[1] BAB I. PENDAHULUAN

  • 1. Dasman April 2010
  • Materi Pokok Bahasan
  • PENDAHULUAN …………………………………………………………………..
    1. Prinsip Dasar Manajemen ………………………………………………
    2. Sejarah Manajemen……………………………………………………….
    3. Perspektif Sistem dalam Manajemen………………………………..
    4. Berbagai Isu kontemporer perkembangan ilmu manajemen…
    5. Modern Manajemen Guru (Leader) ………………………………….
    6. Evolosi Teori Manajemen ……………………………………………….
  • BAB I.  PENDAHULUAN
  • 1.1. Prinsip Dasar Manajemen
    • Manajemen sering didefinisikan sebagai “pencapaian tujuan melalui orang lain”. Kedengarannya memang terlalu sederhana, akan tetapi memberi kita gambaran tentang beberapa hal mendasar.
      1. Yang pertama berkaitan dengan “pencapaian tujuan”. Manajemen selalu berkaitan dengan sebuah usaha untuk mencapai tujuan tertentu dan bukan semata-mata sebuah posisi atau jabatan di dalam perusahaan. Banyak orang memiliki jabatan “manajer”, akan tetapi dalam kenyataannya mereka hanya menjalankan kedudukan dan bukan mengarahkan sesuatu ke arah pencapaian tujuan yang tertentu.
      2. Pokok yang kedua adalah berkaitan dengan aspek “melalui orang lain”. Sebagai sebuah aktivitas, manajemen selalu menyangkut orang-orang lain, yakni bawahan -bawahan; dan pada usaha untuk mengarahkan atau mengkoordinasi kerja dari orang-orang tersebut. Meskipun setiap manajer memang memiliki tugas-tugas khusus yang hanya bisa dilakukan olehnya, peran seorang manajer lebih didasarkan pada kenyataan bagaimana dia mengkoordinasi dan mengarahkan aktivitas-aktivitas bawahannya. Dalam arti ini, seorang manajer seharusnya lebih mementingkan pencapaian hasil dari para bawahannya daripada prestasinya sendiri. Sebab pencapaian hasil bersama itulah yang menentukan keberhasilan dari organisasi secara keseluruhan
  • 1.2. Sejarah Manajemen
  • Berbagai macam peninggalan fisik sebagai ciri adanya implementasi ilmu manajemen; seperti Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina, dan lain sebagainya. Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen.
  • Dasman-1
  • Pada mula Awal Teori Manajemen, banyak dikemukakan oleh para tokoh seperti :
  • 1. Adam Smith (1776)
    • Merupakan Bapak Ilmu Ekonomi
    • Teorinya dikemukakan dalam sebuah buku yg berjudul “ The Wealth of Nation” (Kemakmuran Suatu Bangsa)
    • Prinsip utama dalam teorinya adalah agar masyarakat suatu negara dapat menjadi makmur yaitu dengan melakukan : Spesialisasi dan Perdagangan internasional
  • 2. Robert Owen (1771 – 1858)
    • Membuat konsep tentang arti pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) pada pengelolaan produksi yang bertujuan meningkatkan/memberikan kesejahteraan pada karyawan serta dapat meningkatkan produktivitas kerja dan laba perusahaan.
  • 3. Charles Babbage (1792 – 1871) membuat konsep arti pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi serta Spesialisasi tugas (Job discription) bagi karyawan
  • 4. Max Weber & Teory Birokrasi dengan konsep Ciri Pokok Birokrasi :
    1. Pembagian tugas dan spesialisasi
    2. Hubungan yg bersifat kedinasan (impersonal), bukan bersifat perorangan (hub. Pribadi/ personal)
    3. Adanya hierarki kewenangan, dimana setiap bagian yg lebih rendah selalu berada di bawah kewenangan dan supervisi dari bagian di atasnya
    4. Manajemen selalu didasarkan atas pelaksanaan dg dokumen yg tertulis
    5. Orientasi pembinaan pegawai adalah pengembangan karier
    6. Agar dapat mencapai efisiensi yg maksimal, maka setiap tindakan yg diambil dalam organisasi harus selalu dikaitkan dg besar kecilnya sumbangan thd pencapaian tujuan organisasi
      • Dalam hal ini Weber membagi organisasi menjadi 3 macam, ditinjau dari segi Birokrasi dan kepemimpinannya: (1). Organisasi Birokratik; (2). Organisasi Kharismatik dan (3). Organisasi Tradisional
  • Dalam perkembangannya, maka muncul Tiga Kelompok Pemikiran Terdahulu dalam Ilmu Manajemen, yaitu dengan pengelompokkan sebagai berikut :
  • A. Perspektif Manajemen Klasik, terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
  • 1) Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik : Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll. Adapun para tokoh dan hasil pemikirannya antara lain :
    • (a). Frederich W Taylor (1856-1915) Time and Motion Studies, Piecework pay system, Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah
      1. Merupakan Bapak.Manajemen Ilmiah (Scientific Management)
      2. Melakukan analisa kerja untuk peningkatan kecepatan kerja, efisiensi dan produktivitas pabrik, dengan menggunakan “Time and Motion Study” dengan stop watch
      3. Hasil analisanya didapat Standar kerja, standar gerak, dan waktu
      4. Prinsip2 Dasar yg dikemukakan Taylor ada 3,yaitu:
        • Time and Emotion Study
        • Prinsip Upah Satuan (Piece Wage Rate Principle)
        • Prinsip pemisahan antara perencanaan dan penampilan (Separation of Planning and Performance Prinsiple)
  • Dasman-2
  • Dasman-3
  • (b). Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972) Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM
  • (c). Henry L  Gant  ( 1861-1919 )  menyampaikan  Empat  Gagasan  Peningkatan Manajemen.
    • Empat (4) Gagasan Gantt dalam Manajemen, yaitu :
      1. Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan
      2. Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan
      3. Sistem insentif untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi
      4. Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.
  • (d). Harrington Emerson (1853-1931) menyampaikan 12 Prinsip Efisiensi
    • Dua Belas (12) Prinsip Efisiensi Emerson, yaitu :
      1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
      2. Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis
      3. Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat
      4. Adanya kedisiplinan
      5. Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil
      6. Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi.
      7. Adanya kejelasan dlm pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja.
      8. Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan.
      9. Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi.
      10. Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan.
      11. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar.
      12. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.
  • 2) Kelompok Manajemen Administrasi
    • (a) Henry Fayol (1841-1925) menyampaikan 14 Prinsip Fayol dalam Manajemen
      1. Merupakan Bapak. Manajemen Operasional
      2. Mengemukakan bahwa kegiatan yg dilaksankan dalam perusahaan industri dpt dibagi dalam beberapa kelompok tugas,sebagai berikut : Technical , 2. Commercial, 3. Financial, 4. Manajerial , 5. Security , 6. Accounting
      3. Fayol memandang  bahwa manajemen merupakan suatu proses yang memiliki beberapa elemen, yaitu:
        1. Perencanaan (Planning)
        2. Pengorganisasian (Organizing)
        3. Pengarahan (Actuating/ Commanding)
        4. Pengkoordinasian (Coordinating)
        5. Pengawasan (Controling)
    • Dasman-4
    • Keterangan:
      • + : Bungkus, saluran distribusi, pesaing, harga, loyalitas pemakai, dsb.
      • –  : Pembukuan, neraca, laporan rugi-laba, pajak, presensi, dsb.
      • *  : Permodalan, investasi, inventarisasi, pelatihan karyawan, penggajian,dsb.
      • # : Bahan baku, bhn penolong, bahan jadi, pemasok bahan, pergudangan, dsb.
    • 4. Empat Belas (14) Prinsip Fayol dalam Manajemen, yaitu :
      1. Pembagian kerja (Division of labour) yaitu adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja
      2. Wewenang / otoritas (Authority) yaitu adanya hak untuk memberi perintah dan dipatuhi.
      3. Displin (Discipline), harus ada respek dan ketaatan pada peranan-peranan dan tujuan organisasi.
      4. Kesatuan perintah (Unity of Common), bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari hanya seorang atasan
      5. Kesatuan arah (Unity of Direction), kegiatan operasional dalam organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana.
      6. Mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, dimana kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa dibawah kepentingan organisasi. Dengan demikian prioritas harus didahulukan untuk kepentingan  bersama daripada kepentingan pribadi
      7. Pemberian upah (Remuneration), kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik
      8. Pemusatan (Sentralisation), adanya keseimbangan antara pendekatan sentraliasi dengan desentralisasi
      9. Semangat korps (Esprit de corps), Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat korps/kebersamaan
      10. Inisiatif (Initiative), setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadi kesalahan.
      11. Kestabilan staf (Stability of staff), perlu adanya kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat.
      12. Kesamaan (Equality), Perlakuan dalam organisasi harus sama dan tanpa ada diskriminasi
      13. Tata tertib (Order), sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya, harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan.
      14. Jenjang jabatan (The Hierarchy) disertai dengan Garis wewenang (scalar system) – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas.
        • Manajemen dg Orientasi Tugas
        • Manajemen dg Orientasi Hub. Kemanusiaan (Human Relation)
        • Manajemen dg Orientasi Tingkah Laku (Behavioral)
        • Dasman-5
    • (b) Lyndall Urwick (1891-1983) : Panduan Manajemen (Managerial Guidelines)
    • (c) Max Weber (1864-1920) : Birokrasi dalam Organisasi
    • Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik
    • a). Kontribusi Manajemen Klasik
      1. Spesialisasi pekerjaan
      2. Studi mengenai masa dan beban kerja
      3. Metode ilmiah dalam manajemen
      4. Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen.
      5. Prosedur dan Birokrasi
    • b) Keterbatasan Manajemen Klasik
      1. Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya
  • B. Perspektif Manajemen Perilaku
    • Hugo Munstberg (1863-1916) Pentingnya pemahaman psikologis khususnya motivasi para pekerja.
    • a). Studi Howthorne
      • Studi Howthorne (Elton Mayo)
      • Teori Perhatian (Attention Theory) Pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan
      • Teori Penerimaan Sosial (Social Acceptance Theory) Pekerja akan menunjuk kan produktifitas berdasarkan faktor penerimaan sosial
    • b) Teori Relasi Manusia
      • Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow
      • Teori X dan Y dari Douglas Mc Gregor
    • c). Teori Perilaku Kontemporer
      • Perhatian pada perilaku pekerja yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lain sebagainya
      • Melahirkan konsentrasi ilmu Perilaku Organisasi
  • Teori Manajemen Kontemporer
    1. Perspektif Sistem dalam Manajemen : Open System, Sub-Sistem, Sinergi dan Entropi
    2. Perspektif Kontingensi dalam Manajemen : There is no such things as one best and general way on management
  • C. Perspektif Manajemen Kuantitatif
    1. Kelompok Manajemen Sains : Pengenalan penggunaan model matematis dalam kegiatan bisnis dan industri, seperti penentuan jumlah Teller dalam sebuah Bank (kasus Bank of England), peramalan atas volume penjualan, dan lain sebagainya
    2. Kelompok Manajemen Operasi merupakan :
      • Lanjutan dari kelompok Manajemen Sains
      • Adanya fokus pada pendekatan kuantitatif untuk peningkatan efisiensi
      • Dikenalnya pendekatan Analisa Break Even, Queuing Theory, dll
  • 1.3. Perspektif Sistem dalam Manajemen
  • Dasman-6
  • Perspektif Sistem dalam Manajemen
    1. Sistem terbuka adalah sistem yang melakukan interaksi dengan lingkungan dimana kebalikannya, sistem tertutup tidak melakukan interaksi dengan lingkungan.
    2. Sub-sistem merupakan elemen-elemen dalam sistem organisasi atau manajemen yang satu sama lainnya saling berkaitan
    3. Sinergi adalah konsep yang menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika hanya dikerjakan oleh seorang saja.
    4. Entropi adalah kondisi dimana organisasi mengalami penurunan produktifitas dan kualitasnya disebabkan ketidakmampuan dalam membaca dan beradaptasi dengan lingkungan.
  • 1.4. Berbagai Isu kontemporer dalam Perkembangan Ilmu Manajemen
    1. Downsizing
    2. Diversity management
    3. Information Technology
    4. Globalization
    5. Ethics and Social Responsibility
    6. Managing for Quality
    7. Service Economy
  • 1.5. Modern Management Guru (Leader)
    1. John Aldair : efektif leadership dan centered leadership
    2. Igor Ansoff : strategic management, Ansoff Matrix
    3. Chris Argyris : learning organization, single loop & double loop learning
    4. Chester Barnard : organizational behavior and executive behavior
    5. Percy Barnevik : Multinational corporate management system
    6. Christopher Bartlett : Entrepreneurial organization
    7. Warren Bennis : Adhocracy on Leadership and management
    8. Robert Blake : Managerial grid
    9. Edward de Bono : lateral thinking, valued monopolies
  • 1.6. Evolusi Teori Manajemen
    • Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni. Ada 4 fungsi utama dalam manajemen: Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Actuating/Directing), dan Pengawasan (Controlling)
    • Pengertian lain Manajenen adalah Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)
    • Demikian Juga Manajemen dapat diartikan sebagai Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
    • Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005).
  • (a) Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan
    1. Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002) Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan.
    2. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • (b) Sumber Daya Organisasi
    1. Sumber Daya Manusia
    2. Sumber Daya Informasi
    3. Sumber Daya Fisik
    4. Sumber Daya Keuangan
    5. Sumber Daya Alam
    6. dll
  • (c) Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)
    1. Efektif :  mengerjakan pekerjaan yang benar  atau tepat
    2. Efisien : mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat
      • Wir-42
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s