[6] Pelatihan Kewirausahaan 2014

  • Pel-1Pel-2
  • Materi 1. Kewirausahaan Oleh : Ir. Rohmad, MMA
  • Pel-3Pel-4Pel-5Pel-6Pel-7Pel-8Pel-9Pel-10Pel-11Pel-12Pel-13Pel-14Pel-15Pel-16Pel-17Pel-18Pel-19Pel-20Pel-21Pel-22Pel-23Pel-24Pel-24Pel-26Pel-27Pel-28Pel-29Pel-30
  • Materi 2. Regenerasi Usaha Keluarga Oleh : Drs. Ali Rohmad, MPd
    • Regenerasi pimpinan perusahaan keluarga kerap menimbulkan konflik yang tak perlu. Untuk menghindari hal itu, simak cara-cara berikut ini:
      1. Kembangkan gaya pimpinan sendiri, berdasarkan kelebihan yang dimiliki. Tak perlu meniru gaya pimpinan terdahulu.
      2. Cermat bertindak. Orangtua Anda butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun bisnis ini. Tentu Anda tak ingin menghancurkannya dalam waktu sebulan bukan? Jangan karena ingin menunjukkan ‘jati diri’, lalu Anda mengambil keputusan tanpa pemikiran matang. Anda boleh saja tertarik pada masalah mikro, tapi usahakan tetap waspada pada masalah yang lebih besar.
      3. Perjelas peran pendiri perusahaan. Apakah mereka masih ingin berperan aktif atau hanya sebagai penasehat? Apakah mereka ingin diberi laporan tentang semuanya atau hal-hal tertentu? Bagaimana sebaiknya saran dan kritik disampaikan? Bicarakan semua itu dengan tuntas, agar tak terjadi salah paham nantinya.
      4. Lakukan restrukturisasi dengan hati-hati. Anda tentu akan menghadapi dilemma, baik dengan para pegawai senior atau pegawai yang ada ikatan keluarga. Beri perhatian serius dalam hal ini. Jangan melihat usia dan penampilan, tapi lihatlah kemampuannya.
      5. Jangan menolak perubahan. Terkadang pewaris merasa harus meneruskan tradisi pendahulunya. Padahal, regenerasi pimpinan justru memerlukan pembaruan strategis untuk menghadapi perkembangan jaman.
      6. Evaluasi diri. Ukur kelebihan dan kekurangan Anda. Pelajari hal-hal negatif dan positif dari pendahulu Anda. Ambil yang positif, lalu gabungkan dengan kekuatan Anda untuk mendapat sistem yang efektif.
      7. Belajar terus. Jangan berhenti untuk memperbaiki pola kepemimpinan. Jangan takut berbuat salah, karena kesalahan merupakan bagian dari belajar. Asal jangan mengulang kesalahan yang sama.
      8. Beri teladan. Dalam bisnis keluarga, sikap dan pembawaan pimpinan sangat mempengaruhi situasi kerja dan kinerja pegawai.
      9. Dengarkan ”petuah” pendahulu. Mungkin orangtua pernah menyampaikan kata-kata bijak dan pesan-pesan, sebelum menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Anda. Tak ada salahnya memperhatikan dan mengaplikasikannya pada saat yang tepat.
  • Materi 3. Perkoperasian Oleh : Drs. Makruf, MM
  • PENGETAHUAN PERKOPERASIAN
  • (1) PENGANTAR
    • Kerjasama sangat penting sekali terutama bagi semua sektor usaha, seperti yang diungkapkan oleh Jochen Ropke yaitu, “Setiap pelaku ekonomi manapun dapat mengisi fungsi atau kegiatan koperasi, baik bagi dirinya sendiri (alone) maupun (not alone), yaitu suatu kegiatan khusus yang dikerjakan bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga bagi pelaku lainnya”.
    • Di era globalisasi saat ini juga sangat penting menumbuhkan kerjasama antara Koperasi, BUMN, dan BUMS. Ke-tiga badan usaha tersebut merupakan sektor utama dalam usaha meningkatkan pembangunan di Indonesia. Selain itu kerjasama tersebut juga digunakan untuk memperkuat peranan masing – masing badan usaha agar tetap eksis dalam kancah perekonomian.
    • Koperasi, BUMN, dan BUMS tidak dapat berkembang sendiri tanpa adanya kerjasama antara berbagai pihak. Kerjasama tersebut bisa pada bidang produksi, distribusi maupun permodalan.
    • Di era globalisasi ini banyak BUMS yang mendapat modal dari koperasi khususnya Koperasi Perkreditan, contohnya, orang yang ingin membuka sebuah toko maka membutukan modal, modal itu dapat dipinjam melalui Koperasi. Selain itu Koperasi dan BUMS tidak dapat beroperasi secara lancar tanpa adanya BUMN walaupun hal tersebut tidak secara langsung berpengaruh terhadap kinerja Koperasi dan BUMS, misalnya saja dalam hal penyedian listrik. Maka dari itu perlu dikembangkan kerjasama antara koperasi, BUMN, dan BUMS demi kemajuan perekonomian dalam menghadapi era globalisasi.
    • Kerjasama tersebut selain menguntungkan di pihak negara, badan usaha yang melakukan kerjasama juga dapat mendapat keuntungan dari kerjasama tersebut.
    • Dalam kerjasama antara badan usaha tersebut yang sangat penting adalah menyatukan perbedaan – perbedaan yang ada pada badan usaha tersebut dan hal tersebut merupakan hal yang sangat sulit dikarenakan perbedaan bentuk badan usahanya.
  • (2) KOPERASI, BUMN, DAN BUMS
    1. Aspek Perbedaan dalam Badan Usaha
      • Di antara badan usaha tersebut terdapat perbedaan dalam banyak aspek. Di bawah ini merupakan delapan dimensi perbedaan dalam tiap badan usaha :
      • Perbedaan – perbedaan di atas harus disatukan demi terjadinya kerjasama yang harmonis dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Perbedaan tersebut juga dapat digunakan sebagai dasar pembuatan surat perjanjian kerjasama sebagai dasar dalam usaha menjalankan usaha bersama.
    2. Kerjasama Antara Koperasi, BUMN dan BUMS
      • Koperasi dapat menjalankan kerjasama dengan pihak diluar koperasi. Tentu saja hal ini harus berdasarkan prinsip usaha yang saling menguntungkan. Kerjasama tersebut dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut :
        1. Membentuk wadah baru yang berbadan hukum
          • Adalah usaha kerjasama kerjasama koperasi bersama BUMN yang berbentuk badan hukum baru yang mempunyai izin usaha.
          • Kerjasama ini banyak dilakukan oleh koperasi – koperasi sekunder misalnya, Koperasi Susu dan Koperasi Pupuk di Gresik, khususnya yaitu, tingkat induk seperti IKPN dan beberapa induk koperasi lain yang dengan mitra usahanya masing-masing membentuk bank dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota-anggotanya khususnya dalam pemberian kredit maupun membantu menunjang kebutuhan hidup para anggotanya.
        2. Tanpa membentuk wadah baru yang berbadan hukum
          • Biasanya kerjasama ini berbentuk kemitraan usaha. Kemitraan antara koperasi dengan perusahaan-perusahaan besar lebih merupakan tanggung jawab sosial dalam rangka membantu dan membina koperasi.
          • Selain itu kerjasama di bidang usaha dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut :
        3. Dengan membentuk organisasi baru yang berbadan hukum.
          • Kerjasama ini banyak dilakukan oleh koperasi tingkat sekunder seperti yang dilakukan dalam pendirian Bukopin, KAI, KPI, dan lainnya.
        4. Dalam bentuk proyek atau kemitraan usaha tanpa membentuk organisasi baru yang berbadan hukum.
          • Cara kerjasama seperti itu sudah dilakukan oleh beberapa koperasi tingkat koperasi sekuder. Dalam hal ini biasanya salah satu pihak bertindak sebagai pelaksana sedangkan yang lain bertindak sebagai pengawas. Kerjasama tersebut biasanya dituangkan dalam surat perjanjian kerjasama yang saling mengikat kedua belah pihak dan atas dasar saling menguntungkan (win-win solution).
          • Pola kerjasama antara pengusaha dan koperasi yang baik sebenarnya harus mengacu kepada pemberian keuntungan kepada kedua belah pihak. Kemitraan strategis seperti itulah yang berpotensi untuk membuat kemitraan yang lebih adil dan stabil.
      • Selain itu kerjasama tersebut bisa berupa pembagian pangsa pasar demi meningkatkan penguasaan pasar bagi koperasi dan perluasan hasil produksi bagi perusahaan non koperasi, hal ini diwujudkan dengan :
        1. Pemberian akses yang adil bagi koperasi untuk menjadi rekanan pemerintah daerah dalam pemanfaatan APBD.
        2. Pengembangan pemanfaatan fasilitas trading house dan forum pemasaran bersama melalui program kemitraan.
        3. Pemberian kepastian tempat berusaha bagi koperasi.
        4. Pemberian peranan yang lebih luas dalam kegiatan distribusi, grosir dan eceran dalam rangka pemenuhan bahan pokok.
        5. Pengembangan dan penyebaran informasi bisnis dan harga berbagai komoditas.
        6. Pengembangan jaringan pemasaran.
        7. Peningkatan promosi bisnis dan fokus usaha pada komoditas unggulan.
      • Hal itu merupakan bentuk kerjasama antara Koperasi, BUMN, dan BUMS.
  • (3) Keuntungan – Keuntungan dalam Melakukan Kerjasama
  • Melakukan kerjasama pada dasarnya adalah untuk mencari keuntungan dan untuk memperluas distribusi hasil produksi. Keuntungan-keuntungan tersebut diantaranya :
    1. Meningkatkan kemampuan tawar (Bargaining Power) terhadap pihak ketiga.
    2. Menjamin kontinuitas pemasukan bahan baku.
    3. Biaya dapat ditekan jauh lebih rendah karena dapat berproduksi secara besar-besaran (Economic Of Scale).
    4. Bila kerjasama dilakukan oleh koperasi tingkat atasnya dan bidang usahanya mengadakan integrasi vertikal, maka akan dapat menurunkan biaya transaksi (Transaction Cost).
    5. Bila kerjasama dilakukan secara horizontal, maka akan meningkatkan kemampuan bersaing terhadap pihak ketiga.
  • Selain itu kerjasama juga dapat memberikan pelatihan kewirausahan kepada koperasi sehingga mampu menghadapi tantangan dalam dunia perekonomian di era globalisasi sehingga tujuan utama koperasi sbagai soko guru perekonomian indonesia akan terwujud.
  • Kerjasama tersebut akan lebih efektif bila semua pihak yang berkepentingan saling mendukung dan saling mengisi satu sama lain dengan kata lain dalam kerjasama tidak akan berbicara banyak dalam dunia usaha di era globalisasi saat ini.
  • Beberapa jenis koperasi di Amerika Serikat yang telah melebarkan sayapnya untuk dapat melaksanakan kegiatan – kegiatan kerjasama  dengan negara berkembang antara lain :
    1. NRERA ( National Rular Electric Coopertive Assosiation ) atau perhimpunan koperasi listrik pedesaan nasional membangun koperasi listrik pedesaan di beberapa negara berkembang di Amerika Latin dan Asia.
    2. CLUSA ( Cooperative Leages of United States of America ) atau liga koperasi Amerika Serikat yang telah membantu di bidang manajemen untuk kegiatan-kegiatan pertanian di Amerika Latin, Afrika dan Asia.
    3. FCH ( Federation of Cooperatives Housing ) yang telah memberikan bantuan untuk mendirikan perumahan di seluruh dunia.
  • Nampak bahwa organisasi koperasi di Amerika Serikat ikut serta mengembangkan koperasi di negara berkembang dengan perantara pemerintah dalam hal ini BUMN maupun dengan BUMS.
  • Koperasi Indonesia juga tidak ikut ketinggalan, banyak koperasi – koperasi di desa – desa mendapat input dari hasil kerja masyarakat sekitar, contohnya adalah, Koperasi susu mendapat input berupa susu segar dari produsen susu di sekitarnya dan nantinya akan diambil perusahaan susu (NESTLE).
  • (4) Hubungan Kerjasama Antara Koperasi, BUMN, dan BUMS
  • Untuk mengadakan pemisahan tugas dan wewenang antara Koperasi, BUMN, dan BUMS dalam melakukan kerjasama maka harus berpedoman kepada :
    1. Surat perjanjian kerjasama.
    2. Tugas dan wewenang masing-masing badan usaha.
    3. Prinsip kerjasama yang saling menguntungkan.
    4. Peraturan yang dibuat pemerintah.
    5. Asas dan landasan yang telah disepakati.
  • Hubungan kerjasama tersebut merupakan murni hubungan kerjasama sehingga badan usaha tidak boleh memeriksa badan usaha yang lain di luar hubungan kerja yang telah disepakati dan tanpa persetujuan dari perusahaan yang bersangkutan.
  • Hal ini agar tidak terjadi saling curiga antara badan usaha yang melakukan kerjasama.
  • (5) Kerjasama Antar Koperasi
  • Dalam bukunya, Arifin Sitio dan Halomoan Tamba mengungkapkan bahwa koperasi – koperasi ada yang mempunyai bidang usaha yang berbeda serta tingkatan yang berbeda. Kerjasama antar koperasi dimaksudkan untuk saling memanfaatkan kelebihan dan menghilangkan kelemahan masing – masing, sehingga hasil akhir dapat dicapai secara optimal. Kerjasama tersebut diharapkan akan saling menunjang pendayagunaan sumberdaya sehingga diperoleh hasil yang lebih optimal.
  • Kerjasama antar koperasi dapat dilakukan di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Prinsip ini sebenarnya lebih bersifat strategi dalam bisnis. Dalam teori bisnis ada yang dikenal “Synergy Strategy” yang salah satu aplikasinya adalah kerjasama antar dua organisasi atau perusahaan.
  • Simpulan
  • Kerjasama antar koperasi dapat juga diwujudkan karena tujuannya adalah saling melengkapi produk yang belum ada dan juga dapat menambah jumlah produknya. Begitu juga dengan Sumber Daya Manusia pada koperasi juga perlu ditingkatkan dengan cara bekerjasama dengan perusahaan atau badan usaha lain dengan tujuan dapat memaksimalkan pendidikan dan pengalaman supaya mampu dalam menghadapi era globalisasi.
  • Daftar Pustaka
  • Firdaus, Muhammad,S.P., M.M, Agus Edhi Susanto, S.E. 2002. PERKOPERASIAN: Sejarah, Teori, & Praktek. Jakarta : Ghalia Indonesia.
  • Prof. Dr. Jochen Röpke diterjemahkan oleh Hj. Sri Djatnika S. Ariffin, S.E., M.Si. 2000. EKONOMI KOPERASI : Teori dan Manajemen. Jakarta : Salemba Empat.
  • Arifin Sitio, Halomoan Tamba. 2001. KOPERASI : Teori dan Praktik. Jakarta : Erlangga.
  • Materi 4. Waralaba Oleh : Edit Swantara, SE
  • WARALABA (FRANCHISE)
    1. Daripada merintis usaha sendiri, kenapa tak mencoba usaha waralaba?
    2. Waralaba adalah hak untuk menjalankan usaha pihak lain dengan imbalan yang ditetapkan. Usaha ini biasanya dilakukan untuk memenuhi penyediaan atau penjualan barang atau jasa.
    3. Pemberi waralaba disebut Franchisor, sedang penerima waralaba disebut Franchisee.
  • Keuntungan bagi franchisee:
    1. Dapat mengoperasikan usahanya sendiri sesuai dg sistem dan pedoman dari pusat
    2. Modal usaha jauh lebih rendah
    3. Risiko kegagalan sudah dikurangi
    4. Promosi dan iklan ditanggung Franchisor
    5. Suplai barang terjamin (diatur pusat)
    6. Keuntungan dari pembelian dalam skala besar, membuat biaya produksi yang lebih rendah dan laba yang lebih baik
    7. Adanya dukungan pengawasan operasional sehari-hari yang menjamin kualitas pelayanan yang konsisten
    8. Tersedia latihan/ training dari pusat
    9. Pengelolaan keuangan lebih terjamin karena harus mengikuti ketentuan dari pusat
  • Apa saja yang ditawarkan oleh Franchisor:
    1. Analisa lapangan/ lokasi
    2. Disain gedung
    3. Lay Out ruangan
    4. Training manajemen
    5. Konsultasi promosi dan iklan
    6. Standarisasi prosedur dan operasional
    7. Sentralisasi suplai barang-barang
    8. Tuntunan keuangan (pembukuan)
    9. Kontinuitas support
  • Materi 5. Sistem Pembukuan Sederhana Oleh : Drs. Makruf, MM
  • SISTEM PEMBUKUAN SEDERHANA
  • Luca Bartolomes Pacioli berkata, usahawan yang sukses itu harus memiliki tiga hal dasar, yakni modal yang cukup, staf pembukuan yang baik, dan sistem akuntansi yang informatif.
  • Untuk itu, Pacioli menyarankan:
    1. Hitung seluruh aset dan utang, sebelum memulai bisnis
    2. Hitung aset yang dimiliki sesuai dengan harga pasar saat itu
    3. Catatan asset yang ada secara berurut sesuai mobilitasnya, mulai dari kas yang paling mudah hilang
    4. Sediakan memo atau buku harian untuk mencatat setiap transaksi bisnis
    5. Catat setiap transaksi secara kronologis
    6. Sediakan jurnal atau buku account untuk membuat narasi mengenai debit, kredit, dan penjelasan transaksi. Buat kolom per kolom
    7. Debit (pemasukan) dicatat di sisi kiri (“deve dare”), sedang kredit (utang) di sisi kanan (“deve avere”).
    8. Jumlah masing-masing sisi harus sama (seimbang).
  • Materi 6. Mengelola Anggaran Keuangan Oleh : Drs. Makruf, MM
  • MENGELOLA ANGGARAN KEUANGAN
  • Kalau tahu kiatnya, mengelola keuangan itu bukan hal yang menakutkan.
  • Simak tips berikut ini:
    1. Mengatur sebuah anggaran tak ubahnya seperti proses belajar tanpa henti. Prinsipnya adalah bijaksana dan seimbang.
    2. Monitor sumber pemasukan dan pengeluaran, serta cadangan modal (asset) yang dimiliki.
    3. Cek dan ricek biaya operasional, kalau perlu setiap hari. Catat semua pengeluaran dan pemasukan dengan jelas.
    4. Biasakan membuat proyeksi anggaran, meski hasilnya tidak selalu tepat.
    5. Cobalah terus untuk memperbaiki anggaran yang ada sesuai bujet yang dimiliki.
    6. Bersikap fleksibel. Tak ada salahnya menerapkan sistem tambal sulam pada beberapa pos penerimaan dan pengeluaran.
    7. Awasi aliran dana. Jika ingin memasukkan anggaran baru, pastikan sisi pemasukan masih akan lebih banyak.
    8. Tetap melakukan cek dan ricek atas jangka waktu pembayaran utang (jatuh tempo).
    9. Pangkas pengeluaran tak perlu, terutama untuk kebutuhan sekunder, seperti pengadaan furniture dan sewa gedung yang terlalu mahal.
    10. Jujur dan bertanggung jawab.
  • Materi 7. Membuat Laaporan Keuangan Oleh : Edit Swantara, SE
  • MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN
  • Walau skala usaha masih tergolong kecil, tapi kita harus membiasakan membuat laporan keuangan.
  • Prinsipnya, laporan keuangan harus mencakup dua elemen penting:
    1. Neraca
    2. Laporan Laba Rugi
  • Kedua elemen ini harus ada dalam setiap laporan keuangan. Akan lebih bagus bila laporan keuangan dilengkapi oleh Laporan Arus Kas.
  • Neraca adalah bagian yang menampilkan gambaran keuangan pada saat tanggal neraca dibuat. Sebagai perbandingan, laporan ini menampilkan gambaran keuangan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Laporan Laba Rugi memuat kinerja perusahaan dalam satu periode, misalnya satu tahun. Dari namanya, laporan ini berisi gambaran keuntungan dan kerugian perusahaan, berikut biaya-biaya yang harus dikeluarkan dalam setahun.
  • Laporan Arus Kas adalah laporan yang memberikan informasi tentang arus kas masuk maupun keluar dari perusahaan, sesuai dengan aktivitas yang dilakukan perusahaan.
  • Neraca 
    • Neraca bisa dikelompokkan jadi 5 bagian:
      1. Aktiva lancar (Current Asset) adalah kekayaan berupa harta likuid yang bisa digunakan secara cepat, seperti uang kas, deposito, investasi jangka pendek, barang jadi, dan piutang usaha. Aktiva Lancar disusun berdasarkan likuiditasnya.
      2. Aktiva Tetap (Fixed Asset) adalah kekayaan berupa barang, seperti tanah, gedung, kendaraan bermotor, mesin-mesin produksi, atau harta lain seperti hak paten, royalti, dan hak merek.
      3. Kewajiban Jangka Pendek (Current Liabilities) adalah hutang yang mesti dilunasi dalam jangka waktu satu tahun, seperti hutang usaha, hutang pajak, dan hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
      4. Kewajiban Jangka Panjang (Long Term-Liabilities) adalah hutang yang jatuh tempo diatas satu tahun, seperti hutang bank, hutang obligasi, hutang sewa guna usaha, dll.
      5. Ekuitas (Shareholders Equity) terdiri dari modal saham, tambahan modal disetor, dan laba ditahan.
  • Rugi Laba
    • Laporan rugi laba yang baik, biasanya mencakup bagian-bagian berikut:
      1. Penjualan, baik dari penjualan barang dan jasa secara kredit maupun tunai.
      2. Harga pokok penjualan yang merupakan nilai barang yang akan dijual atau biaya yang dikeluarkan hingga produk siap dijual.
      3. Laba kotor yang merupakan selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan.
      4. Biaya-biaya usaha sendiri biasanya dikelompokkan dalam beban penjualan dan beban administrasi.
      5. Beban penjualan adalah semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka penjualan, misalnya promosi, distribusi, dll.
      6. Beban administrasi adalah semua biaya yang bersifat umum dalam perusahaan, seperti gaji, listrik, air dan telepon, dll.
      7. Laba usaha adalah selisih dari laba kotor dengan beban usaha (beban administrasi dan penjualan).
      8. Pendapatan (beban) lain-lain yakni pendapatan atau beban yang berasal dari kegiatan lain, seperti dari penjualan atau sewa.
      9. Laba (rugi) sebelum pajak adalah keuntungan (rugi) dari kegiatan utama dan kegiatan sampingan.
      10. Laba bersih adalah keuntungan (rugi) yang telah dipotong berbabagi biaya administrasi.
  • Materi 8. Kunci Sukses Usaha Oleh : Ir. Rohmad, MMA
  • KUNCI SUKSES USAHA
    • William A. Ward pernah berkata, “Ada empat langkah mencapai sukses, yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan tidak mudah menyerah.”
    • Gunakan falsafah Ward ini agar sukses.
    • Perinciannya sbb:
      1. Ikuti perkembangan jaman. Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Banyak membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. Internet akan banyak membantu Anda.
      2. Buat rencana keuangan. Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang.
      3. Perkirakan aliran uang tunai. Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu.
      4. Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide, saran atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan. Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya.
      5. Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga. Tak perlu ngoyo, karena sesuatu yang dikerjakan dengan ngoyo, hasilnya tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat.
      6. Kembangkan jaringan (network). Tak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang berhubungan atau bisa mendukung bisnis Anda. Siapa tahu ada ide yang bisa digali.
      7. Disiplin/motivasi. Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang harus dicapai dalam minggu ini.
      8. Selalu waspada dan siap. Rajin-rajin melakukan evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara pemasaran atau kualitas produk.
      9. Cintai pekerjaan Anda. Bagaimana akan sukses, jika Anda tak punya sense of belongin pada pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri, dan uang akan mengikuti Anda.
      10. Jangan mudah menyerah. Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat berhasil, segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan. Jangan bersedih terlalu lama, apalagi menyerah.
  • Materi 9. Teknik Identifikasi Peluang Usaha. Oleh : Edit Swantara, SE
  • TEHNIK IDENTIFIKASI PELUANG USAHA
  • A. Memulai Bisnis.
  • 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.
    1. Kerjakan apa yang Anda sukai.
    2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja.
    3. Jangan kerjakan hal tersebut sedirian.
    4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan.
    5. Tulis perencanaan bisnis.
    6. Lakukan riset.
    7. Dapatkan bantuan profesional.
    8. Dapatkan uang.
    9. Jadi lah profesional semenjak memulai.
    10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama
  • B. Kesalahan-kesalahan yang Menggagalkan Pendirian Usaha Baru.
    1. Ketidakyakinan bahkan seringkali menyebabkan pasangsurut keinginan dan upaya untuk mendirikan bisnis secara nyata.
    2. Mempelajari kesalahan-kesalahan yang sebaiknya dihindari untuk mencapai pendirian usaha.
    3. Ide bisnis tidak sesuai dengan pasar dan atau pribadi yang akan menjalankannya.
    4. Pebisnis tidak cukup pengetahuan mengenai bisnis yang akan dimulai.
    5. Pebisnis tidak mempunyai rasa keberhasilan yang objektif.
    6. Tidak cukup menjual.
    7. Tidak cukup modal kerja dan tidak cukup uang untuk bernafas usaha.
  • C. Apa Saja yang Diperhatikan di Masa Awal Bisnis?
    1. Bisnis tidak selalu berjalan indah seperti yang dibayangkan.
    2. Banyak tantangan yang akan ditemui pebisnis pada awal usaha.
    3. Masalah pemilihan lokasi.
    4. Modal ekstra di awal usaha.
    5. Produk yang dijual.
    6. Mengkomunikasikan produk secara ekstra.
  • D. Belajar Membuat Proposal Bisnis.
    • Proposal bisnis bisa digunakan sebagai salah satu jalan untuk menarik investor. Pada intinya proposal bisnis merupakan penuangan segala pikiran pelaku bisnis tentang rencana bisnisnya ke depan. Lewat proposal bisnis juga calon pebisnis menyatakan tujuan, visi dan misi dari bisnis yang akan dijalankan. Harapannya tidak lain adalah, pemodal atau investor sepaham dengan tujuan, visi dan misi bisnis yang akan dijalankan, sehingga tergerak untuk mendanai bisnis.
  • E. Membangun Bisnis Itu Perlu Konsep.
    • Anda ingin berbisnis? Jangan tunda keinginan, mulai lah sekarang juga! Ajakan tersebut sering Kita baca dan dengar untuk memotivasi seseorang agar bersemangat dan berkeinginan untuk memulai bisnis yang sesungguhnya. benarnya, karena jika ditunda-tunda bisa-bisa keinginan tersebut kandas karena terlalu banyak pertimbangan. Hanya saja ajakan tersebut bukan berarti bahwa memulai sebuah bisnis tidak membutuhkan persiapan.
    • Memulai bisnis yang baik membutuhkan sebuah konsep. Jika perlu konsep yang dibuat berbeda dalam artian lebih baik dibandingkan bisnis sejenis yang telah ada. Pertanyaan yang dapat membantu calon pebisnis membuat konsep adalah, seperti apa bisnis akan dijalankan?
    • Robert T Kiyosaki dalam gagasannya ‘how to get rich’ memberikan enam kiat yang dapat diaplikasikan seseorang untuk menjadi kaya. Salah satu kiat tersebut adalah penguasaan atas empat konsep bisnis yaitu pemasukan, pengeluaran, neraca aset, dan liabilities.
  • F. Prosedur Pendaftaran Merek.
    • Pendaftaran sebuah merek berdasarkan Undang-undang No.15 Tahun 2001. UU tersebut memuat dengan cukup rinci mulai dari definisi merek, hingga tata cara yang harus dilalui jika pebisnis ingin mendaftarkan merek sebuah produk atau jasa.
    • Sesuai UU tersebut, cakupan merek adalah semua tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
  • G. Dahului Bisnis dengan Studi Kelayakan.
    • (1) aspek pasar dan pemasaran,
    • (2) aspek teknis produksi dan teknologis,
    • (3) aspek manajemen,
    • (4) aspek legal dan perijinan,
    • (5) aspek keuangan.
  • H. Berbagai Pilihan Jenis Perusahaan.
    • Memulai bisnis sendiri tentunya pebisnis bebas menentukan pengelolaan bisnis dan juga luasnya cakupan usaha. Begitu juga dalam memilih jenis atau status usaha untuk bisnis yang akan dijalankan. Bisnis yang dibangun tergolong kepada Badan Usaha Milik Swasta, sehingga pebisnis bisa memilih memulai dari status perusahaan perorangan, perusahaan persekutuan (CV dan Firma) atau PT (Perseroan Terbatas). Terdapat kelebihan dan kelemahan dari setiap jenis perusahaan tersebut.
    • Kebanyakan pebisnis di skala kecil tentunya memulai usaha dari nol dengan status perusahaan perorangan. Kondisi ini memungkinkan usaha benar-benar dikelola sendiri oleh pemilik, dalam arti hak dan tanggung jawab yang penuh atas usaha yang dijalankan. Maka tak heran jika dalam perjalanan pebisnis sulit membedakan antara aset usaha dan aset pribadi. Untuk menjalankan perusahaan perorangan ini tentunya modal bersumber dari pemilik sendiri, untuk pendapatan bisnis yang juga akan dinikmati sendiri. Keuntungannya bisnis yang dimulai dengan status ini diantaranya adalah lebih simpel karena tidak membutuhkan pengurusan ijin usaha dan juga tidak berbadan hukum.
  • I. Rambu-rambu Memulai Bisnis.
    • Banyak hal harus diketahui dan dipersiapkan pebisnis sebelum melangkah memulai bisnis. Tujuannya tidak lain adalah untuk meminimalisir risiko kerugian pada usaha yang akan dijalankan.
    • 10 hal yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh seorang calon pebisnis dalam memulai bisnis.
    • 10 hal terpenting yang dilakukan ketika memulai sebuah bisnis:
      1. Hidup sederhana dan simpan sebagian uang untuk usaha
      2. Pelajari bisnis yang diinginkan dengan cara bekerja untuk orang lain dalam bisnis sejenis.
      3. Pertimbangkan keuntungan dari memulai bisnis sambilan.
      4. Pertimbangkan keuntungan-keuntungan mengoperasikan bisnis keluarga.
      5. Mengukur scr objektif keahlian calon pebisnis & latihan persaingan lawan potensial.
      6. Memikirkan kontak tambahan untuk membuat biaya supplier yang rendah  jika bisnis yang akan dijalankan adalah memproduksi sebuah produk.
      7. Adakan tes pasar terhadap produk atau jasa sebelum dimulai atau diperluas.
      8. Membuat daftar “for” dan “against” yang menjelaskan secara spesifik bisnis yang dipertimbangkan.
      9. Bertemu dengan banyak orang dalam bisnis yang dikehendaki untuk mendapatkan masukan/nasehat
      10. Membuat analisis komparatif dari semua peluang yang dipertimbangkan
    • 10 hal terpenting yang dilarang dilakukan ketika memulai bisnis:
      1. Berpikir meninggalkan pekerjaan sebelum menyelesaikan memulai rencana-rencana bisnis..
      2. Berpikir memulai sebuah bisnis dalam lingkungan yang tidak disukai.
      3. Tanggungan semua aset-aset keluarga. Batasi kewajiban untuk mengantisipasi jumlah tertentu.
      4. Bersaing dengan karyawan dalam bisnis sambilan yang dijalankan
      5. Tergesa-gesa dalam memulai bisnis. Di sini tidak ada pinalti untuk ketinggalan oleh bisnis.
      6. Memilih bisnis yg sangat berisiko tinggi. Berjalan dengan hambatan di dua kaki
      7. Memilih bisnis dimana harus memiliki harga terendah untuk sukses.
      8. Mengabaikan aspek-aspek negatif pada bisnis yang dikehendaki.
      9. Memberi ijin pada kepercayaan diri untuk memikul beban lebih berat dari kehati-hatian
      10. Sangat menyanjung konseptual/teori sehingga mencegah kenyataan untuk menguji kebenarannya untuk pertama kali.
  • J. Modalnya Bukan Hanya Duit.
    • Tak punya banyak uang tapi ingin berwirausaha, apa bisa? Tapi buktinya memang ada saja pengusaha sukses tanpa mengandalkan modal (dalam arti dana) besar di awal bisnisnya ternyata meraih sukses. Bahkan sebagiannya lagi dengan dana nol, memberanikan diri untuk mulai berwirausaha.
    • Kondisi tersebut agaknya bisa sejalan jargon yang sering dibunyikan para pakar dan konsultan kewirausahaan, “Tidak punya uang, mari berwirausaha”. Maksudnya kurang lebih, berwirausaha dapat diandalkan sebagai salah satu sumber pendapatan, asalkan pebisnis memiliki modal kuat untuk berbisnis. Sementara uang bukanlah satu-satunya penentu bisa tidaknya sebuah bisnis dimulai.
    • Jangan lupa, modal tidak selalu identik dengan kepemilikan dana segar, melainkan juga bagaimana caranya memanfaatkan peluang serta waktu yang ada.  Ketika ide hadir, apakah bisa dengan cepat direalisasikan. Apakah sudah siap dengan sikap mental positif dalam berbisnis? Masih banyak modal selain uang yang menentukan langkah seseorang dalam memulai bisnis.
    • Namun sungguh sayang, banyak langkah untuk memulai bisnis terhenti hanya karena alasan tidak memiliki modal uang. Sementara factor lain yang tak kalah penting sering terabaikan.
  • K. Langkah Pasti Memulai Bisnis.
    • “Jangan berpikir bergantung pada orang lain. Tapi berpikir lah bagaimana mengusahakan sesuatu yang bisa membantu orang lain”
    • Kebingungan sebelum memulai usaha menurutnya biasa muncul karena seseorang tidak memiliki wawasan yang terbuka tentang berbagai hal di dunia bisnis. Untuk itu, ada baiknya bagi mereka yang ingin berbisnis lebih mengembangkan pengetahuan di berbagai bidang. Jadi jangan harap seseorang yang malas untuk menggali informasi dan pengetahuan di berbagai bidang di dunia bisnis bisa dengan cepat melangkahkan kaki memulai bisnis. Karena itu, perluaslah cakrawala pengetahuan Anda sebelum memulai bisnis.
  • L. Kualitas Dulu, Baru Untung.
    • Mendefinisikan tujuan pendirian usaha sebelum memulai bisnis merupakan salah satu kunci kesuksesan pebisnis. Dan tak dapat dipungkiri, setiap orang pasti ingin meraih untung dari bisnis yang akan dijalankan. Uang dalam nominalnya kerap jadi ukuran keberhasilan sebuah usaha. Berapa omsetnya sekarang? Atau, berapa laba per bulan? Sering jadi pertanyaan yang dilontarkan bagi sebuah usaha.
    • Sebagai bukti keseriusan, pemula bisnis perlu mengawasi bisnis secara intensif pada masa awal bisnis dibuka. Selain juga memiliki ide kongkret untuk mempertahankan keuntungan perusahaan selama beberapa tahun mendatang. Rencana yang jelas dan disertai riset pasar yang memadai setidaknya dapat meminimalisir kegagalan dan kerugian finansial.
    • Usaha akan tumbuh jika Anda secara konstan melakukan penemuan-penemuan baru, memperbaiki, dan mengembangkan produk serta pelayanannya. Maka tak ada ruginya jika pebisnis aktif mengikuti  seminar atau pelatihan untuk meningkatkan pendapatannya.
    • Pada intinya, apapun usaha yang dijalani, mulailah bekerja dengan sebaik-baiknya. Bersungguh-sungguh agar pelanggan merasa puas dengan produk dan atau jasa yang dihasilkan. Jika tujuan ini tercapai, yakinlah bahwa pengisi pundi-pundi akan mengalir dengan sendirinya. Tapi sebaliknya, tujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa diiringi tujuan pengiring tadi bisa menyebabkan tujuan utama Anda sia-sia.
  • M. Persiapkan Bisnis dengan Matang.
    • Tak semua orang yang memberanikan diri memulai bisnis berakhir menuai sukses. Diantaranya harus menerima kenyataan gagal, menutup atau beralih ke usaha lainnya. Sangat disayangkan sekali. Agar tak salah melangkah, ada baiknya bagi Anda yang ingin memulai bisnis, terlebih dahulu memahami konsep produk dan atau jasa yang akan dijalankan dengan baik. Pemahaman yang diperlukan tak hanya secara teknis produksi melainkan juga pasar dan prospek mulai dari lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar.
    • Membuat visi dan misi sehubungan usaha yang akan dirintis perlu ditetapkan sebagai panduan dalam berusaha. Tak jarang terjadi suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru.
    • Selain pemahaman terhadap usaha yang akan dijalani, kiat sukses lain dalam memulai sebuah usaha berikut adalah memiliki sikap mental positif. Satu tantangan yg dimiliki untuk menjadi wirausahawan sukses setidaknya adalah sabar, tidak pantang menyerah, terus belajar serta melihat permasalahan secara positif.
    • Secara statistik kebanyakan kegagalan disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan dibuat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis hendaklah digambarkan secara akurat
    • Hal penting lainnya, setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk usaha berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu terbuang percuma.
    • Sumber daya manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses.
    • Dan jangan heran jika dalam memulai usaha calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas,kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik.Kreativitas akan sangat membantu untuk menyesuaikan produk-produk agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda.
    • Pengetahuan dasar atas pengelolaan keuangan dan pembiayaan juga sangat penting dipersiapkan untuk mengembangkan usaha. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan , alat-alat produksi dan lainnya.
    • Pemasaran sebagai ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaikapapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Diantara yang harus dipikirkan adalah mempersiapkan pelayanan bagi pelanggan.
  • N. Penguasaan Pasar dan Kemampuan Bisnis.
    • Ingin membuka usaha toko kue tidak bisa memasak kue?
    • Atau ingin membuka usaha butik tapi tidak bisa menjahit?
    • Tidak masalah.
    • Karena menguasai proses produksi sebuah usaha tidak mutlak diperlukan untuk memulai sebuah usaha. Sebuah toko kue yang tidak memproduksi sendiri bisa saja membeli atau memesan dari pihak lain. Begitu juga dengan toko butik.
    • Sekecil apapun usaha yang akan dimulai, beberapa hal sangat penting untuk dimiliki. Kemampuan membaca selera pasar serta pilihan target pasar yang tepat misalnya. Sehubungan dengan ini pemilihan tempat usaha tentu juga sangat menentukan keberhasilan.
    • Selanjutnya, usaha harus didukung dengan promosi yang baik. Untuk tahap awal, promosi bisa dilakukan melalui kenalan atau relasi. Semakin banyak relasi, kesempatan promosi tentunya terbuka lebih luas. Ditambah dengan tata tertib administrasi usaha merupakan langkah awal yang baik dalam menjalankan bisnis
    • Namun tak ada salahnya menambah keahlian sehubungan produksi bidang usaha yang akan digeluti.  Dengan seseorang memiliki keahlian menjahit misalnya, akan dapat membangkitkan kreatifitas dalam memilih dan ciri khas dari busana yang dijual. dan ciri khas tsb bisa memberikan nilai lebih dibandingkan usaha sejenis.
    • Jika memungkinkan, rencanakan untuk selalu berusaha meningkatkan keahlian yang dapat menunjang bisnis. Kursus manajemen kewirausahaan, kursus pembukuan dan lain-lain patut dipikirkan bagi yang belum banyak memiliki pengetahuan di bidang ini. Memang sebagai pemilik sekaligus pimpinan usaha, seseorang tidak harus menjalankan segala sesuatu sendirian. Namun dengan memiliki pengetahuan secara umum akan membuat seseorang jauh lebih percaya diri dalam menjalankan usaha.  (ES)
  • $$$$$$-Selamat Memulai Hari Anda dengan Pemikiran Baru-$$$$$$
  • Materi 10. Membuat Rencana Bisnis yg Baik. Oleh : Edit Swantara, SE 
  • MEMBUAT RENCANA BISNIS YANG BAIK
  • Rencana bisnis yang baik, harus dapat menjelaskan 4 (empat) bagian penting berikut:
    1. Gambaran usaha (description of the business)
    2. Pemasaran (marketing plan)
    3. Keuangan (financial management plan)
    4. Manajemen (management plan)
  • Agar lebih meyakinkan, akan lebih baik bila rencana bisnis dilengkapi dengan executive summary, dokumen pendukung dan proyeksi keuangan.
  • (1) Gambaran Usaha
    • Gambaran usaha harus dapat menjawab pertanyaan : 
      1. Usaha apa yang akan dilakukan?
      2. Siapa yang akan mengelolanya?
      3. Kapan, dimana dan bagaimana usaha itu dijalankan?
      4. Apa yang membuat usaha itu unik dibandingkan pesaing?
    • Pada umumnya, gambaran usaha terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:
      1. Legalitas : bentuk usaha serta ijin-ijin yang dimiliki
      2. Tipe usaha : perdagangan, perindustrian, jasa
      3. Usaha baru, pengambil-alihan, pengembangan, atau waralaba (franchise)
      4. Prospek dan kemungkinan pengembangannya
      5. Kapan, dimana dan bagaimana pelaksanaannya
      6. Latar belakang pemilik dan pengelola
    • Produk atau jasa yang ditawarkan 
      1. Jenis produk atau jasa yang dihasilkan
      2. Keunggulan produk atau jasa tersebut
      3. Masukan dari pelanggan dan calon pelanggan
      4. Antisipasi terhadap kemungkinan persaiangan produk atau jasa
    • Lokasi usaha, dan mengapa lokasi tersebut dipilih
      • Persyaratan lokasi
      • Ruang atau lingkungan yang diperlukan
      • Akses ke lokasi
  • (2) Rencana Pemasaran 
  • Pemasaran memainkan peranan penting bagi kesuksesan usaha. Kunci utamanya, kita harus memahami kebutuhan atau keinginan pasar (pelanggan).
  • Oleh sebab itu, strategi pemasaran harus benar-benar matang dan bisa menjawab pertanyaan berikut:
    1. Siapa target pasar yang dibidik?
    2. Pasar seperti apa yang dihadapi? Sedang berkembang, statis atau menurun?
    3. Apakah pangsa pasar dapat ditingkatkan?
    4. Bagaimana cara menarik seorang pelanggan, mempertahankan pelanggan, serta meningkatkan pangsa pasar?
  • Dalam rencana pemasaran, kita juga perlu memperhatikan:
    1. Pesaing atau kompetitor
      • Siapa 5 (lima) besar pesaing langsung yang dihadapi?
      • Adakah pesaing tak langsung yang akan dihadapi?
      • Bagaimana kondisi usaha mereka?
      • Apa yang dapat dipelajari dari operasi mereka?
      • Apa kelemahan dan keunggulan mereka?
      • Apa perbedaan, keunggulan dan kelemahan produk atau jasa yang mereka tawarkan?
    2. Strategi harga
      • Harga dan biaya retail
      • Harga pasar rata-rata
      • Harga dibawah pasar, diatas pasar dan kemungkinan adanya harga bertingkat
    3. Iklan dan promosi
  • (3) Rencana Keuangan
  • Keuangan adalah “nyawa” dari usaha. Oleh sebab itu, kita harus mempersiapkannya secara matang dan bijaksana.
  • Untuk keberhasilan usaha, perhatikan hal-hal berikut:
    1. Anggaran harus realistis
    2. Anggaran harus mencakup dana riil yang diperlukan untuk memulai usaha (start-up cost) dan dana untuk operasional sehari-hari (operational cost)
    3. Operating budget minimal harus dibuat untuk jangka waktu 3-6 bulan pertama
    4. Bagian keuangan harus mencantumkan dana-dana luar yang dipakai, peralatan yang dimiliki dan daftar supplier atau pelanggan, neraca, analisa Break Even Point, proforma proyeksi laba rugi, dan proforma arus kas (cashflow) usaha
    5. Proyeksi laba rugi dan cashflow harus dibuat paling tidak untuk 3 tahun kedepan
    6. Rencana yang dibuat harus dilengkapi penjelasan seluruh proyeksi yang dibuat, dan asumsi-asumsi yang dipakai
  • (4) Rencana Manajemen
  • Rencana manajemen yang dibuat harus dapat menjawab hal-hal berikut:
    1. Apakah Anda mampu menjalankan usaha sendiri?
    2. Bagaimana pengalaman dan kemampuan (skill) yang dimiliki dapat membantu usaha yang akan dijalankan?
    3. Apa kelemahan Anda dan bagaimana mengatasinya?
    4. Siapa yang akan duduk dalam tim manajemen perusahaan? Apa kekuatan dan kelemahan mereka?
    5. Apa jabatan mereka? Bagaimana tugasnya?
    6. Apakah ada rencana penambahan karyawan?
    7. Bagaimana standar gaji, bonus, dan lain-lain?
    8. Apakah Anda mengerti peraturan perburuhan?
  • Memilih Bentuk Usaha yang Tepat
  • Berdasarkan kepemilikan modal, ada tiga jenis perusahaan, yakni:
    1. Perusahaan perorangan
    2. Perusahaan patungan
    3. Perusahaan Negara (BUMN)
  • Masing-masing jenis perusahaan itu memiliki keuntungan dan keurugian tersendiri. Oleh sebab itu, hanya Anda yang bisa menentukan bentuk usaha yang tepat untuk perusahaan yang akan dijalankan.
  • (1) Perusahaan Perorangan
    • Perusahaan perorangan adalah usaha yang semuanya dilakukan sendiri oleh satu orang, mulai dari modal, administrasi sampai manajemennya.
    •  Keuntungan:
      1. Mudah didirikan
      2. Mudah diawasi dan dikendalikan
      3. Manajer (pemilik) bisa cepat mengambil keputusan
      4. Seluruh keuntungan usaha bisa menjadi milik manajer (pemilik)
    •  Kerugian:
      1. Semua masalah usaha ditanggung sendiri
      2. Sumberdaya (terutama modal) terbatas
      3. Perkembangan perusahaan mungkin agak lambat
      4. Kepercayaan dari pemodal mungkin kecil
      5. Kalau pemilik meninggal, mungkin sulit mencari pengganti yang punya kemampuan sama dengan pemilik sebelumnya
  • (2) Perusahaan Patungan
  • Perusahaan patungan adalah usaha yang dirintis dan dijalankan oleh dua orang atau lebih dengan modal bersama.
  • Bentuk usaha patungan ini bisa bermacam-macam, tergantung dari kesepatakan dua belah pihak:
    1. Fa (Firma/ Partnership)
    2. CV (Perseroan komanditer)
    3. PT (Perseroan Terbatas)
  • Fa (Firma / Kemitraan)
    • Firma adalah perusahaan patungan yang para partisipannya memiliki tanggungjawab yang setara atas aset, keuntungan maupun kerugian perusahaan.
    • Kelebihan :
      1. Lebih mudah mengumpulkan modal
      2. Manajemen dapat dibagi antara para anggota sesuai keahlian yang dimilikinya untuk suatu posisi.
      3. Resiko ditanggung selurh anggota
      4. Keputusan yang diambil lebih rasional
    • Kelemahan :
      1. Proses pembuatan keputusan lebih lama
      2. Kesalahan salah satu anggota harus ditanggung oleh seluruh anggota
      3. Tidak bisa menjamin kelanjutan perusahaan jika salah satu anggota meninggal dunia atau mengundurkan diri
  • CV (Perseroan Komanditer)
    • CV adalah perusahaan patungan yang terdiri dari 2 kelompok: kelompok aktif yang menjalankan perusahaan dan kelompok yang menyuntikkan dana. Biasanya harus mencapai target tertentu
    • Kelebihan :
      1. Modal bisa lebih besar, sehingga dapat menghasilkan volume bisnis yang juga lebih besar
      2. Keputusan yang dibuat bisa lebih akurat, dari diskusi kedua kelompok
      3. Dapat lebih dipercaya
      4. Laba yang diperoleh bisa lebih besar dan stabil
      5. Ada pemisahan tanggungjawab yang jelas
    • Kelemahan :
      1. Proses pembuatan keputusan semakin lama
      2. Bisa terjadi konflik (antar anggota dalam kelompok aktif)
      3. Laba harus dibagi rata
      4. Kegiatan bisnis terbatas pada target atau berdasarkan pada kesepakatan anggota
    • CV dapat dibubarkan apabila:
      1. Telah mencapai masa kadaluarsa
      2. Telah mencapai target-target perusahaan
      3. Salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia
      4. Satu orang atau lebih anggota mengajukan permohonan untuk membubarkan perusahaan
  • PT (Perseroan Terbatas)
    • PT adalah Perusahaan dengan entitas legal yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki saham.
    • Pendirian PT harus memenuhi Hukum Dagang atau berdasarkan pada dokumen asli yang diterbitkan oleh notaris.
    • Kelebihan :
      1. Pemegang saham memiliki tanggungjawab terbatas atas penagihan utang dari pihak ketiga
      2. Dapat menjadi medium untukmengumpulkan dana (dengan IPO/go public)
      3. Kelanjutan perusahaan lebih terjamin
      4. Bisa menjadi tempat untuk pengembangan karir dan bakat
    • Persyaratan pendirian PT:
      1. Dokumen legal dari notaris resmi yang telah terdaftar di Departemen Kehakiman
      2. Memiliki detail anggaran yang jelas, meliputi :
        1. Nama perusahaan
        2. Alamat perusahaan
        3. Maksud dan tujuan dari pendirian perusahaan
        4. Periode masa operasi
        5. Metode operasi
        6. Hak dan tanggungjawab pemegang saham dan tim manajemen
      3. Harus nyata dan memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku
  • Materi 11. Pengembangan UMK dan Modal Bergulir : Ir. Rohmad, MMA
  • Untitled-1Untitled-2Untitled-3Untitled-4Untitled-5Untitled-6Untitled-7Untitled-8Untitled-9Untitled-10Untitled-11Untitled-12Untitled-13Untitled-14Untitled-15Untitled-16Untitled-17Untitled-18Untitled-19Untitled-20Untitled-21Untitled-22Untitled-23Untitled-24
  • Materi 12. Prinsip Perbankan Syariah Oleh : BNI Syariah
  • ada di Modul Ekonomi Syariah
  • Materi 13. Teknis Akses ke Bank bagi UMK Oleh : BNI Syariah
  • Ada di Modul Stulayak UMKM
  • gb 1gb 2
  • Materi 14. Cara-cara Promosi  Oleh : Edit Swantara, SE
  • CARA-CARA PROMOSI
    1. Pasang iklan baris di koran.
    2. Pasang iklan di buku telepon kuning (yellow pages).
    3. Pasang iklan di pusat perkulakan.
    4. Aktif mendekati konsumen lewat telepon.
    5. Mendatangi langsung konsumen yang prospektif.
    6. Promosi lewat surat.
    7. Jadi pembicara di seminar dan bicaralah tentang hal yang benar-benar Anda kuasai.
    8. Jadi pembicara tamu di acara dialog di radio.
    9. Buat pusat data tentang pelanggan Anda, lengkap dengan alamatnya. Jaga terus agar tetap up-to-date.
    10. Bangun citra perusahaan Anda dengan kartu nama dan kop surat yang menarik.
    11. Rancang brosur yang menjelaskan keuntungan dari produk Anda.
    12. Kembangkan sistem pemesanan lewat surat.
    13. Buat tempat khusus untuk memamerkan dan membeli langsung produk Anda.
    14. Rancang pemasaran jarak jauh (telemarketing).
    15. Buat logo perusahaan sesuai dengan citra yang ingin Anda bangun.
    16. Terbitkan semacam buletin yang menceritakan perkembangan terbaru usaha Anda, paling tidak tiga bulan sekali.
    17. Buat suvenir dengan logo perusahaan, seperti kalender, pena, mug, kertas memo dan sebagainya.
    18. Buat kampanye sosial yang berhubungan dengan produk Anda. Misalnya jika produk Anda lampu, sebarkan tips tentang hemat pemakaian listrik.
    19. Buat stiker atau balon dengan logo dan slogan perusahaan Anda.
    20. Rancang kaos dengan logo dan nama perusahaan.
    21. Jajagi kerjasama promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
    22. Pelajari semua biaya promosi, baik yang lewat koran, majalah, radio, televisi, papan reklame, halte bus, dan tempat-tempat umum lainnya.
    23. Temukan cara untuk mengurasi biaya promosi dengan memanfaatkan promosi patungan.
    24. Berterimakasih kepada pelanggan dengan mengiriminya surat.
    25. Menjaga hubungan dengan pelanggan dengan cara mengiriminya kartu ulang tahun, Lebaran, Natal, atau tahun baru.
    26. Pasang profil perusahaan di majalah atau koran yang biasa dibaca oleh calon konsumen sasaran.
    27. Sewa agen periklanan atau humas (PR/public relations).
    28. Selenggarakan sayembara yang bersifat promosi.
    29. Selenggarakan seminar yg khusus membahas produk, jasa, dan perusahaan Anda.
    30. Selipkan brosur atau bahan promosi lainnya ke dalam tagihan yang Anda kirim.
    31. Cari calon pelanggan di pameran-pameran.
    32. Cari calon pelanggan di perkumpulan² yang berhubungan dengan bisnis Anda.
    33. Cari calon pelanggan di seminar-seminar.
    34. Cari calon pelanggan di majalah atau koran.
    35. Kemas brosur, daftar harga, dan surat-menyurat dalam tempat khusus untuk pelanggan.
    36. Pasang papan penunjuk di pinggir jalan dekat kantor Anda.
    37. Sebarkan brosur dengan menyelipkannya di wiper kaca mobil.
    38. Cetak kalimat bersifat promosi pada kertas surat atau amplop.
    39. Pasang logo dan nama perusahaan pada mobil perusahaan.
    40. Siapkan video tentang profil perusahaan.
    41. Buat daftar produk lengkap tentang gambar, cara penggunaan dan keuntungan pemakaian untuk mempermudah Anda membuat promosi.
    42. Siapkan proposal yg siap ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
    43. Sediakan contoh produk gratisan.
    44. Sediakan kesempatan kepada calon pelanggan untuk melihat-lihat proses produksi.
    45. Sponsori acara amal.
  • Materi 15. Kesalahan dalam Promosi  Oleh : Edit Swantara, SE
  • KESALAHAN-KESAHAN DALAM PEMASARAN
  • Adapun kesalahan yang sering dilakukan pengusaha dalam memasarkan produknya.
  • Adalah sebagai berikut : hal ini disampaikan agar tidak ikut terjebak dalam hal –hal berikut :
    1. Tidak punya cara pemasaran unik. Untuk itu, Anda harus memikirkan kenapa orang harus memilih produk Anda, pelayanan purna jual, harga yang kompetitif, dan apapun yang membuat konsumen tertarik membeli.
    2. Lebih menekankan keunggulan produk ketimbang cara pemakaiannya. Padahal, orang lebih memilih produk yang menyertakan keterangan yang jelas tentang cara penggunaannya.
    3. Tidak memakai judul pada iklannya. Seperti pada artikel koran atau majalah, judul yang baik akan menarik perhatian dan menggiring pembaca untuk membacanya.
    4. Tidak menguji efektivitas iklan, harga, kemasan produk, dll. Dari mana Anda tahu produk yang ditawarkan menarik bagi konsumen, jika tak mengujinya? Lakukan uji pasar, sebelum produk itu dilempar semua.
    5. Menciptakan kondisi yang membuat orang sulit berbisnis dengan Anda. Apakah tenaga pemasaran Anda mengerti betul tentang produk yang ditawarkannya? Apakah telepon yang masuk ke kantor Anda dijawab dengan ramah dan informatif? Apakah orang tidak kesulitan mendapatkan nomor telepon dan alamat Anda? Apakah konsumen bisa dengan mudah menemukan barang yang mereka butuhkan? Cobalah Anda berpikir dengan menempatkan diri sebagai konsumen.
    6. Tidak bisa memahami kebutuhan pelanggan. Apa yang paling penting buat mereka? Bukan harga yang murah, tapi pelayanan yang cepat dan memuaskan. Bagaimana mengetahuinya? Jangan segan-segan untuk bertanya langsung pada mereka.
    7. Tidak meng-update data pelanggan. Daftar pelanggan adalah harta karun Anda. Daripada mati-matian membawa pelanggan baru, akan lebih mudah ‘merawat’ dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan lama. Kontak terus mereka, tanyakan apa saja yang membuat mereka suka dan tidak suka dalam berbisnis dengan Anda.
    8. Tidak berusaha memperkecil resiko. Kenali apa yang membuat konsumen tak mau membeli produk Anda. Beri mereka pertimbangan untuk mempermudah membuat keputusan untuk membeli. Perkecil resiko yang akan mereka tanggung. Bila takut rugi, cobalah dalam waktu sebulan.
    9. Tidak mendidik konsumen. Jangan hanya bilang bahwa produk atau jasa Anda lebih baik, tapi harus dijelaskan mengapa. Buatlah pelanggan benar-benar percaya pada produk yang ditawarkan. Kualitas, pelayanan, dan harga yang kompetitif, tak menjamin apa-apa, karena setiap pengusaha selalu menawarkan ini.
    10. Cepat puas. Bila berhasil menjaring pelanggan, pertahankan sampai Anda menemukan cara lain yang lebih baik. Walau Anda tidak suka, tak ada salahnya mengganti kemasan atau iklan yang terbukti disukai konsumen.
  • Materi 16. Kiat-kiat Pemasaran  Oleh : Drs. Ali Rohmad, MPd
  • KIAT-KIAT PEMASARAN
  • Memasarkan produk memang gampang-gampang susah.
  • Berikut beberapa jurus yang dapat Anda gunakan dalam pemasaran:
    1. Percaya dan bangga terhadap produk atau jasa yang dipasarkan.
    2. Paham dan mengerti betul produk atau jasa tersebut.
    3. Sediakan anggaran yang cukup untuk pemasaran.
    4. Buat kartu nama, kop surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencermin-kan citra profesional.
    5. Tampilkan ‘kesan pertama’ yang baik.
    6. Biasakan membawa kartu nama dan brosur perusahaan kemanapun Anda pergi, untuk di-perlukan sewaktu-waktu.
    7. Pelajari karakter konsumen yang akan menjadi target pasar produk atau jasa tersebut.
    8. Bidik sasaran pasar dengan tepat. Jangan sampai menawarkan produk pada pihak yang tak sesuai atau tidak mungkin menggunakannya.
    9. Buat jaringan kerja atau network di manapun, untuk menambah panjang daftar relasi Anda.
    10. Sabar, disiplin dan konsisten.
  • Materi 17. Langkah-langkah Memulai Usaha. Oleh : Edit Swantara, SE
  • LANGKAH-LANGKAH MEMULAI USAHA
  • Berniat membuka usaha sendiri, tapi bingung harus mulai darimana? Memang tak mudah untuk memulai usaha, tapi jika Anda bisa menjawab pertanyaan berikut, berarti Anda siap memulainya:
    1. Apakah bidang usaha yang akan digeluti itu cukup potensial? Bagaimana prospeknya?
    2. Seberapa ketat persaingannya? Siapa kira-kira yang akan menjadi pesaing usaha tersebut? Bagaimana cara menghadapinya?
    3. Apa target usaha tersebut? Bagaimana mencapainya?
    4. Dari segi hukum, apa yang perlu disiapkan? Apa saja penghalangnya?
    5. Apa nama usaha (perusahaan) itu?
    6. Berapa dana yang dibutuhkan? Bagaimana memenuhinya?
    7. Dimana usaha tsb akan dijalankan? Apakah sudah mempersiapkan kantornya?
    8. Sarana atau peralatan apa yang dibutuhkan? Bagaimana mendapatkannya?
    9. Apa tersedia asuransi yang memadai?
    10. Apakah Anda sudah memiliki supplier atau pemasok bahan baku?
    11. Sistem manajemen seperti apa yang akan diterapkan? Siapa yang akan menjalankan operasional usaha sehari-hari? Berapa karyaan yang dibutuhkan?
    12. Bagaimana sistem pemasaran dan distribusi produk atau jasa yang akan dihasilkan? Bagaimana agar masyarakat mengenal produk atau jasa yang akan dipasarkan?
  • Bila tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, maka sebaiknya Anda mengkaji ulang niat membuka usaha sendiri, sampai benar-benar siap.
  • Materi 18. Succes story Oleh : Deby
  • Materi 19. Evaluasi. Oleh : Team 
  • Kuesioner
  • IDENTIFIKASI USAHA MANDIRI INDUSTRI KECIL RUMAH TANGGA (IKRT)
  • Tujuan
    • Mengidentifikasi dan memperoleh informasi yang mendalam mengenai potensi dan permasalahan pengembangan Industri Kecil Rumah Tangga (IKRT) yang mempunyai bobot dan sumbangan relatif besar dalam pengembangan Kewirausahaan Mandiri.
  • Dasar
    • Kerahasiaan
    • Data yang akan dipublikasikan merupakan data agregat (data keseluruhan dan bukan data individual).
    • Seluruh data yang diterima hanya digunakan untuk kepentingan Analisis dan Pengembangan Industri Kecil Rumah Tangga (IKRT) dan perumusan kesimpulan ekonomi serta dijamin tidak akan digunakan untuk kepentingan Kantor Pajak dan atau Pungutan/Iuran lainnya.
  • Instansi
    • Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Kediri dan KKMB Kota Kediri
  • Untitled-1Untitled-2Untitled-3Untitled-4Untitled-5Untitled-6

 

 

 

Iklan