[4] BAB IV. PENDEKATAN DALAM SISTEM MANAJEMEN

  • 1. Dasman April 2010
  • BAB IV.  PENDEKATAN DALAM SISTEM  MANAJEMEN
  • Materi Pokok Bahasan :
    1. Proses Manajemen  ………………………………………………………
    2. Proses Analisis dan Sintesis …………………………………………..
    3. Manajemen dan Kepemimpinan ……………………………………..
    4. Ciri-ciri Manajer Profesional ……………………………………………
    5. Pendekatan Sistem Manajemen ……………………………………..
    6. Pendekatan-pendekatan Manajemen……………………………….
    7. Kriteria Keunggulan Manajemen Pendidikan jamansekarang
    8. Kerangka implementasi strategi manajemen yang utuh
  • BAB IV. PENDEKATAN DALAM SISTEM MANAJEMEN
  • Us-4
  • 4.3.   Manajemen dan Kepemimpinan
  • (A) Perbedaan Manajemen dan Kepemimpinan 
    • Tahap-tahap yg diperlukan dalam mengubah sikap/ tingkah laku organisasi:
      1. Tahap permulaan (pengetahuan)
      2. Tahap pencerminan sikap & motivasi
      3. Tahap tingkah laku kelompok
      4. Tahap Perilaku organisasi
  • Us-5
  • (B) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
  • Pergaulan Manusia dengan masyarakat & alam disekitarnya akan membentuk kebiasaan – kebiasaan tertentu. Kebiasaan yg selalu berulang-ulang akan menjadi “BUDAYA”
  • Us-6
    • Tiga Tingkatan manajemen (Manajemen Level) dalam Organisasi
      1. Manajemen Puncak (Top Management)
        • Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
      2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)
        • Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional
      3. Manajemen Tingkat Bawah (Low Management)
        • Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
    • Ketrampilan manejemen yang dibutuhkan :
      1. Ketrampilan Konsepsional (conseptual skill)
      2. Ketrampilan Kemanusiaan atau komunikasi (human skill)
      3. Ketrampilan Teknis (Teknik skill)
  • Us-7
  • 4.4. Ciri-ciri Manajer Profesional
    1. Manajer profesional adalah manajer yang mampu menciptakan atau membuat kedua belah pihak menjadi senang, bahagia, serta bangga (SBB)
    2. Manajer tidak profesional adalah manajer yang akan menciptakan suasana dikedua belah pihak, baik pihak yang dilayani maupun pihak yang melayani merasakan suasana yg mengecewakan, menyedihkan/ menderita, dan memalukan.
    3. Kedua ciri tersebut dapat ditunjukkan dalam tabel sbb:
      • Profesional                     Tidak Profesional
      • Menyenangkan              – Mengecewakan
      • Membahagiakan           – Menyedihkan
      • Membanggakan            – Memalukan
        1. Profesionalisme yang dirasakan oleh konsumen
        2. Profesionalisme yang dirasakan oleh manajer dan karyawan
      • Profesionalisme yang dirasakan konsumen
        1. Konsumen merasa senang karena memperoleh barang/jasa yang berkualitas dengan harga yang terjangkau
        2. Konsumen merasa bahagia karena dapat menikmati kehidupan yang lebih nyaman, karena menikmati produk yang dibutuhkan dan diharapkan.
        3. Konsumen dibuat bangga dengan produk yang dimilikinya
        4. Kebanggaan konsumen pada umumnya memiliki 2 keunggulan :
          • a) Hi Tech (High Technology)
          • b) Hi Touch (High Touch)
  • 4.5. Pendekatan Sistem Manajemen
  • Definisi Sistem : Suatu agregasi (kumpulan) elemen  yang dinamis, yg berhubungan satu sama lain dan saling tergantung, serta berjalan sesuai dengan hukum2 yg berlaku. Sistem ada 2 yaitu:
    1. Sistem Tertutup (Closed System)
    2. Sistem Terbuka (Opened System), cirinya: adanya prinsip “Cybernetic”, yaitu prinsip umpan-balik (feedback)
  • Us-8
  • Pendekatan Dalam Mempelajari Sistem Manajemen
  • Ada 3 yaitu:
    1. Pendekatan Tradisional
    2. Pendekatan Kuantitatif
    3. Pendekatan Tingkah Laku
  • Pendekatan terhadap Analisis Manajemen:
    1. Pendekatan Empiris atau kasus
    2. Pendekatan perilaku antarpribadi
    3. Pendekatan perilaku kelompok
    4. Pendekatan sistem sosial kooperatif
    5. Pendekatan sistem sosioteknis
    6. Pendekatan teori keputusan
    7. Pendekatan sistem
    8. Pendekatan matematis atau ilmu manajemen
    9. Pendekatan kontingensi atau situasional
    10. Pendekatan peran manajemen
    11. Pendekatan operasional
  •  4.6. Pendekatan-Pendekatan Manajemen
    • Pemikiran tentang manajemen telah dipengaruhi oleh banyak disiplin ilmu pengetahuan yang telah mapan, seperti Ilmu Ekonomi, Teknik, Hukum, Administrasi Negara, Psikologi, Sosiologi dan lain-lain.
    • Pengaruh dari disiplin-disiplin ilmu tersebut menyebabkan berbagai pikiran tentang manajemen berbeda, dan antara yang satu dengan yang lain pun berbeda pula. Peristiwa ini menimbulkan berbagai macam aliran manajemen, teori manajemen, ajaran manajemen maupun berbagai pendekatan dalam Ilmu Manajemen.
    • Berbagai buku teks telah membahas adanya bermacam-macam pendekatan manajemen dan jika buku-buku teks tersebut kita gabung, maka akan kita jumpai sedikitnya terdapat 12 pendekatan manajemen yang masing-masing mempunyai identitas yang jelas.
      1. Pendekatan yang pertama adalah pendekatan empirikal atau kasus.
        • Di dalam pendekatan ini dipelajari pengalaman-pengalaman, peristiwa-peristiwa atau kasus-kasus daripada manajemen. Atas dasar pengalaman, peristiwa dan kasus dapat dipelajari bagaimana sukses diraih atau bagaimana kegagalan seseorang terjadi.
        • Kelemahan utama di dalam pendekatan empirikal ini adalah bahwa pengalaman saja belumlah cukup untuk merumuskan pedoman tindakan di masa depan, sebab kondisi yang ada di masa yang akan datang hampirtidak pernah sama dengan kondisi di masa lalu.
        • Untuk itu agar pendekatan empirikal ini dapat dilakukan secara lebih efektif diperlukan cara berfikir kreatif untuk meramalkan kondisi-kondisi masa depan melaluigejala-gejala yang ada pada masa kini.
      2. Pendekatan yang kedua adalah pendekatan inter-personal.
        • Cara mempelajari manajemen melalui pendekatan inter-personal ini adalah dengan mempelajari hubungan antar-pribadi yang terjadi dalam organisasi
        • Dasar pemikiran pendekatan inter-personal ini adalah bahwa usahauntuk mencapai tujuan tidaklah mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri atau melalui pribadi-pribadi, melainkan para pribadi ini harus bekerjasama dengan pribadi-pribadi lain. Dalam bentuk kerjasama tersebut terjadilah kontak hubungan pribadi dan dalam hubungan pribadi ini terjadi peristiwa manajemen yang menjadi obyek penelitian.
      3. Pendekatan yang ketiga adalah pendekatan perilaku kelompok.
        • Dengan menggunakan pendekatan ini dapat diperoleh rumusan tentangberbagai faktor yang mempengaruhi tindakan manusia dalam mencapaitujuannya atau yang lebih dikenal sebagai faktor lingkungan manajemendan organisasi.
        • Dengan bantuan Ilmu Sosiologi, di dalam pendekatan perilaku kelompok ini dapat dipelajari hubungan antar kelompok. Dalam hubungan antar kelompok dapat ditemukan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan seseorang dalam kegiatan manajemen dan organisasi.
        • Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah sikap, kebiasaan, tekanan, konflik, perbedaan budaya, organisasi informal, kondisi sosial, insentif dan lain sebagainya.
      4. Pendekatan yang keempat adalah pendekatan sistem sosial kerjasama.
        • Pendekatan ini mempelajari manajemen dengan mempelajari hubungan manusia di dalam sistem sosial kerjasama.
        • Dalam sistem sosial kerjasama ternyata faktor distribusi akan hasil kerjasama sangat mempengaruhi kerjasama itu sendiri. Dengan demikian pendekatan ini memperkenalkan kaidah keadilan bagi suksesnya suatu kerjasama antar manusia dalam kelompok kerjasama antar mereka.
      5. Pendekatan yang kelima adalah pendekatan sistem sosial teknikal.
        • Akibat kemajuan di bidang teknologi yang dirintis sejak zaman revolusi industri, penggunaan alat-alat kerja dan mesin-mesin yang semakin canggih telah memberikan pengaruh yang besar dalam keseimbangan kerjasama antar manusia.
        • Oleh sebab itu kaidah keadilan saja tidaklah cukup untuk menjamin kelangsungan kerjasama antar manusia, tetapi sistem keteknikan juga harus dipertimbangkan dan dibuat keseimbangan antara sistem social dengan sistem keteknikan tersebut, guna menjamin kelancaran kerjasama.
      6. Pendekatan yang keenam adalah pendekatan teori keputusan.
        • Pendekatan ini mempunyai pandangan bahwa sukses dan tidaknya usaha mencapai tujuan tergantung pada pemilihan alternatif kegiatan mencapai tujuan itu sendiri.
        • Hal tersebut dapat dimaklumi karena untuk kegiatan mencapai tujuan memang memiliki banyak alternatif, banyak jalan dan cara. Dengan alat bantu analisis berupa model-model dan matematika ( operation research ), maka pilihan alternatif keputusan akan bertambah baik.
      7. Pendekatan yang ketujuh adalah pendekatan sistem.
        • Pendekatan ini di dalam mempelajari manajemen menggunakan teknik sistem manajemen secara total, kemudian dipelajari sub-sub sistemnya, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan sebagainya.
        • Sumbangan pendekatan sistem ini pada Ilmu Manajemen adalahdapat diketahuinya hubungan yang teratur antara sub-sub sustemmanajemen, sehingga berdasarkan pengetahuan ini orang dapat menciptakan mesin-mesin untuk kepentingan manajemen.
      8. Pendekatan yang kedelapan adalah pendekatan operasional.
        • Pendekatan ini mempelajari manajemen dengan mempelajari praktek-praktek para manager.Hasilnya para manager di dalam menjalankan tugasnya ternyata menggabungkan berbagai ilimu pengetahuan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
        • Dengan demikian di dalam pendekatan operasional ini tugas manager adalah memilih berbagai ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mengetahui masalah dalam praktek manajemen.
      9. Pendekatan yang kesembilan adalah pendekatan peran tim manajemen.
        • Pendekatan ini mempelajari manajemen dari sisi “bagaimana” para manager bekerja.
        • Dari hasil pengamatan para pendukung pendekatan peran tim manajemen ini disimpulkan bahwa para manager tidak pernah bekerja sendirian, melainkan mereka bekerja secara tim.
        • Kesimpulan pendekatan ini adalah pembedaan peran manager yang dapat dibedakan ke dalam 4 (empat) peran, yaitu :
          1. Sebagai Produser;
          2. Sebagai Administrator;
          3. Sebagai Enterpreneur;
          4. Sebagai integrator
      10. Pendekatan yang kesepuluh adalah pendekatan kontingensi atau situasional.
        • Pendekatan ini didasarkan kepada kelemahan-kelemahan pada pendekatan empirikal atau kasua, yaitu bahwa kasus yang sama tidak pernah terulang lagi karena situasi dan kondisi yang terus berubah
        • Berdasarkan kenyataan tersebut, maka para penganut pendekatan kontingensi atau situasional ini menganjurkan agar setiap keputusanmanajemen menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saatkeputusan itu diambil.
        • Pendapat utama para penganut pendekatan kontingensi atausituasional ini adalah bahwa tidak ada resep terbaik untuk mengatasimasalah tertentu selain menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisiyang berbeda.
        • Pendekatan kontingensi atau situasional ini memaksa paramanager untuk terus memantau perubahan situasi dan kondisi yangterjadi.Dengan demikian peran riset dan pengembangan menjadi bagianpenting dalam aktivitas manajemen.
      11. Pendekatan yang kesebelas adalah pendekatan matematikal.
        • Para pakar menemukan bahwa setiap hubungan dapat dibuatkan model. Misalnya hubungan pemakaian bahan baku dengan jumlah yang dapat diproduksi dengan bahan baku yang tersedia.
        • Sebagai contoh, bahan baku yang tersedia ada 2.000 unit. Produk A setiap unit memerlukan bahan baku sebanyak 4 unit dan produk B unitnya memerlukan bahan baku sebanyak 5 unit. Model matematika dari hubungan ini adalah : 4A + 5B = 2.000.
        • Didasari oleh penemuan tersebut, maka manajemen pun dapat dipelajari dengan model matematika tersebut
      12. Pendekatan yang keduabelas adalah pendekatan peran manajerial.
        • Pendekatan ini mempelajari manajemen dari“apa ” yang dilakukan para manajer sehari-hari.
        • Para penganut pendekatan peran manajerial ini menemukan bahwa apa yang dikerjakan oleh para manager tidak sama seperti digambarkan sebelumnya, yakni melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan, tetapi melakukan pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :
          1. Kepala dalam organisasi;
          2. Pemimpin dalam organisasi;
          3. Wakil organisasi dalam bertindak keluar;
          4. Penerima informasi;
          5. Penterjemah informasi;
          6. Juru bicara/humas organisasi;
          7. Wirausaha;
          8. Penangkal gangguan organisasi;
          9. Pembagi sumber daya dalam organisasi;
          10. Negosiator bagi organisasi.
  • 4.7. Kriteria Keunggulan Manajemen Pendidikan Jaman Sekarang:
    1. Kepemimpinan yang visioner
    2. Learning-centered Organisation
    3. Semangat Belajar Tinggi baik organisasi maupun anggotanya
    4. Menghargai dosen/pengajar, staf, dan rekanan
    5. Gesit
    6. Fokus ke Masa Depan
    7. Mengarahkan organisasi pada innovasi
    8. Manajemen berbasis data / fakta
    9. Punya Tanggung Jawab Sosial
    10. Fokus pada hasil yang menciptakan nilai
    11. Punya Kerangka strategi yang utuh
  • 4.8. KERANGKA IMPLEMENTASI STRATEGI MANAJEMEN YANG UTUH:
  • Dasman-19
  • Gambar 17. Kerangka Implementasi Strategi Manajemen yang utuh
  • Leadership:
    • Kemampuan pemimpin untuk merumuskan visi, membangun merumuskan ekspektasi jangka pendek dan jangka panjang, dan menciptakan suasana kondusif untuk inovasi dan keberanian berubah
  • Perencanaan Strategis:
    • Menyangkut kemampuan organisasi untuk membuat perencanaan formal maupun informal untuk mengantisipasi masa depan. Pengembangan perencanaan strategis bisa menggunakan alat-alat bantu seperti proyeksi, skenario perubahan, prakiraan keuangan, dsb. yang bisa membantu proses pengambilan keputusan untuk bertindak di masa depan dan penggunaan sumber daya yang ada.
    • Strategi ini bisa dipahami secara luas untuk menyangkut hal-hal seperti: penutupan atau penghapusan jasa atau program tertentu, pengalihan sumber daya, modifikasi kurikulum, penggunaan teknologi, perubahan standard, prioritas penelitian, kerjasama dengan rekanan baru dsb.
      1. Fokus pada siswa dan pemangku kepentingan: Kepuasan siswa dan para pemangku kepentingan harus menjadi ukuran dari seluruh jasa dan program yang ditawarkan.
      2. Pengukuran, Analisa dan Penataan Informasi: Kategori ini menunjukkan kemampuan organisasi untuk memilih, mengumpulkan, menganalisa, mengatur dan memperbaiki aset data dan informasi yang dimiliki.
      3. Fokus pada Tenaga Pengajar, Staf dan Karyawan: Kategori ini menunjukkan kemampuan organisasi untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif bagi sumber daya manusianya untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tujuan dan sasaran strategis organisasi.
      4. Manajemen Proses: Kategori ini melihat proses-proses kunci dalam organisasi yang akan menentukan mutu akhir dari kegiatan organisasi. Dalam hal organisasi pendidikan ini berarti pelaksanaan proses belajar-mengajar. Apakah proses itu sungguh-sungguh mampu menciptakan lingkungan ”learning-centered” yang memberi motivasi siswa untuk belajar.
      5. Hasil Akhir Kinerja: Kategori ini secara menyeluruh melihat kemampuan organisasi mencapai hasil akhir yang diharapkan. Di dalamnya termasuk: kepuasan para pemangku kepentingan, keuangan, pertumbuhan sumber daya, daya saing di pasar, dsb
      6. contoh+motto+hidupIndahnya kejujuran _D(y)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s