologi. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi ini yang ditentukan oleh letak geografis. Secara umum kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropislintang menengah dan lintang tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah Klimatologi. (Naufal, 2001)
  • Ciri-ciri Iklim di Indonesia
    1. Curah hujan tinggi (1800m/tahun)
    2. Radiasi matahari tinggi (matahari bersinar sepanjang tahun)
    3. Temperatur udara relatif panas sampai dengan nikmat
    4. Kelembaban tinggi (mencapai lebih dari 90%)
    5. Aliran udara relatif sesuai kebutuhan manusia
    6. Amplitude temperatur siang-malam 2 s/d 5oC (karena kelembaban udara yang tinggi).
  • B. Pengertian Cuaca
    1. Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi  atau sebuah planet lainnya. Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama dikenal sebagai iklim. Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klimatologi, untuk tanda-tanda perubahan iklim.
    2. Cuaca terjadi karena suhu dan kelembaban yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan ini bisa terjadi karena sudut pemanasan matahari yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya karena perbedaan lintang bumi. Perbedaan yang tinggi antara suhu udara di daerah tropis dan daerah kutub bisa menimbulkan jet stream. Sumbu bumi yang miring dibanding orbit bumi terhadap matahari membuat perbedaan cuaca sepanjang tahun untuk daerah sub tropis hingga kutub. Di permukaan bumi suhu biasanya berkisar ± 40° C. Selama ribuan tahun perubahan orbit bumi juga memengaruhi jumlah dan distribusi energi matahari yang diterima oleh bumi dan memengaruhi iklim jangka panjang.
    3. Cuaca di bumi juga dipengaruhi oleh hal-hal lain yang terjadi di angkasa, diantaranya adanya angin matahari atau disebut juga star’s corona
  • C. Iklim di Indonesia
    • Indonesia mempunyai karakteristik khusus, baik dilihat dari posisi, maupun keberadaanya, sehingga mempunyai karakteristik iklim yang spesifik. Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut.
      1. Iklim Musim (Iklim Muson)
        • Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur).
        • Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan.
        • Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.
      2. Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)
        • Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.
      3. Iklim Laut
        • Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi.
  • D. Posisi Matahari
    1. Tepat berada di ekuator setiap tanggal 23 Maret dan 22 September.
    2. Berada di Selatan pada Oktober-Maret                   Idealnya Musim Penghujan
    3. Berada di Utara Sekitar April-September              Idealnya Musim Kemarau
    4. Pergeseran posisi matahari setiap tahunnya menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
    5. Pada saat matahari berada di utara ekuator, sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau, sedangkan saat matahari ada di selatan, sebagaian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan.
  • E. Unsur iklim dan Cuaca
    1. Sinar Matahari
    2. Angin (Sirkulasi Udara)
    3. Musim
    4. Curah Hujan
    5. Suhu dan Kelembaban
      • Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan. Dampak ekstrem dari perubahan iklim terutama adalah terjadinya kenaikan temperature/suhu serta pergeseran musim. Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair.
      • Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini akan menurunkan produksi Pertanian-Peternakan-Perikanan serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai
      • Sebelum menelaah kita menelaah tentang keterkaitan Iklim dan Cuaca bagi kehidupan makhluk hidup, maka perlu kita ingat-ingat kembali tentang :
        1. Nama Perubahan Kondisi dari Musim Kemarau ke Musim Hujan : ……………
        2. Nama Perubahan Kondisi dari Musim Kemarau ke Musim Hujan : ……………
        3. Nama Perubahan Kondisi dari Siang ke Malam Hari : ………………………………
        4. Nama Perubahan Kondisi dari Malam ke Siang Hari.:……………………………….
    6. Kesimpulannya adalah : 
      Bahwa terjadi Kondisi titik balik dari musim ke musim 
      Bahwa terjadi Kondisi titik balik dari waktu ke waktu harian
  • F. DAMPAK  PERUBAHAN IKLIM DAN CUACA PADA BIDANG PETERNAKAN (KHUSUSNYA PADA AYAM BURAS) serta CARA MENGANTISIPASINYA
    1. Berbicara masalah Peternakan berdasarkan Karakteristik Jenis Usaha, Jumlah ternak dan Input teknologi maka dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : Tradisional, Back Yard dan Modern. Sedangkan apabila berdasarkan Pola pengelolaan atau Pola Pemeliharaan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : Ekstensif, Semi Intensif dan Intensif.
    2. Dalam Pemeliharaan Ayam Buras (Ayam Kampung) pada umumnya secara Ekstensif atau diumbar secara bebas berkeliaran. Namun sebagian kecil dilakukan pola pemeliharaan secara Semi Intensif, dimana dalam rentang waktu tertentu dikandangkan, namun dalam rentang waktu yang lain diumbar secara bebas. Dengan demikian Kontrol Produksi, Kontrol Kesehatan serta Seleksi /Culling hamper tidak Pernah dilakukan
    3. Keterkaitan dengan Pola Pemeliharaan Ayam Buras ini menyebabkan berbagai Resiko :
      1. Ayam tidak mudah dikontrol tentang Kesehatannya.
      2. Ayam memiliki produktivitas yang tidak seragam
      3. Ayam mudah terserang berbagai macam penyakit maupun sebagai media pembawa penyakit.
      4. Ayam mudah menyebarkan bibit penyakit kepada ternak lain maupun kepada Manusia (Penyakit Zoonosis)
  • G. Interaksi Perubahan Kondisi Lingkungan (Iklim-Cuaca) terhadap Ayam Buras
    1. Save Environment pada saat sekarang ini menjadi Slogan yang semakin popular, bahwa di iklan televisi ada sebutan The Man of The Three yang tidak lain dan tidak bukan untuk mengungkapkan bahwa penghargaan terhadap jasa seseorang menghijaukan lingkungan dan kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan Sadar Lingkungan mencuat ke Permukaan setelah ada gejala menurunnya mutu lingkungan. Dengan demikian terjadi ketidak seimbangan alam (kondisi lingkungan)
    2. Kalau kita berbicara Iklim maka kita cenderung menelaah Musim (Curah hujan dan Angin), sedangkan kalu kita berbicara Cuaca maka kita cenderung menelaah Suhu dan Kelembaban. Kondisi Iklim yang mengalami perubahan tentunya diawali dengan adanya fluktuasi kondisi cuaca. Parameter kondisi cuaca antara lain Curah Hujan, Suhu dan Kelembaban.  Secara Mikro Kondisi cuaca terus mengalami perubahan sehingga akan berlanjut kepada kondisi makro yaitu Perubahan Iklim. Faktor cuaca yang paling dominan adalah Fluktuasi Suhu dan Kelembaban harian, akan menyebabkan kondisi Makro (lingkungan Kita) dan Kondisi Mikro (Tubuh Kita) mengalami daya adaptasi yang luar biasa beratnya.
    3. Persiapan Apa saja untuk menghadapi Kondisi Mikro Lingkungan yang demikian (Khususnya pada Ayam Buras)
      1. Bibit ?
      2. Kandang ?
      3. Pakan dan Minum ?
      4. Program Pencegahan (Pengendalian) dan Pengobatan Penyakit ?
      5. Program Pertumbuhan dan Perkembangan ternak Ayam ?
      6. Program Penanganan Limbah berupa Kotoran, Ayam Mati dll
    4. Persiapan Apa saja untuk menghadapi Kondisi Makro Lingkungan yang demikian (Khususnya pada Ayam Buras)
      1. Sumber Pakan dan Sumber Air ?
      2. Sumber Udara Bersih ?
      3. Sumber Penularan Penyakit ?
      4. Sumber Perlindungan Lingkungan ?
  • Ilustrasi dari Kondisi tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Jarak Matahari terpendek adalah Jam 12
    2. Suhu tertinggi harian adalah Jam 14.00-15.00
    3. Kelembaban tertinggi adalah Jam 04.00 – 06.00
    4. Kesimpulan : Suhu dan Kelembaban tinggi terjadi di siang hari
    5. (Interval waktu ini adalah untuk 12 Jam dan kelembaban tergantung Faktor Musim)
  • Bagaimana dengan interval Waktu 12 Jam berikutnya :
    1. Matahari tertutup oleh bumi diseparo bagian
      1. Suhu terendah harian adalah Jam 02.00-03.00
    2. Kelembaban tertinggi adalah Jam 16.00 – 18.00
    3. Kesimpulan : Suhu dan Kelembaban rendah terjadi di malam hari
    4. Terjadi Titik Balik Suhu dan Kelembaban
    5. Dampak kepada Makhluk Hidup termasuk Ayam Buras
    6. Kondisi Sehat dampak Rendah
    7. Kondisi sakit dampak Tinggi (Nyata)
  • Bagaimana dampaknya Kepada Makhluk Hidup yang memiliki aktivitas : Tumbuh dan Berkembang ?
  • Adapun Langkah yang bisa dilakukan adalah :
  • (1) Internal
    1. Seleksi Bibit (Seleksi dan culling terus menerus)
    2. Pemberian Pakan dan Minum yang sehat
    3. Kandang Intensif yang nyaman
    4. Kontrol Kesehatan Ayam
    5. Pencegahan (Vaksinasi) dan Penanggulangan Penyakit secara Tepat dan Cepat
    6. Penanganan Limbah yang terencana dan terkontrol serta peduli lingkungan
  • (2) Eksternal
    1. Sosialisasi terus menerus (formal dan Informal)
    2. Action Individu dan Key Person
    3. Gerakan Masyarakat
  • Secara Garis Besar Penyakit Unggas (Ayam)
    1. Penyakit terdiri dari : Penyakit Menular  dan Penyakit Tidak Menular
    2. Penyakit menular disebabkan oleh : Virus,  Bakteri dan Parasit
    3. Penyakit tidak menular disebabkan antara lain : Defisiensi Gizi, Alfatoxicosis, Keracunan Garam  dan Gangguan Limbah
      • Virus : ND (New castle Disease), IB (infektios Bronchitis), ILT, Mareks, LL, Fowl Pox, IBD, AE, EDS’76, Gumboro.
      • Bakteri : CRD, SNOT (CORYZA), Kholera, E. Coli, Pullorum, Staphylococcus, Streptococcus
      • Parasit : Caplak, Lalat, Kutu, nyamuk (Ektoparasit) dan Cacing, Coccidiosis, Jamur parasit Darah (Endoparasit)
      • Defisiensi Gizi : Vitamin, Mineral, Asam Amino, Protein, Energi dll.
      • Alfatoxixosis : Racun Jamur
      • Gangguan Limbah berupa Amoniak yang menyebabkan pernafasan tidak normal
  • Yang Perlu diwasdai terkait Perubahan Iklim dan Cuaca
    1. Nd (Tetelo/Aratan),
    2. CRD (Ngorok),
    3. Snot (Coryza),
    4. Kholera (Berak Hijau)
    5. Coccidiosis (Berak Darah)
    6. Pullorum (Berak Kapur)
  • Gejala Flu Burung mirip dengan ND
    CARA MENGANTISIPASI ?
    1.   Peduli Lingkungan 
    2.   Menanam Pohon
    3.   Vaksinasi /Imunisasi
    4.   Bio sekuriti.

    • Apa itu Biosekuriti?
    • Apa yang harus dilakukan untuk melindungi usaha peternakan ketika tidak ada wabah penyakit di provinsi atau di tanah air
    • Apa yang harus dilakukan untuk melindungi usaha peternakan ketika dilaporkan terjadi wabah penyakit di tanah air atau provinsi?
    • Apa yang harus dilakukan ketika terjadi tingkat kematian ternak yang tinggi?
    • Perlindungan terhadap manusia
    • Paramedik Veteriner dan Dinas Peternakan Kabupaten: kunci kemitraan dalam rangka memerangi Flu Burung
  • Terima kasih dan semoga bermanfaat .
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s