[02] BAB II. PEMBENTUKAN SEL KELAMIN

  • Sampul Tahun 2013
  • MATERI POKOK BAHASAN :
    1. Pengertian Sel ……………………………………………………………………
    2. Sejarah Penemuan Sel ………………………………………………………..
    3. Perkembangan Sel ……………………………………………………………..
    4. Struktur Sel ………………………………………………………………………..
    5. Proses dan Tahapan Pembelahan Sel ……………………………………
    6. Pembelahan Sel Kelamin …………………………………………………….
      1. Gametosis
      2. Spermatogenesis ……………………………………………………………….
      3. Oogenesis …………………………………………………………………………
    7. Umpan Balik ………………………………………………………………………
  • BAB II. PEMBENTUKAN SEL KELAMIN
  • Pembahasan Materi Pembentukan sel kelamin didahului uraian tentang sel itu sendiri, meliputi : Pengertian sel, sejarah penemuan sel, perkembangan sel, struktur sel, proses dan tahapan pembelahan sel, Pembentukan sel kelamin melalui proses Spermatogenesis dan Oogenesis.
  • 2.1. Pengertian Sel 
    1. Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis.
    2. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
    3. Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota (berdinding sel)dan organisme eukariota (bermembran sel) .
    4. Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana.
    5. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi.
    6. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.
    7. Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur.
    8. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh hiton dan protein yang lain.
    9. Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n, maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid, 1nC menunjukkan genom sel haploid, 3nC menunjukkan genom sel triploid, 4nC menunjukkan genom sel tetraploid.
    10. Pada manusia, C = 3,5 × 10-12 g, dengan n = 23, sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3,5 × 10-12, karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid.
    11. Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid.
    12. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom, 22 diantaranya merupakan autosom, sisanya merupakan kromosom genital.
    13. Pada oosit, kromosom genital senantiasa memiliki notasi X, sedangkan pada spermatosit, kromosom dapat berupa X maupun Y. Setelah terjadi fertilisasi antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya, terbentuklah sebuah zigot diploid. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46,XX atau 46,XY.
    14. Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid, namun terdapat beberapa perkecualian, antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Hepatosit bergenom tetraploid 4nC, sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC, 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel, yang lazim disebut sebagai endomitosis.
  • 2.2. Sejarah Penemuan Sel
    G-5
  • Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri.
  • Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan.
  • Pada tahun 1835, sebelum sebuah teori sel menjadi lengkap, Jan Evangelista Purkyne melakukan pengamatan terhadap granula pada tanaman melalui mikroskop.
  • Teori sel kemudian dikembangkan pada tahun 1839 oleh Matthias Jakob Schleiden dan Theodor Schwann yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup atau organisme tersusun dari satu sel tunggal, yang disebut uniselular, atau lebih, yang disebut multiselular.
  • Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya, di dalam sel terjadi fungsi-fungsi vital demi kelangsungan hidup organisme dan terdapat informasi mengenai regulasi fungsi tersebut yang dapat diteruskan pada generasi sel berikutnya.Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolosi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri.
  • Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi..
  • Contoh Gambar Sel seperti terlihat dibawah ini :
  • G-6
  • 2..3. Perkembangan Sel
    1. Di dalam tubuh manusia, telah dikenali sekitar 210 jenis sel. Sebagaimana organisme multiselular lainnya, kehidupan manusia juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil dari fusi haploid oosit dan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis.
    2. Pada tahap awal, sel-sel embrio bersifat totipoten, setiap sel memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh. Selang berjalannya tahap perkembangan, kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten, hingga menjadi sel progenitor yang hanya memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja, dengan kapasitas unipoten.
    3. Pada level molekular, perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel, diferensiasi sel, morfogenesis dan apoptosis. Tiap proses, pada awalnya, diaktivasi secara genetik, sebelum sel tersebut dapat menerima sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel.
  • 2.4. Struktur Sel
    G-7
  • a. Sel Eukariota
    • Secara umum setiap sel eukariota memiliki : membran sel, sitoplasma atau plasma sel, inti sel atau nucleus, Butir-butir inti (kromatin) dan Sentrosome merupakan pusat pembelahan
    • Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma.
    • Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel.
    • Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan “kompartementasi” di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol.
    • Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.
    • Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah
      1. Mitokondria (kondriosom)
      2. Badan Golgi (diktiosom)
      3. Retikuum Endoplasma
      4. Plastida (khusus tumbuhan, mencakup leukoplas, kloroplas dan kromoplas)
      5. Vakuola (khusus tumbuhan)
  • b. Sel prokariota
    • Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel.
    • Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antar sel, yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.
    • Sel tumbuhan, sel hewan, dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan sbb :
  • G-8G-9
  • c. Sel-sel khusus
    1. Sel Tidak Berinti, contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). Di dalam sel darah merah, terdapat hemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).
    2. Sel Berinti Banyak, contohnya Paramecium sp dan sel otot
    3. Sel hewan berklorofil, contohnya euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil.
    4. Sel pendukung, contohnya adalah sel xilem. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai “tulang” dan saluran air. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan.
  • 2.5. Proses dan Tahapan Pembelahan Sel
  • Sebelum membahas tentang proses dan tahap pembelahan sel, maka dijelaskan beberapa istilah yang terkait dengan hal tersebut, antara lain :
  • a. Diferensiasi sel
    1. Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak.
    2. Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional, terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya, sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit.
    3. Saat sebuah sel tunggal, yaitu sel yang telah dibuahi, mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler, sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi.
    4. Regenerasi dan Diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Genom yang identik terdapat pada setiap sel, namun mengekspresikan set gen yang berbeda, bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Misalnya, pada sel retina mata, tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya.
  • b. Morfogenesis
    • Pengekspresian gen itu sendiri mempengaruhi jumlah sel, jenis sel, interaksi sel, bahkan lokasi sel.
    • Oleh karena itu, sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen, sebagai berikut:
      1. Proliferasi sel menghasilkan banyak sel dari satu sel
      2. Spesialisasi sel menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda
      3. Interaksi sel mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya
      4. Pergerakan sel menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ
    • Pada embrio yang berkembang, keempat proses ini berlangsung bersamaan. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat keputusannya masing-masing, menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel.
    • Sel tubuh, seperti otot, saraf, dsb. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio.
  • c. Apoptosis
    • Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel, sel tidak dapat mati begitu saja tanpa suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel, yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal maupun eksternal.
  • Proses Pembelahan sel biasanya didahului dengan siklus sel dan dilanjutkan dengan pembelahan sel.
    1. Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik). Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya.
    2. Fase pada siklus selPada sel – sel organisme multiseluler, proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase (tahap ) utama, yaitu interfase dan mitosis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G, ( growth atau gap), fase S (synthesis), fase G2 (growth atau Gap2).
      • Rincian Fase siklus sel adalah :
      • G-10
      • Keterangan
        1. Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA
        2. Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
        3. Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
          • Fasa G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
          • Fasa G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
          • Fasa G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.
          • Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.
    3. Pembelahan sel
      • Sel merupakan unit terkecil dari mahluk hidup yang dapat melakukan reproduksi yang biasa disebut dengan pembelahan.  Setiap hari tubuh kita kehilangan sel dalam jumlah ribuan bahkan jutaan. Ada juga sel – sel yang mengalami kematian karena sesuatu hal, misalnya ketika kulit kalian tergores hingga terkelupas dan berdarah akan menyebabkan ribuan diganti oleh sel yang baru agar pulih seperti sedia kala. Bagaimanakah cara tubuh kita menggantikan sel – sel tubuhnya yang hilang atau rusak?
      • Sel – sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam melakukan pembelahannya, ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau mati. Akan tetapi sel – sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel – sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan sel bakteri. Sama dnegan bakteri, protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat, misalkan amoeba, paramecium, didinium, dan euglena.
      • Sel dalam tubuh mahluk hidup multiseluler pada umumnya dibedakan menjadi dua macam sel, yaitu sel tubuh (sel somatis) dan sel kelamin (sel gonad).
      • G-11
      • Pembelahan / reproduksi pada sel dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
      • Amitosis (biner), adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru.
      • Mitosis, adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinamakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.
      • Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.
    4. Tahapan Pembelahan Sel secara Mitosis
      • Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase.
      • Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.
  • [1] Kariokinesis
  • Kariokinesis selama mitosis menunjukkan ciri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol.
  • Ciri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:
  • [a]  Profase
  • G-12
    1. Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
    2. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
    3. Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.
    4. Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.
    5. Kesimpulan pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatid.
  • [b] Metafase
  • G-13
    1. Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.
    2. Kesimpulan pada tahap ini kromosom/kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom /kromatid mudah diamati dan dipelajari.
  • [c] Anaphase
  • G-14
    1. Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju ke kutub yang berlawanan. Pada akhir anafase, semua kromatida sampai pada kutub masing – masing.
    2. Kesimpulan pada Tahap ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju ke kutub-kutub pembelahan sel.
  • [d] Telofase
  • G-15
  • Pada telofase terjadi peristiwa berikut:
    1. Kromatida yang berada pada kutub berubah menjadi benang-benang kromatin kembali.
    2. Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
    3. Serat – serat gelendong menghilang.
    4. Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya, terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.
    5. Kesimpulan pada tahap ini terjadi peristiwa Kariokinesis (pembagian inti
      menjadi dua bagian) dan Sitokinesis (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian).
  • [2] Sitokinesis
  • Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.
  • G-16
  • Hasil mitosis:
    1. Satu Sel induk yg diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.
    2. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya
    3. Pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh).
  • G-17
  • G-18
  • 5. Tahapan Pembelahan sel secara Meiosis
  • Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.
  • Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II. Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut :
  • G-19
  • G-20
  • Berbeda dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface). Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface.
  • G-21
  • G-22
  • 2.6. Pembelahan Sel Kelamin
  • Kelangsungan hidup dan keberadaan Makhluk hidup di dunia ini sangat tergantung pada proses reproduksi (perkembangbiakan) makhluk tersebut.
  • Proses reproduksi makhluk hidup ada 2 macam yaitu :
    1. Aseksual yaitu proses reproduksi tanpa adanya perkawinan atau pertemuan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan betina (sel telur), misalnya secara membelah diri. Contoh pada Protozoa dan Amoeba serta pada proses clonning.
    2. Seksual yaitu proses reproduksi dengan adanya perkawinan atau pertemuan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan betina (sel telur), Contohnya pada hewan-hewan tingkat tinggi, dimana melalui proses fertilisasi (pembuahan) ovum /(sel telur/ sel kelamin betina) oleh spermatozoa (sel kelamin jantan).
  • Oleh karena didalam perkembangbiakan seksual terjadi fertilisasi, maka peranan gamet jantan dan betina tersebut sangat penting didalam proses pewarisan sifat, yang pada akhirnya untuk menjamin kelangsungan populasi makhluk hidup atau species tertentu. Pokok Pikiran inilah yang terkandung dalam teori Weismann tentang ” Continuity of germ plasm”.
  • Sel telur didalamnya terkandung separuh bahan genetik dari induk, sedangkan di dalam spermatozoa terkandung separuh bahan genetik dari bapaknya, sehingga zigot (sebuah sel hasil pertemuan antara sel telur dan spermatozoa dengan susunan kromosom 2 N) mengandung bahan genetik gabungan dari separuh bahan genetik induk dan separuh bahan genetik bapak. Oleh karena Zigot adalah sel tubuh maka proses perbanyakkannya melalui pembelahan mitosis, sedangkan sel telur dan spermatozoa terbentuk melalui proses pembelahan reduksi / meiosis.
  • Gametosis
    • Proses pembentukan gamet atau sel kelamin disebut gametogenesis, ada dua jenis proses pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis. Bila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia menggunakan proses pembelahan meiosis.
    • Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang/ 46 kromosom, sedangkan pada meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom.
    • Gametogenesis ada dua yaitu spermatogenesis dan oogenesis,
  • 2.6.1. Spermatogenesis
    • Spermatogenesis adalah proses gametogenesis pada pria atau jantan dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis.
    • Spermatogenesis berasal dari kata sperma dan genesis (pembelahan).
    • Spermatogenesis pada sperma biasa terjadi di epididimis. Sedangkan tempat menyimpan sperma sementara, terletak di vas deferens.
    • Pada spermatogenesis terjadi pembelahan secara mitosis dan meiosis. Spermatogenesis merupakan tahap atau fase-fase pendewasaan sperma di epididimis. Setiap satu spermatogonium akan menghasilkan empat sperma matang.
    • Ketika seorang anak laki-laki mencapai pubertas pada usia 11 sampai 14 tahun, sel kelamin jantan primitif yang belum terspesialisasi dan disebut dengan spermatogonium menjadi diaktifkan oleh sekresi hormon testosterone
    • Secara simultan proses ini memproduksi sperma matang di dalam tubulus seminiferus lewat langkah-langkah berikut ini:
    • g-23
      1. Tahap Spermatogonium. Spermato gonium merupakan tahap pertama pada spermatogenesis yang dihasilkan oleh testis. Spermatogoium terbentuk dari 46 kromosom dan 2N kromatid.
      2. Spermatosit primer. Spermatosit primer merupakan mitosis dari spermatogonium. Pada tahap ini tidak terjadi pembelahan. Spermatosit primer terbentuk dari 46 kromosom dan 4N kromatid.
      3. Spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder merupakan meiosis dari spermatosit primer. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis. Spermatosit sekunder terbentuk dari 23 kromosom dan 2N kromatid.
      4. Spermatid. Spermatid merupakan meiosis dari spermatosit sekunder. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis yang kedua. Spermatid terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid.
      5. Spermatozoa.. Sperma merupakan diferensiasi atau pematangan dari spermatid. Pada tahap ini terjadi diferensiasi. Sperma terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid dan merupakan tahap sperma yang telah matang dan siap dikeluarkan
    • Proses dari Spermatogonium sampai dengan spermatid disebut dengan Spermato cytogenesis, Sedangkan dari spermatid menjadi spermatozoa disebut dengan Spermiogenesis karena terjadi perubahan bentuk.
  • G-24
  • G-25
    • G-26Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahasa Yunani kuno: σπέρμα yang berarti benih, dan ζῷον yang berarti makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi laki-laki. Sel sperma akan membuahi ovum untuk membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio.
    • Sel sperma manusia adalah sel sistem reproduksi utama dari laki-laki. Sel sperma memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Sel sperma manusia terdiri atas kepala yang berukuran 5 µm x 3 µm dan ekor sepanjang 50 µm. Sel sperma pertama kali diteliti oleh seorang murid dari Antonie van Leeuwenhoek tahun 1677
  • 2.6.2. Oogenesis
  • Oogenesis merupakan proses pematangan ovum di dalam ovarium. Tidak seperti spermatogenesis yang dapat menghasilkan jutaan spermatozoa dalam waktu yang bersamaan, oogenesis hanya mampu menghasilkan satu ovum matang sekali waktu. Mari kita simak prosesnya lebih lanjut:
  • G-27
    1. Oogonium berubah menjadi oosit primer, yang memiliki 46 kromosom. Oosit primer melakukan meiosis , yang menghasilkan dua sel anak yang ukurannya tidak sama.Oogonium yang merupakan prekursor dari ovum tertutup dalam folikel di ovarium.
    2. Sel anak yang lebih besar adalah oosit sekunder yang bersifat haploid. Ukurannya dapat mencapai ribuan kali lebih besar dari yang lain karena berisi lebih banyak sitoplasma dari oosit primer.
    3. Sel anak yang lebih kecil disebut badan polar pertama yang kemudian membelah lagi.
    4. Oosit sekunder meninggalkan folikel ovarium menuju tuba Fallopi. Apabila oosit sekunder difertilisasi, maka akan mengalami pembelahan meiosis yang kedua . begitu pula dengan badan polar pertama membelah menjadi dua badan polar kedua yang akhirnya mengalami degenerasi. Namun apabila tidak terjadi fertilisasi, menstruasi dengan cepat akan terjadi dan siklus oogenesis diulang kembali.
    5. Selama pemebelahan meiosis kedua, oosit sekunder menjadi bersifat haploid dengan 23 kromosom dan selanjutnya disebut dengan ootid. Ketika inti nukleus sperma dan ovum siap melebur menjadi satu, saat itu juga ootid kemudian mencapai perkembangan finalnya menjadi ovum yang matang.
    6. Kedua sel haploid (sperma dan ovum) bersatu membentuk sel zygot yang bersifat dipoid (2n).
  • Pada setiap proses Oogenesis hanya menghasilkan 1 buah sel telur karena pada hasil pembelahan yang lain menghasilkan sel anak yang lebih kecil disebut dengan Badan Polar (Polar body) biasanya tidak memiliki kuning telur sehingga menjadi infertil.
  • Gambar skematis Spermatogenesis dan Oogenesis.
  • G-28
  • 2.7. Umpan Balik
    1. Jelaskan perbedaan sel tumbuhan denga sel hewan !.
    2. Jelaskan siklus pembelahan sel serta apa persamaan dan perbedaan pembelahan secara mitosis dan meiosis
    3. Gambarkan secara sekematis proses Oogenesis dan mengapa setiap proses Oogenesis hanya menghasilkan 1 sel telur saja !.
    4. Apa yang saudara ketahui tentang : Gametosis, Spermatocytogenesis, Spermiogenesis, Haploid dan Diploid serta mitokondria.
    5. Gambarkan dan jelaskan Struktur Sel Telur Ayam.
  • Wir-42
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s