{1} BAB I.PENDAHULUAN

  • 6. PIP Juli 2015
  • MATERI POKOK BAHASAN
    1. Pengertian …………………………………………………………………….
    2. Ilmu Sebagai Obyek Empiris …………………………………………..
    3. Cabang-cabang Ilmu ……………………………………………………..
    4. Kegunaan Ternak ………………………………………………………….
    5. Karakteristik Peternakan ……………………………………………….
    6. Umpan Balik …………………………………………………………………
  • BAB I. PENDAHULUAN
  • 1.1. Pengertian Ilmu
    • Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun secara obyektif, sistematis, metodis dan berlaku umum serta memiliki ciri-ciri ttt atau pengetahuan yang bersifat ilmiah.
    • Ciri Keilmuan punya sifat ontologis yaitu memiliki landasan yg didasarkan pada :
      1. Jawaban dari beberapa pertanyaan : Apakah, Bagamaina, Bagaimanakah hubungan yang terprogram dalam metode ilmiah.
      2. Obyek dapat diuji dengan Panca Indra (Empiris).
      3. Melalui penerapan logika yaitu berpikir teratur melalui lintasan deduktif dan induktif.
    • Mengenai kriteria kebenaran dalam ilmu terdapat beberapa Teori yaitu :
      1. Teori koheren, yaitu suatu pernyataan atau kesimpulan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan atau kesimpulan terdahulu yang dianggap benar.
      2. Teori Korespondensi, yaitu suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pernyataan/pengetahuan yang dikandung berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    • Berdasarkan axiologi ilmu (nilai ilmu),maka selalu berhubungan dengan penggunaan ilmu, kaitan antara penggunaan ilmu dengan kaidah moral, kaitan antara penentuan obyek yang ditelaah dengan pilihan-pilihan moral dan berhubungan dengan teknik prosedural (metode ilmiah) dengan nilai-nilai moral.
    • Pada tahap permulaan suatu ilmu itu bersifat merdeka dan bebas dari nilai, namun dalam penerapan kegiatan praktis pada umumnya ilmu akan memihak serta mensinergikan dengan nilai-nilai moral.
    • Jadi Ilmu harus berfungsi untuk memberikan penjelasan atas dugaan permasalahan yang dihadapi manusia sehingga bisa sebagai dasar dalam pengambilan keputusan berdasarkan penafsiran ilmiah.
  • 1.2. Ilmu Sebagai Obyek Empiris
    • Di dalam metode keilmuan selalu menerapkan dasar logika, hipotesis dan verifikasi suatu permasalahan/obyek yang akan diamati.
    • Dengan demikian obyek ilmu harus bersifat EMPIRIS (terjangkau oleh fitrah manusia dan menggunakan panca indera).
    • Asumsi-asumsi ilmu terhadap obyek empiris meliputi :
      1. Obyek satu dengan yang lainnya mempunyai keserupaan (bentuk, struktur, sifat) sehingga ilmu tidak mempelajari obyek per individu karena tidak praktis dan kurang berguna.
      2. Benda sebagai obyek dalam jangka waktu tertentu tidak mengalami perubahan karena ilmu mempelajari tingkah laku obyek dalam keadaan tertentu.
      3. Tiap benda atau obyek yang diamati bukan suatu kebetulan tetapi memiliki pola
    • Namun dalam menyusun ilmu sebagai obyek empiris menimbulkan keterbatasan, yaitu :
      1. Kumpulan pengetahuan yang dikumpulkan cenderung merupakan kumpulan fakta yang mungkin satu sama lain tidak cocok.
      2. Terdapat perbedaan alam mengartikan hakekat pengalaman dalam menangkap gejala fisik yang ada dengan panca indera. Apakah pengalaman bisa merupakan stimulus panca indera, persepsi atau sensasi.
  • 1.3. Cabang-cabang Utama Ilmu
    • Cabang-cabang suatu keilmuan yang berkembang dewasa ini pada dasarnya berkembang dari 2 cabang utama, yang secara lengkap tersaji dalam bagan di bawah ini :
    • PIP-1
    • PIP-2
    • Ilmu Alam (PhisicalScience) mempelajari Zat-zat (benda mati) yang membentuk alam semesta
    • Terbagi : Fisika (Massa dan Energi), Kimia (Subtansi Zat), Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) mempelajari Benda Langit (Astronomi) dan Bumi (Geologi)
    • Ilmu Hayat (Biological Science) mempelajari Makhluk Hidup di alam semesta.
    • Terbagi  : Biologi (struktur dan Sifat Makhluk hidup), Zoologi (Struktur dan Sifat Hewan) dan Plantologi (struktur dan Sifat Tumbuhan)
    • Ethology = Ilmu tingkah laku hewan, Etiology = Ilmu tentang sebab musabab suatu penyakit.
    • Ilmu Sosial mempelajari Interaksi antara manusia dengan manusia lainnya.
    • Terbagi :
      1. Anthropologi mempelajari manusia dalam perspektif waktu dan tempat.
      2. Phisikologi mempelajari proses mental dan kelakuan manusia.
      3. Ekonomi mempelajari manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
      4. Sosiologi mempelajari struktur organ sosial manusia.
      5. Politik mempelajari sistem dan proses dalam kehidupan manusia ber-pemerintahan dan bernegara (koloni)
    • Dalam perkembangan jaman, maka tiap cabang ilmu mempunyai cabang yang lebih kecil (ranting) dan bersifat spesifik, sehingga dapat dikatakan kelompok-kelompok cabang ilmu diatas merupakan ilmu murni.
    • Pengembangan cabang pada umumnya merupakan ilmu-ilmu terapan.
    • Contoh Ilmu Murni Biologi berkembang dalam terapan Ilmu Ternak, Genetika dll. Ilmu Murni Ekonomi berkembang dalam terapan Ilmu Manajemen, Akuntansi, Pajak dll.
    • Pada Undang-Undang Pokok kehewanan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada Bab I Pasal 1, dikemukakan beberapa Istilah diantaranya :
      1. Ternak adalah Hewan piara yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembang biakan serta manfaatnya diatur dan diawasi oleh manusia dan dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup manusia.
      2. Peternak adalah orang atau badan hukum dan atau buruh peternakan yang mata pencaharian nya sebagian atau seluruhnya bersumber kepada peternakan.
      3. Peternakan adalah pengusahaan/pembudidayaan/pemeliharaan ternak dengan segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak.
      4. Peternakan murni adalah cara peternakan dimana perkembangbiakan ternak-ternaknya dilakukan dengan jalan pemacekan antara ternak/hewan yang termasuk dalam satu rumpun.
      5. Perusahaan peternakan adalah usaha peternakan yang dilakukan pada tempat tertentu serta perkembang biakannya dan manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.
      6. Kelas Ternak adalah sekumpulan atau sekelompok bangsa-bangsa ternak yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula disuatu daerah tertentu.
      7. Bangsa Ternak (Breed) adalah Suatu kelompok dari ternak yang memiliki persamaan dalam bentuk morphologis, sifat-sifat fisiologis ddan bentuk anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan ini dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.
    • Arti dari istilah tersebut dikemukakan terlebih dahulu untuk menghindarkan salah pengertian sekaligus untuk membedakan pengertian “TERNAK” dengan “HEWAN” yang sering salah dalam penggunaan sehari-hari.
    • Tidak semua hewan tergolong ternak dan dengan sendirinya tidak semua hewan dapat diusahakan sebagai ternak.
    • Hewan adalah semua binatang yang hidup di darat baik yang dipelihara maupun yang hidup secara liar. Jadi bisa dikatakan bahwa hewan adalah ternak dalam arti luas.
    • Ada Istilah Animal Husbandry dan Animal Breeding. Dalam Bahasa Indonesia keduanya memiliki arti yang sama yaitu “ BETERNAK”, namun sebenarnya ada perbedaan makna diantara keduanya :
      1. Animal Husbandry adalah Beternak dalam arti luas meliputi komponen memelihara, merawat, mengatur kehidupan, mengatur perkawinan, mengatur kelahiran, penjagaan kesehatan serta mengambil manfaatnya.
      2. Animal Breeding adalah Beternak dalam arti sempit yang hanya menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran.
    • Cross Breeding adalah Perkawinan antara hewan/ternak yang berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni.
    • Grading Up adalah suatu sistem breeding dimana pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina lokal. Sesudah itu keturunannya yang betina dikawinkan pula dengan pejantan murni itu. Hasil-hasil anakan yang jantan terus disingkirkan sampai pada titik tingkat genetik tertentu, sehingga hasil akhir akan diperoleh betina dan pejantan Unggul. Nama yang umum dimasyarakat kalau masih dalam taraf grading up adalah Peranakan.
    • Close Breeding / Inbreeding adalah Sistem perkawinan antar individu yang masih erat hubungan kekeluargaannya.
    • Line Breeding adalah In Breeding yang diarahkan pada suatu sifat Individu yang disukai.
    • Line-crossing adalah persilangan antara lines baik dalam bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda.
  • 1.4. Kegunaan Ternak
    • Ternak-ternak yang ada sekarang bermula dari hewan-hewan yang liar.
    • Karena adanya kepentingan manusia terhadap hewan-hewan liar tersebut, maka manusia melakukan penjinakan (domestikasi) agar menjadi hewan piara (ternak) yang berguna dan bermanfaat bagi manusia.
    • Adapun manfaat atau kegunaan dari usaha ternak yaitu :
      1. Sebagai Sumber Gizi.
        • Produksi ternak seperti telur, daging dan susu merupakan bahan makanan yg bergizi tinggi krn banyak mengandung protein, mudah dicerna dan lezat.
        • Bahkan air susu merupakan komponen penyempurna dari pemenuhan 4 sehat 5 sempurna.
      2. Sebagai Sumber Tenaga
        • Keberadaan ternak besar dan kecil dimanfaatkan untuk sumber tenaga menarik alat-alat pertanian dan alat transportasi.
        • Keberadaan sumber tenaga ternak sebagai pembajak sawah masih dipertahankan karena topografi tanah pertanian yang berbukit-bukit sehingga sangat sulit penerapan mekanisasi pertanian modern.
      3. Sebagai Sumber Pupuk
        • Hasil samping kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang bagi tanaman
      4. Sebagai Sumber Penghasilan.
        • Dengan memelihara ternak maka dapat merupakan sumber untuk memperoleh uang.
      5. Sebagai Sumber Bahan Industri.
        • Hasil utama dan samping dari ternak dapat digunakan untuk bahan baku industri. Telur, daging dan susu dapat digunakan dalam berbagai industri makanan.
        • Kulit, Bulu, tulang dan  lainnya dapat digunakan untuk industri kerajinan.
      6. Sebagai Sumber Lapangan Kerja.
        • Dengan semakin berkembangnya usaha peternakan maka akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.
        • Industri peternakan adalah industri biologis sehingga campur tangan manusia mutlak diperlukan.
      7. Sebagai Sumber Penelitian Ilmu.
        • Bagi perkembangan ilmu pengetahuan, maka ternak merupakan sarana penelitian yang efektif bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
      8. Sebagai Sumber Pariwisata
        • Dari segi sosial, maka ternak merupakan daya tarik wisata tersendiri, khususnya terkait dengan hobi atau kesenangan (Funcy).
      9. Sebagai Sumber Status Sosial.
        • Kepemilikan Ternak dapat meningkatkan status sosial bagi seseorang atau sekelompok orang khususnya kepemilikan ternak-ternak pilihan.
      10. Sebagai Sumber Sosial Budaya.
        • Di Indonesia masih sangat banyak dibutuhkan ternak-ternak sebagai kelengkapan dalam sesaji, kepercayaan yang berkaitan dengan tatacara atau adat daerah.
  • 1.5. Karakteristik Peternakan
    1. Karakteristik Ternak adalah Usaha / Industri yang dikendalikan oleh manusia dimana mencakup 4 komponen yaitu : Manusia sebagai subyek, Ternak sebagai obyek, lahan/tanah sebagai basis ekologi dan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan.
    2. Karakteristik Usaha dinamis, dimana usaha peternakan harus dikaji dengan analisis dinamis dengan referensi waktu dan penuh dengan ketidakpastian.
    3. Karakteristik Produk peternakan adalah karakteristik hasil utama maupun sampingan usaha peternakan. Yaitu Fragile (mudah pecah secara fisik), Perishable (mudah rusak secara kimiawi dan biologi), Quality variation ( Tingkat Variasi yang tinggi dalam kualitas produk) serta Bulky ( Nilai ekonomis hasil samping berlawanan dengan hasil utama).
    4. Karakteristik Produksi Peternakan adalah faktor-faktor produksi usaha peternakan yang jumlahnya relatif banyak serta dominansi pengaruh lingkungan yang besar.
    5. Karakateristik sistim Usaha Peternakan terdiri dari Sistem Intensif (Modal dan teknologi tinggi/banyak dengan tenaga kerja rendah/sedikit) serta sistem Ektensif (Modal dan teknologi rendah/sedikit dengan tenaga kerja tinggi/banyak). Jadi yang Intensif respon supply rendah sedangkan ektensif respon suplly tinggi.
    6. Karakteristik tipe ternak berdasarkan penggunaan pakan yaitu Ternak Non Ruminansia (Berperut tunggal) dan Ternak Ruminansia (Berperut ganda).
    7. Karakteristik Peternakan di Indonesia terdiri dari :
      1. Peternakan Tradisional dengan ciri-ciri Jumlah ternak sedikit, Input teknologi rendah, Tenaga kerja Keluarga dan profit rendah (sebagai tabungan)
      2. Peternakan Backyard dengan ciri-ciri Jumlah ternak sedikit, Input teknologi mulai tinggi, Tenaga kerja Keluarga dan profit sedang. Diwakili peternak ayam ras dan sapi perah
      3. Peternakan Modern dengan ciri-ciri Jumlah ternak banyak, Input teknologi tinggi, Tenaga kerja spesifik bidang peternakan dan profit tinggi.
  • Dengan demikian ternak-ternak yang dibudidayakan oleh manusia dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu :
    1. Ternak Unggas (Class Aves biasanya Meat type dan Egg type) antara lain Ayam (Gallus domesticus), Itik (Anas planthyrynchos), Entog (Cairina moschata), Angsa (Anser anser) dan Kalkun (Melegris galopavo)
    2. Ternak Potong (Class Mamalia biasanya Meat type) antara lain Ternak Potong Besar : Sapi (Bos species), Kerbau (Buballus bubalis), Kuda (Equs caballus), Keledai (Equs asinus), Zebra (Equs hipotigris) dan Unta (Camell dromedarius). Ternak Potong Kecil : Kambing (Capra species), Domba (Ovis species), Babi (sus species).
    3. Ternak Perah (Class Mamalia biasanya Milk type) antara lain Sapi Perah, Kerbau Perah, Kuda Perah, Kambing Perah dan Unta Perah.
    4. Aneka Ternak adalah ternak-ternak yang tidak dalam satu class antara lain : Kelinci (Lepus cuniculus), Lebah (Apis species), Puyuh (Coturnix coturnix), Bekicot, Walet, Kodok dll.
  • Ternak Unggas
  • pip-7
  • Ternak Potong
  • pip-8
  • Ternak Perah
  • pip-9
  • Aneka Ternak
  • pip-10
  • Berdasarkan Uraian diatas maka Pengantar Ilmu Peternakan (PIP) adalah suatu ilmu yang mengantarkan dalam proses mempelajari pengusahaan ternak khususnya sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan manusia.
  • 1.6. Umpan Balik
    1. Apa yang saudara ketahui tentang Konklusi (kesimpulan), Teori dan Hukum
    2. Jelaskan pengertian pengetahuan dan ilmu serta apa persamaan dan perbedaannya.
    3. Jelaskan syarat-syarat sebuah Ilmu.
    4. Apa kelebihan pemupukan dengan pupuk kandang.
    5. Mengapa air susu disebut sebagai penyempurna dalam asupan gizi makanan.
    6. Mengapa tenaga ternak masih dipertahankan bagi pengolahan tanah pertanian.
    7. Apa yang saudara ketahui tentang sistem usaha peternakan yang bersifat sub sistem.
    8. Jelaskan sistim usaha Backyard serta komponen apa saja yang sudah menggunakan input teknologi tinggi.
    9. Jelaskan cross breeding dan in breeding serta apa manfaatnya.
    10. Jelaskan pengertian Final Stock.
  • Wir-42
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s