{3} BAB III. TERNAK POTONG BESAR

  • 6. PIP Juli 2015
  • MATERI POKOK BAHASAN :
    1. Pendahuluan  ……………………………………………………………….
    2. Sapi …………………………………………………………………………….
    3. Kerbau  ……………………………………………………………………….
    4. Kuda  …………………………………………………………………………..
    5. Umpan Balik …………………………………………………………………
  • pip-2
  • 3.1. Pendahuluan
  • Ternak Potong adalah hewan piara yang dipelihara khusus untuk menghasilkan bahan daging. Tidak semua ternak yang dipotong termasuk ternak potong.
  • Pada umumnya ternak potong dikelompokkan ke dalam 2 kelompok besar yaitu :
    1. Ternak Potong Besar terdiri dari Sapi, Kerbau dan Kuda
    2. Ternak Potong Kecil terdiri dari Kambing, domba dan babi.
  • Dalam usaha ternak potong harus dipilih bibit yang dapat dipertanggung jawabkan mutunya. Perkembangan atau pertumbuhan ternak potong sangat ditentukan oleh proses perkembangbiakan atau aktivitas reproduksi.
  • Untuk membahas lebih lanjut tentang ternak potong, maka perlu diketahui tentang aspek-aspek breeding, yaitu :
    1. Pubertas
      • Pubertas atau baliq adalah suatu keadaan dimana binatang/hewan jantan atau betina proses reproduksi mulai berfungsi.
    2. Dewasa Kelamin.
      • Dewasa kelamin adalah suatu keadaan dimana binatang/hewan jantan atau betina proses reproduksinya berfungsi secara maksimal ditandai dengan angka konsepsi yang tinggi apabila dilakukan perkawinan atau dimana jumlah spermatozoa atau ovum yang normal jauh lebih banyak.Umumnya pada ternak dewasa kelamin didahului oleh pubertas, sedangkan dewasa tubuh didahului dengan dewasa kelamin.
      • Faktor-faktor yang mempengaruhi dewasa kelamin adalah :
        1. Makanan
        2. Iklim
        3. Keturunan (Genetic)
        4. Manajemen
    3. Birahi (Estrus)
      • Seekor ternak betina akan mau menerima ternak jantan hanya pada waktu tertentu saja atau pada saat birahi saja.
      • Oleh karenanya mengetahui tanda-tanda birahi masing-masing ternak sangat diperlukan.
      • Tanda-tanda birahi secara umum adalah :
        1. Ternak lebih peka dan mudah terangsang.
        2. Menunjukkan tingkah laku gelisah dan kurang tenang.
        3. Sering diikuti dengan menaiki sesamanya.
        4. Membiarkan dinaiki oleh temannya.
        5. Berusaha mendekati atau kontak dengan pejantan.
        6. Dari vulva sering keluar lendir, bengkak, merah,basah (3A = Abang, abuh anget)
      • Namun tanda tersebut sering juga tersembunyi dan ternak tampak biasa-biasa saja. Hal ini disebut dengan Birahi Diam (Silent Heat).
  • pip-3
  • 3.2. Sapi (Bos species)
    1. Diantara sapi-sapi yang ada, maka sapi Gaur merupakan kumpulan yang paling primitif dilihat dari bangun tengkoraknya.
    2. Sapi gaur ditandai oleh adanya gumba yang agak tinggi dan rambut yang pendek. Sapi ini hidup dalam kawanan kecil di bukit-bukit yang berimba kecil di India Utara.
    3. Oleh orang Birma sapi Gaur dipelihara setengah liar disebut Sapi Gayal, untuk produksi daging dan susu.
    4. Sapi yang berdekatan dengan sapi Gaur adalah sapi banteng (Bos sondaicus = Bos Banteng) yang sekarang masih dalam keadaan liar di Indo China, Siam, Burma, Malaka, Borneo dan Jawa.
    5. Warna sapi banteng jantan adalah hitam, sedangkan betina sawo matang. Jantan atau betina memiliki tanda putih (white merror dan white shocking) pada pantat dan kaki bawah.
    6. Banteng telah dilakukan penjinakkan terdapat dalam bentuk Sapi Bali, namun kurang jelas apakah penjinakkan tersebut diawali di Bali atau ditempat lain. Sapi Bali dikembangbiakan murni di Bali, Jawa Timur, Timor dan Sulawesi.
    7. Secara Sistematic Zoology Lembu (Bukan sapi) dapat disusun sbb.
      • pip-4
      • pip-5
        1. Premigenius (Sapi tipe berat dan besar), misal : Holstein, Dautch Belted, Shorthorn, Galloway, Red Polled, Aberdeen Angus, Ayrshire dll.
        2. Lengifrons (Bentuk lebih kecil), misal : Jersey, Brown Swiss, Guernsey.
        3. Frontasus (Bentuk sedang), misal : Simental
        4. Branchycephalus (dengan tanduk pendek), misal : Hereford, Sussex, Britanny, Devon dll.
  • pip-6
    • Sapi Bali merupakan banteng yang dijinakkan dengan tubuh lebih kecil dari banteng dengan BB berkisar 300 – 400 Kg.
    • Termasuk tipe potong dengan karkas mencapai 57 %. Dibiarkan murni di Bali, Jawa Timur, Timor dan Sulawesi.
    • Adapun tanda-tanda sapi Bali sbb.
      1. Bentuk seperti banteng
      2. Warna sawo matang (merah bata) pada saat pedet.
      3. Terdapat White shocking (putih pada kaki) dan White merror (putih pada pantat)
      4. Tanduk ternak jantan tumbuh agak keluar kepala, sedangkan yang betina agak kedalam.
      5. Tinggi ± 130 cm.
  • pip-7
    • Sapi hasil persilangan antara Bos Sondaicus dengan Bos Indicus. Pada Tahun 1910 Pemerintah RI memurnikan sapi Madura sehingga lebih seragam. Saat ini sapi Madura sebagai ternak Potong, Kerja dan Funcy. Karkas mencapai 47,9 %.
    • Adapun tanda-tanda sapi Madura sbb.
      1. Bentuk seperti banteng
      2. Warna coklat atau sawo matang (merah bata).
      3. Pada jantan tubuh depan lebih kuat dari tubuh bagian belakang.
      4. Bergumba kecil.
      5. Tanduk melengkung setengah bulat dan ujung menuju kedepan.
      6. BB mencapai 350 Kg dengan tinggi rata-rata 118 cm.
  • 3. Sapi berdasarkan nama daerahnya.
    • Banyak sapi Lokal yang diberi nama sesuai dengan nama daerah dan sapi tersebut merupakan hasil silang sapi Zebu dengan Banteng.
    • Adapun sapi tersebut antara lain :
      1. Sapi Jawa. Sapi ini sering disebut dengan PO (Peranakan Ongole). Pada betina berwarna merah muda, sedangkan jantan warna sawo matang.
      2. Sapi Sumatra. Sapi ini hampir sama dengan sapi Jawa, dimana tinggi jantan 1,15 M dan betina 1,10 M dengan ponok (gumba) besar. Warna kemerahan tua pada jantan sedangkan betina agak muda.
      3. Sapi Aceh. Sapi ini seperti Ongole, dimana tinggi jantan 1,16 M dan betina 1,10 M. Warna kemerahan dan ada yang warna hitam. BB berkisar 250 Kg serta dikepala terdapat tanda putih.
      4. Sapi Lip-Lap. Merupakan hasil silang sapi Tapanuli dengan Sapi Hissar.
      5. Sapi Batak. Warna sawo matang – hitam. Tinggi 1 – 1,12 M.
      6. Sapi Grati. Sapi ini merupakan hasil silang Sapi Jawa,Madura & FH. BB mencapai 300 – 500 Kg
  • pip-8
    1. Asal dari Madras India dan masuk ke Indonesia pada abad ke – 20. Di Jawa disebut dengan Sapi Benggala.
    2. Merupakan tipe kerja yang sangat baik, tahan panas dan biasanya untuk ternak potong
    3. Adapun tanda-tandanya :
      1. Warna putih atau kehitaman dengan warna kulit kuning.
      2. Kepala relatif pendek dan melengkung.
      3. Tanduk pendek dan kadang-kadang hanya bungkul, dimana pada jantan tanduk lebih pendek
      4. Mata besar, tenang dan terdapat celak hitam.
      5. Telinga lebar, panjang dan agak menggantung.
      6. Kaki panjang dan kuat serta ekor panjang dan ujung lurus.
      7. Tinggi Badan pada jantan 140 – 160 cm dan betina 130 – 140 cm
      8. BB Jantan 600 Kg dan Betina 450 Kg
    4. pip-9
  • 5. Sapi Brama
    1. Asal dari India dan masuk ke Indonesia pada Tahun 1974. Termasuk tipe potong yang baik.
    2. Adapun tanda-tandanya :
      1. Warna umum abu-abu (ada yang coklat, merah, putih atau belang)
      2. Gelambir lebar dan longgar serta kaki panjang
      3. Gumba besar dan telinga menggantung
  • 6. Sapi Aberden Angus
    1. Bangsa sapi yang berasal dari Skotlandia Utara yang kemudian menjadi salah satu bangsa sapi yang terkenal sebagai sapi daging.
    2. Ukuran Badannya lebih kecil dibandingkan dengan bangsa shorthorn, bersifat masak dini. Produksi susunya cukup baik.
    3. Warna paling umum adalah hitam, sedangkan yang berwarna merah disebut “Red Angus”.
    4. Bangsa ini dikembangkan di Australia diberi nama Angus.Keturunan Bos Taurus dan masuk ke Indonesia pada tahun 1973.
    5. Adapun tanda-tandanya adalah :
      1. Warna hitam dan tidak bertanduk
      2. Tubuh rata, lebar, dalam, padat seperti balok.
      3. BB Jantan dewasa 2000 pound (± 900 Kg) dan betina 1600 pound (± 700 Kg)
  • 7. Sapi Santa Gertrudis
    1. Berasal dari Texas USA. Sapi ini merupakan persilangan Brahma jantan dengan Shorthorn betina (3/8 Brahma dan 5/8 Shorthorn) dan masuk ke Indonesia pada Tahun 1973.
    2. Adapun ciri-cirinya :
      1. Warna merah tua atau merah bata.
      2. Tubuh lebih padat dan rata dari sapi Brahma.
      3. Bergelambir dan bertanduk
      4. Telinga kadang-kadang rebah.
      5. BB Jantan 2000 pound dan betina 1600 pound.
  • 8. Sapi Shorthorn
    1. Berasal dari Inggris, merupakan tipe pedaging yang terbesar di Inggris.
    2. Adapun cirri-cirinya :
      1. Warna merah, putih atau kombinasi.
      2. Tubuh besar, padat dan berbentuk seperti balok.
      3. BB Jantan 2200 pound (± 1000 Kg) dan betina 1700 pound (± 750 Kg).
  • 9. Sapi Hereford
    1. Berasal dari Hereford Inggris dan merupakan tipe potong dengan cirri-ciri sbb.
    2. Warna merah dengan muka, dada sisi badan, perut bawah, bahu dan ekor putih.
    3. Tubuh rendah, lebar dan tegap
    4. BB Jantan 1800 pound (± 850 Kg) dan betina 1450 pound (± 650 Kg).
  • 10. Sapi Brangus
    1. Merupakan hasil silang antara Brahman Betina dengan Aberdeen Angus Jantan (3/8 Brahman dan 5/8 Aberdeen Angus) dan merupakan tipe potong.
    2. Adapun cirri-cirinya adalah :
      1. Warna hitam dan tanduk kecil.
      2. Mempunyai sifat memproduksi daging seperti A. Angus tapi kurang padat
      3. Tubuh lebih rata.
  • 11. Sapi Charolais
    1. Berasal dari Perancis dan merupakan sapi Perancis yang mempunyai arti penting sebagai penghasil daging yang baik.
    2. Merupakan sapi potong terbesar di dunia.
    3. Adapun tanda-tandanya adalah :
      1. Warna crem, putih perak, kuning muda atau putih.
      2. Tubuh padat, tapi tidak sepadat sapi Inggris.
      3. Berat Badan jantan berkisar 1000 Kg dan Betina 750 Kg
  • 12. Sapi Simmental
    1. Berasal dari Switzerland dan merupakan tipe potong, kerja dan perah.
    2. Warna bulu umumnya crem, agak coklat dan sedikit merah.
    3. Ukuran tanduk kecil. BB Jantan 1150 Kg dan Betina 800 Kg.
  • 13. Sapi Limousin
    1. Berasal dari Perancis dan merupakan tipe potong. Warna bulu coklat. Tanduk pada jantan tumbuh keluar dan agak melengkung.
  • 3.2.4. Inseminasi Buatan (IB)
    1. Inseminasi Buatan (IB) adalah terjemahan dari Artificial Insemination (AI) dalam bahasa Inggris dan Kunstmatige Inseminatie (KI) dalam bahasa Belanda.
    2. Selanjutnya di Indonesia dikenal dengan Istilah “Kawin Suntik” atau IB.
    3. Definisi IB adalah memasukkan atau menyampaikan semen (Spermatozoa + Cairan) ke saluran kelamin ternak betina dengan menggunakan alat-alat buatan manusia, jadi bukan perkawinan secara alami / langsung dengan ternak jantan.
    4. Dalam praktek, prosedur IB tidak hanya meliputi deposisi atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin ternak betina semata, akan tetapi mencakup :
      1. Seleksi dan Pemeliharaan pejantan.
      2. Penampungan semen
      3. Penilaian, pengenceran, penyimpanan straw.
      4. Pengangkutan dan distribusi straw
      5. Pelaksanaan IB
      6. Pencatatan dan penentuan hasil IB
      7. Bimbingan dan penyuluhan pada para peternak.
    5. Sehingga lebih cocok disebut dengan Artificial Breeding.
    6. Sejarah perkembangan IB, mula-mula dicobakan pada Anjing pada tahun 1780 oleh bangsa Italia bernama Lazaro Spallanzani. Tahun 1890 digunakan pertama kali untuk kuda Eropa oleh Drh. Perancis Repiquet untuk mengatasi kemajiran.
    7. Namun di Rusia metode IB pertama kali dipergunakan untuk memajukan peternakan, yang dipelopori oleh Prof. Elia I. Ivannof dengan melakukan IB pada Kuda dan Domba.
    8. Sedangkan di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Prof. B. Seit dari Denmark pada Tahun 1950 di FKH dan Lembaga Penelitian Peternakan Bogor.
    9. Kegiatan IB mulai dilaksanakan pada tahun 1953 oleh Balai Pembibitan Ternak di Mirit dan Sidomulyo Kec. Ungaran Kab. Semarang.
  • 3.2.5. Beberapa Istilah yang terkait dengan Ternak Sapi
    1. Polled / Horness = hewan yang secara alamiah tidak memiliki tanduk dan sifat ini dapat diturunkan kepada anak-anaknya.
    2. CWT = 100 lbs = 45 Kg
    3. Dung = feaces
    4. Weaner = ternak muda yang disapih
    5. Ayrshire = salah satu bangsa sapi perah yang berasal dari skotklandia berwarna merah dan putih atau coklat dan putih. Sapi termasuk memiliki kemampuan merumput yang baik BB Jantan dewasa 650 – 900 Kg dan betina dewasa 500 – 550 Kg dengan Berat Lahir 34 Produksi susu 6000 Kg / tahun Kadar lemak 4 %.
    6. Beefalo = Suatu hasil silang (hybrid) yang mengandung darah bison (3/8 bagian) dari Charolais (3/8 bagian) dan darah herford (1/4 bagian). Hasil silang ini belum popular namun mempunyai harapan yang baik untuk dikembangkan sebagai ternak daging. Sebelumnya ada hybrid Cattalo yang persilangan serupa tapi dilakukan di Canada.
    7. Beef master = suatu bangsa sapi daging yang mengandung darah Zebu, shorthorn, Hereford. Ini merupakan hasil karya C. Lasater yang dimulai tahun 1908 di Texas AS. Warna paling umum adalah merah tua. Strain sapi tropis yang dipergunakan dalam pembentukan sapi Beef Master adalah Gir, Nelore dan Guzerat (India). Karena memiliki darah tropis, maka sapi ini memiliki daya tahan yang amat baik terhadap suhu udara yang tinggi.
    8. Braford = Jenis sapi yang dibentuk di Queensland Australia dengan menghimpun darah Brahman dan Hereford. Sapi ini kuat dengan ukuran badan yang besar, pertumbuhannya cepat, masak dini dan tahan terhadap caplak. Ada species yang bertanduk dan ada pula yang polled. Diperkirakan sapi ini akan mempunyai arti penting di masa mendatang, khususnya untuk daerah-daerah yang beriklim tropis.
    9. Brahman / Brahma = Salah satu jenis sapi yang dikembangkan dari Bos indicus (zebu), suatu species yang berasal dari India. Sapi ini ditandai dengan adanya kelasa atau punuk (hump) serta gelambir (dewlap). Warna yang paling umum adalah abu-abu (grey) memiliki toleransi yang tinggi terhadap panas dan sangat resistant terhadap caplak. Kemampuan merumputnya juga cukup bagus walau keadaan rumputnya tidak baik dan tahan berjalan jauh. Sapi Brahman memegang peran penting dalam pembentukan sapi santa gertrudis yang sangat terkenal serta banyak digunakan dalam persilangan-persilangan dengan sapi sub tropis.
    10. Brahmaental = Bangsa sapi hasil persilangan antara bangsa simental (5/8 bagian) dan Brahman (3/8 bagian) yang dikembangkan di AS sebagai daging.
    11. Brangus = Bangsa sapi yang dihasilkan dari kawin silang antara bangsa Brahman dengan Angus sebagai hasil karya De Landelles (1951) di Rockhampton, Australia. Ditujukan untuk dikembangkan di daerah tropic karena tahan terhadap kekeringan dan kualitas makanan yang kurang baik, disamping itu juga tahan terhadap caplak. Sapi ini tidak bertanduk, warnanya merah atau hitam.
    12. Calf = Anak sapi umur 6 – 9 bulan, yang jantan disebut Bull calf dan yang betina = heifer calf.
    13. Calf crop = Anak-anak sapi yang dilahirkan oleh sekelompok sapi (herd) dalam suatu musim ttt.
    14. Cattalo = hasil silang antara bison jantan dengan sapi betina. Yang jantan biasanya mati pada saat lahir sedangkan yang betina walaupun hidup seringkali infertile.
    15. Stag = sapi jantan yang dikastrasi pada umur tua.
    16. Steer / stot = sapi jantan yang dikastrasi pada umur 6 – 24 bulan.
    17. Bullock = Sapi jantan yang dikastrasi pada umur 2 tahun atau lebih.
    18. Meiden heifer = sapi betina dewasa namun belum pernah beranak.
    19. Bull = Sapi jantan yang tidak dikastrasi.
    20. Cow = Sapi betina yang telah beranak lebih dari satu kali.
  • 3.2.6. Umpan Balik
    1. Jelaskan mengapa Sapi Zebu/ Sapi Asia / Bos Indicus biasanya memiliki ponok atau gumba yang besar dan bergelambir lebar dan kuat.
    2. Jelaskan bagaimana kondisi kulit dan warna kulit yang umum pada sapi-sapi Asia.
    3. Jelaskan mengapa sapi-sapi eropa pada umumya memiliki bentuk badan seperti kotak.
    4. Mengapa kalau kita mengimport sapi misalnya dari Australia dan kita pelihara maka pertumbuhannya tidak bisa sebaik di Australia.
    5. Setiap Bangsa sapi memiliki kelebihan dan kekurangan. Jelaskan kelebihan dan kekurangan Bangsa sapi Asia (Bos Indicus) dan Bangsa sapi Eropa (Bos Typicus).
    6. Mengapa menurut Orang Jawa Khususnya, Sapi disebut dengan Rojo Koyo.
    7. Apa yang saudara ketahui dengan system penggemukkan sapi secara Dry Lot fattening dan Pasture Fattening.
    8. Apabila sapi PO di IB dengan Semen sapi Limousin, maka kira-kira bagaimana keturunannya.
    9. Usaha apakah yang pernah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas dan produksi ternak sapi potong yang ada di Indonesia.
    10. Apa yang saudara ketahui tentang pengertian Bahan Pakan, Pakan, Ransum, Ransum Seimbang, Complete feed dan Anti Nutrisi.
  • 3.3. KERBAU (Bubalus Bubalis)
    1. Kerbau adalah hewan yang termasuk lembu disamping ternak sapi (lembu sejati). Kerbau dibedakan dengan sapi karena kerbau dianggap sebagai bentuk yang paling primitive ditinjau dari tengkoraknya.
    2. Kerbau mempunyai sungut (moncong) yang lebar, kuping besar, tanduk subur pertumbuhannya, rambut jarang. Kaki dengan sepatu yang melebar disesuaikan untuk kehidupan di rawa-rawa/ tanah becek.
    3. Dari fosil-fosil yang diketemukan di Asia dianggap sebagai asal dari semua kerbau. Namun sejak jaman Tertier hewan ini telah tersebar di Afrika. Kerbau-kerbau di Afrika sekarang pada galibnya terdapat sebagai Kerbau Caffer (Syncerus caffer), yang hidup disabana Afrika Tengah dan Afrika Selatan. Hewan ini besar dan BB mencapai 1000 Kg dan tinggi gumba 1,8 m, warna hitam, dengan dasar tanduk besar bertemu kiri dan kanan. Disamping itu juga ditemui ada kerbau kecil (Syncerus nanus) tinggi 1,4 m dengan warna kuning sampai merah sawo matang.
    4. Kerbau Asia (Bubalus bubalis) sekarang masih hidup secara liar di India (dengan nama Arni) Arni liar hidup menyebar luas sampai Asia Kecil, Eropa Selatan dan Afrika Utara. Warna kehitaman, tanduk tidak bertemu, BB mencapai 1200 Kg, tinggi gumba 1,7 m. Bubalus bubalis ini hidup di Philipina dengan perubahan bentuk dengan nama Kerbau Mindoro (Bubalus mindoroensis).
    5. Di Indonesia orang berpendapat bahwa telah tidak ada kerbau liar, sedangkan kerbau-kerbau yang dianggap liar tersebut sebenarnya berasal dari kerbau yang telah jinak, seperti Kerbau Jalang di Banten Selatan dan Bengkulu.
    6. Di Pulau Jawa ternak kerbau banyak terdapat di Pantai Utara dan semakin ke Timur semakin berkurang. Yang banyak adalah di Banten, Sukabumi, Bogor, Cianjur, Karawang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Kudus, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo dan Banyuwangi. Tujuan pemeliharaan umumnya adalah tujuan daging dan ternak kerja. Di luar Pulau Jawa terdapat di Sulawesi Tenggara dan Selatan.Nusa Tenggara, Flores, Sumba dan Sumbawa.  Kerbau di Sulawesi ada yang dalam bentuk kerdil tinggi 1 m disebut dengan Anoa (Bubalus depresicornis).
    7. Kerbau di Indonesia umumnya BB mencapai 500 – 600 Kg dengan tinggi 120 – 130 cm.
      • pip-10
    8. Di Negara India merupakan gudang kerbau, dipelihara untuk tujuan daging dan susu. Nama lainkerbau adalah Water buffaloes (karena sering mandi, Swamp buffaloes (karena sering berkubang), River buffaloes (karena sering di sungai) dan Kebo (Bahasa Jawa.
    9. Beberapa Istilah yang terkait dengan Ternak Kerbau
      1. Arna = Kerbau Air (Bubalus bubalis).
      2. Bubaline = Golongan kerbau yang merupakan bagian dari genus Bos
      3. Buffalo = Kerbau (Bos bubalis, bos caffer atau synerus caffer.
  • 3.4. KUDA (Equus species)
    • pip-11
    • Pada buku ini yang dibicarakan adalah kuda saja karena dianggap sudah dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
    • Menurut Stegman Von Pritzwald Equus caballus dibagi menjadi 5 macam berdasarkan tempat perkembangbiakkannya, yaitu :
      1. Equus caballus germanicus (Kuda Jerman)
      2. Equus caballus occidentalis (Kuda Eropa Tengah)
      3. Equus caballus gmelini (Kuda Eropa Timur)
      4. Equus caballus orientalis (Kuda Asia Muka)
      5. Equus caballus mongolicus (Kuda mongol = Equus prewalsky).
    • Kuda adalah perkataan Sanskrit, oleh karenanya diperkirakan orang-orang Hindu yang pada permulaan perhitungan tahun Masehi datang ke Indonesia dengan membawa kuda dari India.
    • Dalam abad-abad pertama tahun Masehi orang-orang Tionghoa berulang-ulang membawa kuda ke Indonesia, demikian juga orang-orang Islam dari India datang ke Indonesia sesudah orang Hindu.
    • Oleh karenanya perlu diperhitungkan bahwa kuda-kuda Indonesia bukan hanya berasal dari Kuda Timur Asli melainkan juga mengandung kuda Cina dan Mongol yang tergolong Tarpan (Equus gmelini).
    • Pemeliharaan kuda semula digunakan untuk tujuan tunggang bagi lascar atau kavillah sesudah penggunaan unta. Namun kuda sebagai ternak yang dipotong. Oleh karenanya pada Bahasan ini kuda dimasukkan ke dalam Ternak Potong Besar.
    • Pada beberapa tempat seperti Banyuwangi dan Malang, kuda dipotong untuk konsumsi daging.
    • Macam-macam kuda yang ada di Indonesia, yaitu :
    • a. Kuda Sandel
      • Kuda sandel disebut juga Kuda Sumba karena sudah sejak lama dikenal di Pulau Sumba.
      • Kuda sumba merupakan kuda yang terbaik di Indonesia. Tipe daging dan tarik ringan.
      • Ciri-ciri :
        1. Bagian tubuhnya bagus
        2. Tubuh bagian depan lebih besar dari belakang
        3. Duduk ekor tinggi.
        4. Warna bermacam-macam
        5. Temperamen cerah, riang dan bertingkah laku sabar.
        6. Tinggi 130 cm
  • b. Kuda Sumbawa
    • Kuda ini terdapat di Pulau Sumbawa, terdapat 2 ras yaitu : Kuda Sumbawa dan Kuda Bima. Badan kuda bima lebih rendah daripada Kuda Sumbawa. Tinggi 1-1,25 m, temperamen sabar dan tipe kerja.
  • c. Kuda Sawu. Kuda sawu terdapat di Pulau Sawu, merupakan tipe tarik.
  • d. Kuda Timor
    • Kuda Timor terdapat di Pulau Timor, warna bermacam-macam, tinggi 1,36 m, tipe tarik
  • e. Kuda Flores
    • Di Flores terdapat 2 ras yaitu : Kuda Manggarai dan Kuda Ngada, Tipe Tarik, warna umumnya merah.
  • f. Kuda Sulawesi. Terdiri dari Kuda Bone dan Kuda Mahar
  • g. Kuda Jawa. Kuda-kuda jawa umumnya kecil dan tipe tarik.
  • h. Kuda Aceh
    • Kuda-kuda Aceh banyak tersebar disekitar Danau Toba, kecil, tinggi 120 cm (Kuda batak)
  • Sedangkan Kuda Luar Negeri yang banyak didatangkan di Indonesia, yaitu :
  • a. Kuda Arab
    • Berasal dari Arabia dan sekarang banyak di Syria dan Mesir. Tipe Balap/Pacu. Lari cepat, badan relative pendek, tinggi 150-160 cm dan berat 500 Kg.
  • b. Kuda Thoroughbred
    • Kuda ini dibentuk di Inggris dari Arab, tipe pacu, warna bermacam-macam, sifat aktif, muka dan kaki biasanya putih, tinggi 150 – 170 cm dan berat 500 Kg.
  • c. Kuda Australia
    • Bermula dari Kuda Thoroughbreed yang disebar ke Amerika, kemudian masuk ke Australia. Kuda yang masuk ke Australia ini disebut Kuda Australia. Namun di Australia sendiri banyak terdapat kuda-kuda Inggris seperti Suffolk (penarik berat), Kuda Inggris (Tunggang), Kuda Poney (Pacuan), Kuda Shire (penarik beban berat), Kuda Hackney (penarik ringan) dan Kuda Clydesdale (penarik berat)
  • d. Kuda Percheron, berasal dari Perancis merupakan tipe tarik
  • e. Kuda Belgia, Asal Belgia tipe penarik.
  • Beberapa Istilah yang terkait dengan Ternak Kuda
    1. Appaloosa = Salah satu bangsa kuda yang terkenal di AS dan Inggris dan mengandung darah kuda Arab.
    2. Ascheim Zondek Test = Suatu uji kebuntingan pada Kuda betina berdasarkan pada adanya PMS (Pregnant Mare Serum) dalam darah kuda itu. Uji ini sangat baik hasilnya apabila diterapkan pada kuda yang umur kebuntingannya 50 – 80 hari.
    3. Bay = warna bulu kemerahan pada kuda dengan beberapa bagiannya hitam (kaki & ekor).
    4. Burro = sejenis keledai kecil.
    5. Charlier shoe = Sepatu khusus untuk kuda dilapangan rumput.
    6. Cob = Kuda yang kakinya pendek.
    7. Colt = Kuda jantan muda
    8. Dark chestnut = Pola yang menggambarkan warna hitam kecoklatan atau mahgony pada kuda.
    9. Filly = kuda betina muda
    10. Foal = anak kuda
    11. Gait = Tiap gerakan kuda yang mengarah ke depan
    12. Gelding = Kuda jantan yang dikastrasi
    13. Hinny = Hasil persilangan antara kuda jantan dengan keledai betina.
    14. Jack atau Jackas = keledai jantan.
    15. Janet / Jenny = keledai betina
    16. Jaguar = Panthera onca, karnivora besar yang terdapat di Amerika selatan.
    17. Mule = hasil perkawinan antara keledai jantan dengan kuda betina atau antara domba black face dengan border Leicester
    18. Mare = kuda betina dewasa
    19. Mustang = Kuda liar dibagian barat amerika serikat yang merupakan keturunan kuda spanyol.
    20. Stallion = kuda jantan dewasa.
    21. Sorrel = warna kuda
    22. Sheen = Warna bulu yang mengkilat atau bercahaya
    23. Polomino = warna kuda kuning keemasan.
    24. Pony = jenis kuda yang kecil ukurannya
    25. Prick = kegiatan memotong ekor kuda.
  • 3.5. Umpan Balik
    1. Jelaskan Mengapa ternak kerbau banyak tersebar dipesisir utara tanah Jawa.
    2. Ternak kerbau adalah ternak yang efisien dalam pemanfaatan pakan yang berkualitas jelek serta tidak tahan panas. Mengapa demikian.
    3. Susunlah systematic Zoologi dari ternak Kerbau secara berurutan.
    4. Menurut Saudara, mengapa pengembangan ternak kerbau lebih lambat dibandingkan dengan ternak sapi maupun kambing.
    5. Kalau melihat kotoran kuda dengan kotoran kerbau, maka akan diketahui kotoran kuda lebih kasar dibandingkan dengan kotoran kerbau. Mengapa demikian dan apa kesimpulan saudara.
    6. Di Tanah Toraja Sulawesi, kerbau merupakan ternak yang sangat berharga khususnya untuk upacara adat. Jelaskan upacara adat tersebut dan mengapa memakai ternak kerbau.
    7. Apakah perbedaan antara kuda dengan keledai, serta apa perbedaan kerbau dengan anoa.
    8. Apa yang saudara ketahui tentang susu kuda liar.
    9. Mengapa ternak kuda lebih banyak sebagai Tarik/pacu daripada tipe daging.
    10. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri Kuda Pacu yang baik.
  • Penutup-001

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s