{6} BAB VI. ANEKA TERNAK

  • 6. PIP Juli 2015
  • MATERI POKOK BAHASAN :
    1. Pendahuluan  ……………………………………………………………….
    2. Burung Puyuh ………………………………………………………………
    3. Lebah ………………………………………………………………………….
    4. Kelinci  ………………………………………………………………………..
    5. Umpan Balik …………………………………………………………………
  • Judul aneka
  • 6.1. Pendahuluan
    1. Ilmu peternakan Aneka ternak adalah hewan piara yang tidak termasuk dalam satu class. Dengan demikian hewan piara ini belum dapat digolongkan dalam kelompok ternak Unggas, ternak potong atau ternak perah.
    2. Sebenarnya sangat banyak jenis yang termasuk dalam Aneka ternak seperti Puyuh, Lebah, Kelinci, Bekicot, Walet, Rusa, Jangkrik, kodok, buaya, merpati dan lain-lain.
    3. Pada bahasan ini hanya dikemukakan 3 jenis saja yaitu : Puyuh, Lebah dan Kelinci, oleh karena jenis-jenis ini sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat.
  • 6.2. Burung Puyuh (Coturnix coturnix)
    • Yang umum dikenal sebagai Puyuh adalah Unggas dari Marga Turnix, Coturnix  dan Arborophilla.
    • Arborophilla dan coturnix seperti ayam (gallus) termasuk family Phasianidae, sedang genus turnix termasuk family Turnicidae.
    • Puyuh yang termasuk Turnicidae memiliki ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan sedang yang ke belakang tidak ada.
    • Contohnya :
      1. Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang sering ditemui ditegalan-tegalan,
      2. Puyuh kuning (Turnix sylvatica)’
      3. Puyuh hitam (Turnix maculosa)
    • Genus Coturnix yang ada dalam kehidupan liar di Indonesia adalah Coturnix chinensis (Puyuh batu) dimana dengan ciri-ciri : badan kecil sekitar 15 cm dan masih dapat ditemui di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
    • Genus Arborophilla di Indonesia dikenal dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).
    • PIP Puyuh-3
    • PIP Puyuh-1
    • Asal usul puyuh (Coturnix coturnix) ini belum jelas benar dan diperkirakan dari coturnix liar yang dijinakkan.
    • Puyuh betina mulai bertelur pada umur 50 hari walau dewasa tubuh baru umur 70 hari.
    • BB betina dewasa mencapai 140 gram dan kemampuan produksi telur 200 – 300 butir per tahun dengan rata-rata Berat telur 10 gr.
    • PIP Puyuh-2
  • Tujuan Pemeliharaan Burung Puyuh
    1. Menghasilkan telur Konsumsi. Telur puyuh mengandung13,6 % protein (ayam 12,7 %), lemak 8,24 % (ayam 11,3%).
    2. Menghasilkan daging
    3. Kotoran sebagai hasil samping bisa untuk pupuk.
  • Kandang
    1. Kandang puyuh dapat dibuat dalam bentuk sangkar dengan dasar dari kawat atau litter (sekam).
    2. Dengan bentuk sangkar ini maka kandang dapat disusun  3-4 tingkat.
    3. Untuk ukuran kandang dengan panjang 1 m lebar 0,8 m dan tinggi 30-40 cm, maka dapat menampung 40-50 ekor burung puyuh.
  • Kandang sistem litter
  • Sistem litter mempunyai kelebihan antara lain :
    1. Hemat tenaga dan praktis karena tidak membersihkan setiap hari
    2. Merupakan sumber vitamin B12
    3. Dasar kandang tidak cepat rusak
    4. Kesehatan kaki puyuh terjamin
    5. Kehangatan merata
    6. Dapat menyerap kotoran dan air
    7. Mengurangi kanibalisme karena puyuh selalu mengkais.
  • Namun selain kebaikan, sistem litter juga memiliki kelemahan antara lain :
    1. Litter yang basah menyebabkan sumber penyakit
    2. Penggantian litter setiap penggantian penghuni.
    3. Karena puyuh suka mengkais maka wadah makanan sebaiknya diletakkan diluar kandang agar tidak penuh litter dan apabila terpaksa harus diletakkan dalam kandang, maka tempat pakan harus dirancang tidak mudah tercemar litter.
  • Makanan
    1. Pada keadaan aslinya, makanan burung puyuh adalah biji-bijian, daun-daunan dan serangga.
    2. Pada pemeliharaan secara intensif maka makanan harus tersedia lengkap.
    3. Makanan puyuh diberikan secara ad libitum dan diperkirakan untuk jantan 20 gr/ hari.
      1. Fase starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 %,
    4. Fase Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %
    5. Fase Layer ( setelah umur 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %
    6. Sebagai potong, (setelah 8 bulan), maka PK ± 20 %.
  • Pedoman Teknis Budidaya
  • Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)
  • (1) Penyiapan Sarana dan Peralatan (Perkandangan)
    • Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.
    • Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.
    • Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
      1. Kandang untuk induk pembibitan
        • Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2
      2. Kandang untuk induk petelur
        • Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama
      3. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
        • Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh
      4. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
        • Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram
      5. Peralatan. Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan
  • (2) Peyiapan Bibit
    • Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.
    • Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
      1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
      2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran
      3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik
  • (3) Pemeliharaan
  • a) Sanitasi dan Tindakan Preventif
    • Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin
  • b) Pengontrolan Penyakit
    • Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup
  • c) Pemberian Pakan
    • Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus
  • d) Pemberian Vaksinasi dan Obat
    • Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh
  • e) Hama dan Penyakit
    1. Radang usus (Quail enteritis)
      1. Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
      2. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berk yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
        Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
      3. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi
    2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
      1. Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
      2. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya
    3. Berak putih (Pullorum)
      1. Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
      2. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
      3. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo
    4. Berak darah (Coccidiosis)
      1. Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
      2. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
    5. Cacar Unggas (Fowl Pox)
      1. Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
      2. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
      3. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
    6. Quail Bronchitis
      1. Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
      2. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
      3. Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai
    7. Aspergillosis
      1. Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
      2. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
      3. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya
    8. Cacingan
      1. Penyebab: sanitasi yang buruk.
      2. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
      3. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya
  • 6.2. LEBAH 
  • PIP Lebah-1
  • Jenis-jenis Lebah
  • Di Indonesia telah dikenal beberapa jenis lebah penghasil madu, yaitu:
    1. Apis dorsata (Tawon gung / Odeng)
      • Telah lama dikenal jenis lebah ini, namun sampai sekarang belum banyak dibudidaya kan. Rumah atau kerajaan dibangun dipohon-pohon yang tinggi, menggantung dan sering berbentuk bulat. Sifat sangat galak dan akan menyerang apabila diganggu. Madu yang dihasilkan encer / cair.
    2. Trigona (Tawon Lanceng)
      • Hidup dicelah-celah kayu atau lobang bambu. Madunya sedikit sehingga kurang menarik perhatian untuk dibudidayakan.
    3. Apis indica
      • Apis indica telah lama dikenal di Indonesia. Namun pemeliharaan secara besar belum banyak dilakukan. Lebah ini banyak menghasilkan madu dan kegairahan untuk beternak di tempat tertentu seperti Jawa tengah karena kebutuhan akan lilin untuk membatik.
    4. Apis mellifica lingustica
      • Dikenal dengan lebah jenis Italia. Sifatnya ramah dan ukuran badan lebih besar dari Apis indica (1,25 x besar apis indica).
      • Pada tahun tujuh puluhan lebah ini di import dan telah mulai dikembangkan.
      • Ciri-ciri yang merupakan kelebihan apis mellifica adalah :
        1. Tiga pasang (segment) dari bagian belakang (abdomen) berwarna kuning
        2. Sifatnya sabar
        3. Produksi madu tinggi
        4. Sarang dijaga tetap bersih
        5. Lebih tahan terhadap bakteri
        6. Dapat menghalau hama ngengat malam.
      • PIP Lebah-4
  • Kehidupan Sosial Lebah
    • Kehidupan Sosial Lebah yang dikemukakan disini khusus untuk lebah apis mellifica. Dalam kehidupan sosial lebah sering dikenal dengan Kerajaan lebah, dimana terdapat 3 kasta atau kelompok yaitu :
    • PIP Lebah-2
    • Sifat-sifat Lebah Jantan
      1. Pemalas, banyak makan dan rakus
      2. Terbang tinggi kalau akan meminang lebah ratu,Tidak pernah mengunjungi bunga
      3. Dalam kelompok hanya satu lebah jantan yang mengawini lebah ratu.
      4. Setelah kawin mati dan pada musim paceklik diusir atau dibunuh oleh lebah karyawan.
    • Pada Budidaya lebah, sebaiknya dalam kelompok jangan terlalu banyak atau harus dikurangi jumlahnya biar tidak menghabiskan makanan.
  • 3. Lebah Karyawan / pekerja (Worker)
    • Dalam sarang lebah apis indica yang baik dapat mencapai jumlah 30.000 lebah karyawan sedangkan pada lebah apis mellifica dapat mencapai 60.000 ekor.
    • Tugasnya adalah bekerja sampai mati. Tugas-tugas tersebut diantaranya adalah :
      1. Sebagai perawat Lebah Ratu, lebah jantan dan larva
      2. Penerima nektar/madu bunga
      3. Propolis dari sari bunga
      4. Penjaga keamanan (soldiers)
      5. Perintis pencari tempat bunga
      6. Pembersih kandang/sarang
      7. Membuat sarang
      8. Memelihara sarang yang retak
      9. Membuat makanan untuk ratu dan larva
      10. Menyimpan madu dan tepungsari bunga maupun propolis.
    • PIP Lebah-3
    • Tanda-tanda Lebah Karyawan
      1. Ukuran tubuhnya paling kecil dalam kelompok
      2. Panjang badan 14 mm, tinggi 5-6 mm, BB kosong 0,1 gr, BB isi nektar 0,15 gr dan daya angkut rata-rata 0,2 gr.
      3. Fungsi badan sebagai pabrik kimia mengubah nektar bunga menjadi madu, madu menjadi Royal Jelly untuk makanan Ratu serta madu menjadi lilin.
  • Syarat Mendirikan Usaha Ternak Lebah
    1. Memilih bibit / ratu yang dipelihara
    2. Daerah sekitar banyak tanam-tanaman yang berbunga.
    3. Suhu Lingkungan berkisar 33-34 ºC adalah suhu optimum untuk melakukan segala kegiatan
    4. Jauh dari ladang sayur yang sering disemprot dengan pestisida.
  • 6.3. Kelinci (Lepus cuniculus)
    • Di Indonesia dikenal adanya Kelinci Lokal yakni kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatra yang sampai saat ini belum diternak.
    • Diperkirakan ternak kelinci telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Menurut V. Veever Carter (1990) bahwa kelinci masuk ke jawa dan sumatra kira-kira tahun 1835 M dari India.
    • PIP Kelinci-1
    • Pada dasarnya ternak kelinci terdiri dari 2 breeds yaitu Breeds Fur dan Fancy, dimana setiap kelompok breeds masih terbagi atas varietas-varietas berdasarkan warna rambut.
    • Di Indonesia kelinci mulai banyak digemari. Hal ini oleh karena adanya beberapa pertimbangan yaitu :
      1. Dagingnya merupakan sumber energi, protein hewani yang bermutu, daging halus, mudah dicerna dan tidak diharamkan oleh agama.
      2. Cepat berkembang biak, dimana sekali beranak 6-8 ekor dengan 4 kali beranak dalam setahun.
      3. Kulit kelinci sebagai bahan kerajinan
      4. Kotoran sebagai pupuk kandang, pada jenis yang besar dapat mencapai 156 Kg/ thn, Tipe sedang 100 Kg/thn dan tipe kecil 35 Kg/thn untuk satu ekor kelinci.
      5. Sebagai hewan percobaan
      6. Dapat memanfaatkan lahan sempit
      7. Modal tidak terlalu besar
      8. Bahan makanan tidak banyak bersaing dengan manusia.
  • Bangsa Kelinci yang ada di Indonesia.
  • PIP Kelinci-2
  • (1) Anggora
    1. Asal usul kelinci ras Angora kurang jelas. Konon, berasal dari kelinci liar yang berkembang secara mutasi dengan spesifik berbulu panjang. Angora pertama kali di temukan dan di bawa oleh pelaut Inggris, kemudian di bawa ke Perancis tahun 1723. Tahun 1777 Angora menyebar ke Jerman . Tahun 1920 meluas ke negara-negara Eropa Timur, Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.
    2. Sampai kini Prancis menjadi pusat peternakan kelinci Angora terbesar yang menhasilkan wool. Angora dewasa berbobot 2.7 kg, baik jantan maupun betina. Pertumbuhan bulunya yang sangat cepat yakni 2.5 cm per bulan, membuat kita hatus rajin mencukurnya 6-8 cm tiap tiga bulannya. Karena kalau di biarkan tumbuh, bulunya akan cenderung kusut dan menggumpal.
  • (2) Lyon
    • Sesungguhnya lyon adalah angora inggris yang tidak jadi kupingnya pendek, wajahnya di penuhi bulu-bulu panjang, mirip seperti lion (singa) tapi yang ini sih gak serem, malah cenderung lucu. Karena masih saudara dekat dengan angora, maka tiap 3 bulan sekali kita harus rajin mencukur bulunya yang cepat tumbuh.
  • (3) American Chinchilla
    • Kelinci ras ini dibedakan jadi tiga tipe, yaitu standar (bobot dewasa 2.5-3 kg), besar (bobot dewasa 4.5-5 kg), giant (bobot dewasa 6-7 kg). Semua di manfaatkan untuk ternak dwiguna yaitu produksi fur dan daging. Kelinci raksasa alias Giant Chinchilla merupakan hasil persilangan antara Standard Chinchilla dan Flemish Giant.
  • (4) Dutch
    1. Ras dutch (Belanda) sangat terkenal di seluruh dunia sebagai hewan hias piaraan. bobot dewasa jantan dan betina antara 1.5-2,5 kg. Betina bersifat keibuan fertilitasnya tinggi. Setiap kali melahirkan, kelinci menghasilkan anak 7-8 ekor.
    2. Warna bulunya khas, melingkar seperti pelana berwarna putih dari punggung terus ke leher sampai kaki depan bagian belakang dan kepala hitam,cokelat atau abu-abu.Moncong dan dahi putih. Kaki depan seluruhnya putih.Kaki belakang hitam atau warna lain dengan ujung kaki putih.Ada pula yang sekaligus memiliki 3 macam warna, sering di sebut Tricolored Dutch.
  • (5) English Spot
    • Ras ini berwarna putih dengan tutul-tutul hitam. Sepanjang punggung ada garis hitam, dari pangkal telinga memanjang sampai ke ujung ekor. Perut bertutul-tutul hitam seperti puting susu. Telinga hitam, mata dilingkari bulu hitam, sehingga tampak seperti memakai kaca mata. Hidung diliputi bulu hitam berbentuk kupu-kupu.
  • (6) Himalayan
    1. Ras ini sekarang lagi banyak banget di cari, naik daun, harganya masih selangit sekarang. Banyak yang meyakini asalnya dari Cina sebab di sana banyak di jumpai kelinci ini. Mula-mula di bawa dari cina ke Eropa sebagai pengisi kebun binatang dan dikenal dengan nama ‘Kelinci hidung hitam dari Cina’. Warna hitam pada kaki mulai timbul pada umur 3-4 minggu, mula-mula pucat lalu menjadi hitam. Himalayan yang disilangkan dengan New Zealand White, anak-anaknya menyerupai Himalayan.
    2. Kalau disilangkan dengan kelinci berwarna lain, keturunannya tak ada yang menyerupai Himalayan.
  • (7) California
    • Kelinci ini biasanya berwarna putih, hitam dan coklat. Berasal dari Amerika dipelihara untuk produksi daging. BB dewasa mencapai 4,5 Kg.
  • (8) Rex
  • (9) Kelinci Jawa
    1. Terdapat dihutan-hutan yang berdekatan dengan perkebunan teh di Jawa Barat dengan ketinggian 800 – 1000 m. Warna coklat perunggu agak hitam dipunggung, tengkuk, bahu dan telinga hitam, ekor jingga dan kemudian menuju ujung menjadi hitam.
    2. BB dewasa 2-4 Kg dan beranak 2-3 ekor per kelahiran.
  • (10) Kelinci Sumatra
    • Merupakan kelinci asli Indonesia yang hidup di ketinggian 600 – 1500 m. Warna bulu kelabu, coklat kekuningan dengan garis coklat tua pada sisinya, kaki depan dan belakang.
  • Pembiakan Ternak Kelinci
    1. Kelinci tipe kecil dewasa pada umur 4-5 bulan, sedangkan tipe besar pada umur 6-7 bln.
    2. Dalam satu tahun bisa melahirkan 2-3 kali dan perkawinan dilakukan setelah 3 bulan melahirkan.
    3. Masa subur 12 hari, tidak subur 2-4 hari.
    4. Imbangan jantan : betina adalah 1 : 10 – 20 ekor
    5. Kebuntingan umumnya 30-33 hari.
  • 6.4. Umpan balik
    1. Mengapa beberapa jenis ternak disebut dengan Aneka ternak.
    2. Bagaimana cara membedakan puyuh jantan dengan betina
    3. Mengapa membangun kandang puyuh tidak boleh terlalu tinggi.
    4. Apa kelebihan dan kekurangan kandang sistem litter.
    5. Mengapa standart pemberian pakan didasarkan pada fase pemeliharaan dan Kandungan Protein Kasar (PK)
    6. Mengapa peternakan lebah lebih banyak didaerah pegunungan.
    7. Bagaimana cara memperbanyak kelompok sarang lebah.
    8. Bagaimana membedakan lebah ratu, jantan dan karyawan
    9. Apa yang saudara ketahui tentang caprofage dan apa penyebabnya.
    10. Bagaimana cara mengawinkan kelinci.
  • Penutup-001

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s